Vendor asal China, Gionee merilis perangkat terbarunya dengan nama Gionee Elife S5.5. Perangkat ini merupakan ponsel Android Octa Core yang mengusung desain menarik karena adanya ketebalan yang hanya sebesar 5.6 mm saja. Vendor ini juga mengklaim bahwa Gionee Elife S5.5 merupakan ponsel pintar dengan desain paling tipis di dunia yang sebelumnya dimiliki oleh Huawei Ascend P6 dengan ketebalan yang hanya sebesar 6.2 mm.
Ponsel Android Octa Core ini memiliki layar sentuh berukuran 5 inci Full HD dengan balutan material premium yang menjadikan ponsel ini tampil dengan sangat elegan. Selain itu, terdapat juga Dual kamera, memori internal sebesar 16 GB serta didukung oleh RAM sebesar 2 GB.
Desain / Dimensi
Berbekal material Polycarbonate, ponsel Android Octa Core Gionee Elife S5.5 tampil dengan sudut yang tegas yang semakin membuatnya tampak sangat kokoh. Dengan pilihan warna Black, White, Blue, Pink dan Purple, ponsel yang memiliki dimensi bodi sebesar 145.1 x 70.2 x 5.6 mm, ponsel tertipis di dunia ini dilengkapi juga dengan material metal pada pinggirannya yang semakin memberikan kesan premium.

Layar dan UI
Ponsel Android Octa Core, Gionee Elife S5.5 mengusung layar sentuh berukuran 5 inci dengan resolusi Full HD sebesar 1080 x 1920 piksel dengan kerapatan 441 Ppi. Menggunakan teknologi Super AMOLED pada layarnya memberikan kualitas tampilan warna yang sangat baik dan natural pada layarnya. Yang lebih menarik dari ponsel ini adalah adanya tampilan antar muka yang di kostumisasi oleh Vendor dengan nama Amigo UI yang memberikan keunikan tersendiri pada layarnya.
Hardware
Gionee Elife S5.5 mengandalkan prosesor Octa Core berkecepatan 1.7 GHz untuk memuaskan penggunanya. Pengguna tentu akan merasakan kenyamanan saat beraktivitas menggunakan ponsel ini dengan kecepatan tinggi yang dapat dirasakan terutama saat menjalankan fitur multimedia, gaming atau browsing. Ponsel Android Octa Core ini juga didukung oleh RAM berukuran 2 GB serta berjalan pada sistem operasi Android 4.2 Jelly Bean yang juga di kostumisasi oleh Gionee yang akhirnya menamai OS mereka dengan nama Amigo OS 2.0.
Kamera
Keunggulan lain pada ponsel ini adalah adanya kamera utama dengan sensor 13 Megapiksel (4160 x 3120 piksel) yang dilengkapi dengan fitur LED Flash dan auto fokus. Pengguna tentu dapat mengambil sebuah gambar atau merekam video dengan kualitas gambar yang sangat jernih. Selain itu, pada sisi depan juga terdapat kamera bersensor 5 Megapiksel yang dapat dimanfaatkan untuk menjalankan fitur Video Call atau Video Chat.
Konektivitas
Ponsel Android Octa Core ini dibekali dengan Slot SIM Card yang dapat menjalankan operator GSM dengan frekuensi GSM 850/900/1800/1900MHz dan WCDMA 2100MHz/900MHz dengan kecepatan transfer data HSPA+, EDGE /GPRS, sampai dengan 21Mbps. Tidak hanya itu, Phablet ini juga didukung berbagai fitur untuk menjalankan konektivitas, seperti Bluetooth 4.0, Wi-Fi 802.11b/g/n Support WIFI Direct, MicroUSB dan USB On-The-Go.
Memori penyimpanan
Memori penyimpanan internal sebesar 16 GB terdapat pada ponsel ini dan bisa dimanfaatkan pengguna untuk menyimpan berbagai macam data dengan cukup leluasa. Namun, ponsel ini tidak melengkapinya dengan Slot memori penyimpanan MicroSD sehingga pengguna harus puas dengan memori yang telah disediakan di dalam Gionee Elife S5.5.
Baterai
Untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, pengguna dapat mengandalkan ponsel ini karena memiliki baterai berkapasitas cukup besar, yakni 2300 mAh Non Removable.
Fitur Lain
Gionee Elife S5.5 memiliki beberapa fitur pendukung seperti Music Player yang dapat memutar format AAC, M4A, MP3, OGG, WAV, WMA, Video: 3GP, DiVx,M4V, MP4, WEBM, GPS, A- GPS, Radio FM, sensor Accelerometer, proximity serta beberapa aplikasi bawaan Google, seperti Google Play Store, Gmail, Google Maps, Google Plus dan YouTube.
Harga dan Kesimpulan
Berbekal desain elegan dan sangat tipis, ponsel ini juga tetap memperhatikan fitur yang disematkan di dalamnya guna memuaskan pengguna yang bisa dijadikan pilihan untuk pengguna yang ingin mencari sebuah ponsel pintar yang memiliki bentuk Stylish. Ponsel ini direncanakan akan mulai dijual pada bulan Maret mendatang dengan banderol sebesar 370 US $ atau sekitar Rp 4,8 jutaan. [ARD]
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.