review

Huawei Ascend P6 - Handphone Android Huawei yang Diklaim Sebagai Android Tertipis

Huawei Ascend P6 - Handphone Android Huawei yang Diklaim Sebagai Android Tertipis

Huawei sepertinya tidak pernah berhenti berinovasi menciptakan handphone-handphone tipis. Setelah Huawei Ascend P1 yang mereka kliam sebagai handphone tertipis di dunia sekarang mereka mengeluarkan seri Huawei Ascend P6 yang lebih tipis lagi. Sepertinya masalah ketebalan menjadi salah satu daya tarik penting di pasar gadget terutama handphone. Perusahaan Cina ini menciptakan produk yang terlihat mewah dan menawan dengan harga yang terjangkau. Pasarnya besarnya (salah satu Indonesia) cukup menggemari produk-produk mereka. Beriku review handphone Android Huawei P6

Desain

Ketebalan produk ini hanya 6,18mm, lebih tipis 0,52mm dari saudaranya Huawei Ascend P1 (6,7mm). Selain murah, dia juga memberikan bahan yang bagus. Bodynya terbuat dari metal dan sedikit desain casis yang berbeda dengan yang lain memberikan kesan premium kepada penggunanya dari pada produk-produk Android yang di dominasi pelastik.

Namun ini tidak sempurna. Bila Anda menekan panel belakangnya sedikit ada pergeseran pada bagian tersebut. Belum lagi bila dihubungkan dengan suara. Getaran yang dihasilkan speaker menghasilkan suara yang kurang enak. Sepertinya produk ini masih perlu quality Kontrol yang lebih lagi untuk memprebaik permasalahan-permsalahan seperti ini.

Masalah lainnya adalah soal panas. Dengan desain handphone Android Huawei ini yang tipis maka akan mendorong atau membuat komponen-komponen lain lebih rapat lagi. Belum lagi bahan casisnya yang sebagian terbuat dari logam, tentu akan menghabntarkan panas pada bagian bodynya. Ini membuat pengguna kurang nyaman menggunakannya. Terasa ketika Anda sedang browsing atau menelpon atau bermain game.

Bahan metal ini mengitari pada bagian sisi dan tepi body, pada bagian sudutnya agak melengkung dan bawahnya yang membulat. Desainnya ini mirip dengan iPhone 4 dan 4S walaupun dibagian eksteriornya memang terlihat berbeda. Dari ukuran juga berbeda, dia berdimensi 132.7 x 65.5 x 6.2 mm, sedikit lebih besar dan lebih tinggi dari produk sebelumnya.

Display

Ascend P6 memiliki layar 4,7 inci dengan resolusi layar 720p. Ini tidak sebanding dengan ponsel Full HD seperti Sony Experia Z, HTC One atau Samsung Galaxy S4. Tetapi kembali lagi, harga dari produk ini jauh di bawah ponsel high-end tersebut. Teknologi layarnya menggunakan IPS dan LCD capatitive Toucscreen dengan jumlah warna 16M. Seharusnya dengan layar seperti ini mampu menampilkan warna dan gambar yang tajam. Namun tidak seperti itu juga. Icon dan teks tidak terlalu tajam. Untuk melihat kekurangan ini Anda harus melihatnya secara dekat. Tetapi walau begitu untuk menemani kegiatan sehari-hari Anda handphone ini cukup pantas.

Walau dari sisi tersebut dia agak kurang ketika mebuka website ponsel ini sangat baik. Website ditampilkan dengan resolusi tinggi. Pencahayaannya juga cukup terang, bahkan di bawah sinar matahari sekalipun. Warnanya kaya, sehingga kita bisa semakin menikmati browsing dengan perangkat ini. Apalagi ketika Anda melihat video di YouTube atau Netflix. Video terasa semkain bagus dan bersih. Anda dapat mengubah pengaturan ketajam tampilan video ini agar bisa menyesuaikan dengan koneksi internat Anda. ini salah satu fitur yang sangat bagus.

Userinterface

Produk ini menggunakan Android terbaru 4.2.2. Ketika melihatnya, Anda tidak akan mengira kalau mereka menggunakan Android karena Huawei mengemasnya untuk pengguna yang sering menggunakan Emoticon. Jadi menu-menunya dibuat agak berbeda. Tampilan ini disebut Emoticon UI 1.6. memang terlihat bagus dan berbeda, namun membuat menu-menu Anda menjadi sangat banyak. Ada Sembilan halaman pada homescreen untuk semua aplikasi yang disediakan, belum lagi bila Anda menambahnya dengan aplikasi dari Google Play. Ini membuat pengorganisasian aplikasi yang sulit. Apalagi kita tidak bisa menyortirnya dengan alphabetic atau apapunlah.

Performa

P6 menggunakan prosesor quad-core dengan clock 1,5GHz. Ini sedikit lebih lambat dari Samsung Galaxy S4, 1,9GHz tetapi tidak jauh berbeda. Jadi P6 tergolong ponsel yang bisa di andalkan dalam masalah kecepatan. Dengan prosesor seperti ini gerakan yang dihasilkan produk ini cukup halus dan responsive. Namun ketika penggantina menu atau halaman yang agak cepat ponsel ini memberikan pengalaman yang kurang nyaman. Ada sedikit gerakan patah-patah di sela pergantian tersebut. Ini bukan kualitas dari prosesor quad-core. Salah satu penyebabnya mungkin adalah Emoticon UI 1.6 yang mereka gunakan.

Untuk bermain game berat seperti Riptide GP ponsel ini menjalankannya dengan mulus. Tetapi ketika memainkan N.O.V.A 3 terasa agak berat dan lag. Salah satu penyebab ponsel tidak mampu memainkan game N.O.V.A 3 adalah frame rate yang rendah.

Kamera

Dibelakang body langsing P6 terdapat kamera 8 Megapixel dengan lampu flash LED. Pada keadaan yang cukup cahaya kamera ini mampu mengambil gambar yang cukup bagus. Tetapi beberapa noise bisa kita temui di belakang objek yang kita foto. Ada bagian gelap pada bagian objek yang kita foto. Pada keadaan kurang cahaya kamera menghasilkan gambar yang jelek. Gambar dihiasi noise di mana-mana dan bagian gelap belakang objek foto semakin jelas saja.

Kesimpulan

Kamera 8 Megapixel mereka benar-benar kurang bisa di andalkan walau di keadaan yang cukup cahaya lumayan. Selain itu, panas yang ditimbulkan perangkat ini lumayan menggangu pengguna. Bayangkan bila Anda sedang menelpon dalam waktu yang lama dan body perangkat memanas, ini kejadian yang tidak diinginkan pengguna pastinya. Namun ini akan menjadi pihan yang tepat bagi orang-orang yang senang dengan handphone tipis, hanphone yang tidak akan menonjol jika di masukkan kesaku celana. Produk ini  di bandrol US$436. Harga yang pantas untuk kualitas handphone seperti ini. Jauh lebih murah dibandingkan S4 atau Xperia Z.

Huawei sepertinya tidak pernah berhenti berinovasi menciptakan handphone-handphone tipis. Setelah Huawei Ascend P1 yang mereka kliam sebagai handphone tertipis di dunia sekarang mereka mengeluarkan seri Huawei Ascend P6 yang lebih tipis lagi. Sepertinya masalah ketebalan menjadi salah satu daya tarik penting di pasar gadget terutama handphone. Perusahaan Cina ini menciptakan produk yang terlihat mewah dan menawan dengan harga yang terjangkau. Pasarnya besarnya (salah satu Indonesia) cukup menggemari produk-produk mereka. [RIC[

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads