review

Adu Phablet 5 Inci Satu Jutaan, IMO S68 vs Pixcom Andro Note

Adu Phablet 5 Inci Satu Jutaan, IMO S68 vs Pixcom Andro Note
Maraknya penciptaan [produk phablet 5 inci](http://www.plimbi.com/review/16721/lenovo-k860 "Lenovo K860 - Phablet Android Andalkan Prosesor QuadCore 1.4GHz dengan Bodi Mentereng") mengindikasikan bahwa ponsel jenis ini punya pangsa pasarnya sendiri. Bahkan berbagai vendor lokal di tanah air tampaknya mulai melirik phablet 5 inci sebagai produk utama di tahun ini. Beberapa pengamat menilai bahwa di tahun ini phablet 5 inci akan meledak dan akan menjadi incaran konsumen di pasar. Tentu saja pilihannya makin sulit buat konsumen, karena spesifikasi dan bentuknya hampir mirip. Untuk kali ini, Pixcom dan IMO akan mengadu produk phablet 5 inci mereka yang berada di banderol satu jutaan. Keduanya mengusung Android Ice Cream Sandwich serta dukungan prosesor 1 Ghz. Mari kita simak perbandingan dan ulasan dari kedua phablet tersebut. **Desain** [Galaxy Note](http://www.plimbi.com/review/3200/samsung-galaxy-note "Samsung Galaxy Note, Perpaduan Konsep Smartphone dan Tablet PC Dari Samsung") bisa dibilang biang kerok untuk ponsel 5 inci. Hampir semua desain menuju pada smartphone milik Samsung tersebut. Lihat saja desaian IMO S68. Tombol fisik home dan dua soft key back dan menu mirip sekali dengan punya Galaxy Note. Sementara Pixcom AndroTab mengesampingkan hal tersebut dengan memberikan empat tombol soft key (Kiri-kanan, Home, menu, back dan search). Bagian belakang Galaxy Note juga dijiplak IMO S68, selain cover yang bermotif kulit jeruk, penempatan kamera dan lubang speaker sama persis, hanya saja di IMO S68 tidak ada stylus dan lampu kilat. Di sisi lain justru Pixcom AndroNote sudah dilengkapi lampu kilat, hanya saja penempatannya agak kesamping kiri, bukannya di tengah seperti punya IMO S68 atau Galaxy Note. Begitu pun dengan lubang speaker. Tulisan AndroNote ditampilkan Pixcom sebagai bentuk identitas sebuah ponsel Android 5 inci ala Galaxy Note. Cover belakangnya menyatu dengan jaket sebagai pelindung layar. Di Pixcom tidak ada jalan pintas menuju kamera seperti di IMO S68. Untuk memberikan kesan polos pada tiap sisinya, port charger, jack audio dan tombol power diletakan menjadi satu di sisi atas. Ini hampir mirip dengan peletakan di IMO, hanya saja port charger tetap di sisi atas. Sementara di IMO, shutter kamera ada di sisi sebelah kiri. Tekan yang lama tombol shutter, maka Anda akan langsung dibawa ke fitur kamera. **Layar** Bermain di segmen ponsel 5 inci, menjadikan keduanya punya layar yang besar. Ketika disejajarkan, [**Pixcom Andro Note**](http://www.plimbi.com/review/27862/pixcom-andro-note "Adu Phablet 5 Inci Satu Jutaan, IMO S68 vs Pixcom Andro Note") agak lebih panjang. Jadi layarnya lebih besar sedikit. Kalau IMO S68 pas 5 inci, sedangkan Pixcom Andro Note 5,2 inci. Kedua ponsel ini menggunakan layar kapasitif denga resolusi 480 x 800 piksel. Pixsel per inci milik IMO S68 agak rapat dari Pixcom AndroNote karena ukuran layar yang lebih kecil, namun hal itu tidak membuat detail warna dan kejernihan ada perbedaan. Layar bisa berputar horizontal maupun vertikal, seperti ponsel Android pada umumnya. Di uji dengan [aplikasi MultiTouch](http://www.plimbi.com/review/3207/5-aplikasi-diabetes-iphone-bagi-anda-penderita-diabet "5 Aplikasi Diabetes iPhone Bagi Anda Penderita Diabet"), kedua layar mampu mengenali 5 sentuh sekaligus. Sementara di sisi keamanan layar dari goresan, Pixcom lebih terjamin karena ada jaket pelindung yang menyatu pada cover bagian belakang, sedangkan pengguna IMO S68 harus lebih berhati-hati atau memberikan pelindung layar (anti gores). Pada saat menyapu layar, kami rasakan oertama kali kinerja layar keduanya begitu responsif, namun ketika pemakaian sudah lama dan melakukan multitasking performanya turun, kadang ada lag. Paling sering terjadi di IMO S68 walau ini terjadi tidak terlalu sering, namun tetap saja menjengkelkan. **Telepon dan SMS** Hingga kini, penggunaan ponsel dua kartu masih banyak dicari. Pertimbangannya, dari pada repot membawa dua ponsel, lebih baik membeli satu ponsel dengan du slot SIM card. Asiknya, bisa aktif secara bersamaan (dual on). Kedua vendor juga memadukan hal tersebut pada banyak ponselnya. Contohnya saja dua ponsel ini. IMO S68 memiliki dua slot yang dibuat berjajar, sederet dangan slot microSD, sedangkan Pixcom AndroNote lebih memilih sistem bertingkat. Akses internet di IMO S68 hanya mengAndalkan GPRS/EDGE sementara di Pixcom sudah bereda di jalur HSDPA, itu pun berlaku pada SIM 1 saja, yang satunya sama seperti punya IMO S68. Sementara untuk antarmuka di menu pesan, ada sedikit perbedaan namun tidak banyak. Sisi bawah kanan ada tombol pencarian pesan dan sisi kirinya jika Anda ingin menulis pesan baru. SMS dibuat dalam sistem percakapan layaknya sedang chat. Mengirim pesan lain bisa menggunakan MMS, email dari berbagai akun yang langsung di push ke ponsel secara real time. Dan untuk chatting, keduanya sangat baik karena tombolnya cukup besar, jadi asik digunakan pada layar vertical maupun horizontal. **Perangkat Keras dan Memori** Kebanyakan untuk saat ini, para vendor cukup berbaik hati memberikan ruang penyimpanan yang memadai. Keduanya dibekali memori RAM sebesar 512MB ditambah dengan memori ekstrenal microSD support hingga 32GB. Untuk saat ini harga sebuah microSD 4GB berada dikisaran Rp 35 ribuan, tergantung dari merk. Jadi untunglah Anda tidak harus membelinya. Kalau nantinya pilihan Anda IMO S68, Anda harus merogok kocek untuk [menenemkan microSD ](http://www.plimbi.com/article/4589/kartu-microsd "Empat Langkah Mudah Memperbaiki Kartu MicroSD Nokia N72")di tubuhnya. Dari penempatan slot microSD, kami pastikan keduanya tidak mendukung teknologi Hotswap, sehingga untuk memasang kartu memori harus mematikan ponsel dan mencabut baterainya. Bicara kinerja, prosesor yang digunakan berbeda, IMO S68 mengAndalkan chipset MTK6512, ARMv7 1 Ghz sedangkan sedangkan Pixcom mengAndalkan prosesor milik Qualcomm, MSM 7227A 1 Ghz (overclock 1,2Ghz). Jika melihat kinerjanya untuk melakukan browsing, bermain game, menjalankan beberapa aplikasi sekaligus, ada beberapa catatan yang membuat kami kurang nyaman. Ini tak hanya berlaku pada satu ponsel, melainkan keduanya. Pertama, koneksi tidak stabil manakala mengunduh aplikasi di Google Play. Kadang terputus begitu saja, padahal[ koneksi Wifi](http://www.plimbi.com/review/4591/tips-ipad "Tips iPad - Cara Setting Jaringan Ad Hoc Sebagai Pengganti WiFi Untuk Air Display") masih tersambung. Kadang suka hang sendiri, mungkin terlalu banyak menjalankan aplikasi sambil mengunduh. Banyaknya penggunaan dimaksudkan untuk mengetahui kinerja ponsel sesungguhnya. Jika mengacu pada software uji, di mulai dari IMO S68, untuk AnTuTu Benchmark di dapati angka total 3866, Quadran 1655, dan uji grafis dengan NeoCore adalah 32.3fps. Di sisi lain, angka-angka yang di dapati oleh Pixcom AndroNote adalah 3467 untuk AnTuTu, angka Quadran Benchmarknya 1592, dan 41.7fps untuk uji grafisnya. Dari skor ini maka dapat kita simpulkan bahwa keduanya memiliki kinerja yang tidak jauh berbeda. Mengenai kinerja baterainya, kapasitas IMO s68, sebesar 2200mAh, sedangkan Pixcom AndroNote ruang kapasitasnya lebih besar, 2500mAh. Angka ini berjalan lurus dengan ketahanannya. Memeng tak sampai sehari penuh dalam pemakaian full time, sekitar 9-8 jam waktu bicara untuk Pixcom AndroNote, IMO s68 berada dibawahnya. Untuk waktu siaga, kurang lebih selama satu setengah hari untuk kedua ponsel Perangkat Lunak Android Ice Crem Sandwich mwnjadi begitu populer ditanamkan dalam sebuah ponsel saat ini. meski pun tidak sesuai spesifikasi penunjangnya, tetap saja ada ponsel yang dipaksakan untuk memompa kinerja Android Ice Cream Sandwich tersebut. Baik Pixcom maupun IMO, masing-masing sudah berjalan dengan Android Ice Cream Sandwich. Jadi tidak heran ketika hampir seluruh tampilan menunya terlihat sama. Begitu pun dengan pengoperasiannya, jari Kami menari ditempat yang sama untuk menjalankan sebuah aplikasi atau sekedar pengoperasian stAndar komunikasi. Asiknya ponsel Android, kita bisa melakukan kostumisasi pada 5 home screen yang tersedia dengan berbagai aplikasi dan widget, sehingga tampilan muka ponsel kita beda dengan yang lainnya, meski menggunakan platform yang sama. Di IMO S68 ada game Angry Birds StarWars yang rivalnya tidak punya. Sementara untuk fitur organizer pada kedua ponsel sudah stAndar kelengkapannya, seperti jam, kalender, dan masih banyak lagi. Tidak banyak fitur unik yang jadi pembeda antara kedua ponsel ini. intinya jika Anda pernah sudah menggunakan Android Ice Cream Sandwich, akan akrab dengan dua ponsel ini, karena fitur dan penggoperasiannya stAndar sekali. **Konektivitas** Beradu koneksi keduanya memberikan kelengkapan yang sama. Untuk koneksi jaringan, sepertinya Pixcom AndroNote lebih unggul karena ada jaringan HSDPA, sementara cara lain akses internet bisa dilakukan kedua ponsel lewat jalur WiFi, tethering dan portable bisa [menggunakan Bluetooth.](http://www.plimbi.com/article/6194/penggunaan-bluetooth "Mengetahui Cara Penggunaan Bluetooth: Profile Bluetooth") Dalam paket penjualannya, kita bisa menekukan kabel data microUSB dan kabel jack audio 3.5mm. Kelengkapan ini memang terbilang stAndar, jadi wajar saja bila kelengkapan itu harus diberikan oleh kedua vendor. **Kamera** Kedua phablet sudah mengusung dual camera. Di bagian depan meski VGA tetap disematkan. Sementara untuk resolusi kamera dibagian belakang lebih unggul Pixcom AndroNote dengan 5MP disertai lampu kilat, sedangkan IMO S68 hanya dibekali 3.2MP tanpa didukung pencahayaan tembahan (flash). Ada kamera depan, namun resolusinya masih VGA, kami tidak menemukan adanya fasilitas untuk video call atau video chat. Artinya perlu adanya aplikasi pihak ketiga untuk melakukan video chat, biasanya pakai Skype. Kamera sering kali dadakan. Dalam berbagai kondisi, yang mengharuskan kemera atau video, jadi baiknya selelu pastikan bahwa microSD selalu tertanam di tubuh ponsel. Pasalnya jika tidak ada, maka kamera atau Video tidak akan berfungsi. Unsur-unsur pengaturan di kamera, tidak jauh berbeda, malahan di IMO S68 memberikan beberapa unsure tambahan lainnya seperti pengambilan gambar panorama. Mengenai hasilnya memang lebih terang milik Pixcom AndroNote, namun bukan berarti IMO S68 memiliki kualitas yang buruk. Tetap bagus namun kadang gambar terbanjiri warna kuning. Di malam hari, kamera Imo S68 kalah telak karena tidak adanya lampu kilat. **Audio dan Video** Kebutuhan audio dan video kadang menjadi menu banyak di cari pengguna. Memang tergantung pada kebutuhan, tapi para vendor membuatnya menjadi fitur stAndar yang mesti diperhatikan karena menjadi teman penghibur disela-sela waktu yang membosankan atau sekedar berbagai dan menikmati kontennya bersamaan. Maaf jika uraian kami balik lagi untuk antarmukanya, karena memang tidak ada yang berbeda di sini, kecuali ada aplikasi pihak ketiga yang memang sengaja ditanamkan. Seperti aplikasi Viki di IMO 68, aplikasi ini akan menemani sepanjang perjalanan dengan konten musik, video, news, film, Tv Show, dari berbagai negara dan asiknya aplikasi ini terintegrasi ke facebook jadi bisa berbagi konten.[ Aplikasi video streaming](http://www.plimbi.com/review/6416/aplikasi-video-streaming "Airview - Aplikasi Video Streaming Airplay untuk iPhone dan iPad") ini membutuhkan jaringan internet untuk dapat mengaksesnya. Aplikasi ini tidak dipunyai oleh Pixcom AndroNote tapi aplikasi ini sebenarnya ada di Google Play, dan gratis jika Anda ingin mengunduhnya. Pemutar musiknya diberikan Equalizer agar kita bisa menyesuaikan genre musik yang diinginkan. Radio FM juga disematkan sebagai musik hiburan lain selain pemutar musik. Untuk mengaktifkannya masih harus menancapkan earphone. [IRW]
0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads