
Orang hamil biasa memiliki keinginan yang aneh-aneh. Seperti yang  dialami Silvia Julianti. Istri Agus Mile ini ngidam ingin perutnya  dielus Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Â
Permintaan tersebut  lalu disampaikan Agus melalui akun Twitter Ganjar. "Kemarin istri saya  bilang pingin dielus sama Pak Gub. Pak Gub siapa? Pak Gubernur Ganjar.  Akhirnya saya mention di Twitter," ujarnya, Kamis (23/11).
Â
Dia  mengaku hanya sekadar mention tanpa berharap kehadiran Ganjar karena  menyadari kesibukan sebagai gubernur. Dia pun kaget kala Ganjar  menyempatkan memenuhi ngidamnya Silvia sebelum berangkat ke kantor  Gubernur Jawa Tengah.
Â
"Ya kaget Pak Gubernur sampai rela ke RSUP Kariadi hanya untuk mengelus perut istri saya," ucap Agus.
Â
Kehamilan  ini, kata Agus, sudah ditunggu selama delapan tahun. Warga asal  Adiwerna Kabupaten Tegal itu sudah berusaha ke mana-mana untuk  mendapatkan keturunan, hingga ikut program bayi tabung di  Jakarta.
Â
"Akhirnya  kami ikut program dan ada embrio empat yang jadi. Dokter bingung mau  pasang dua atau empat. Kalau dua cuma 10 persen kemungkinan berhasil,  kalau empat 30 persen, makanya dokter masukan empat enggak tahunya jadi  keempatnya," ungkap Agus.
Â
Dari empat janin ternyata sudah ada  satu yang lahir pada Sabtu (18/11) dan berjenis kelamin laki-laki. Namun  karena lahir prematur, maka dua hari setelahnya meninggal dunia.
Â
Pasangan ini pun meminta Ganjar agar memberikan nama untuk ketiga janin yang kini masih berusia 27 minggu itu.
"Mungkin bisa kasih nama Pak Gub buat dedeknya?" ujar Agus.
Â
"Lho, lahir saja belum kok sudah dikasih nama. Gimana kalau trio, gethuk trio?" canda Ganjar.
Â
"Ampun (jangan) pak," jawab Silvia yang membuat orang seisi Ruang Kebidanan Kelas I nomor 3 tersebut tertawa.
Â
Ganjar  kemudian memunculkan tiga nama yaitu Anjar, Anjani, dan Arjuna.  Selanjutnya, Ganjar diminta untuk memegang perut Silvia sembari  mengucapkan,
Â
"Bismillahirrahmanirrahim, mudah-mudahan anak lahir  selamat, sehat, jadi anak soleh solehah, berguna untuk keluarga,  bangsa, semuanya. Ojo kesusu lahir, satu setengah bulan lagi, sabar  nggih," doa Ganjar.
Â
Ganjar mengungkapkan, permintaan masyarakat  yang disampaikan melalui media sosial memang unik-unik dan aneh. Namun,  menurutnya, ini adalah tentang kemanusiaan, kekerabatan, dan relasi  sosial.
Â
"Saat saya dapat mention dari suaminya ternyata diminta  istrinya yang ingin ditengok pak Gubernur, ingin dielus. Makanya  terpikir di kepala saya, coba ah saya tiliki, mungkin ini bisa  menyenangkan dan membahagiakan orang. Menurut saya ini lucu, menarik,  tidak pernah ada dalam pikiran saya," katanya.
Â
Tim dokter RSUP  Kariadi, Juliawati Ningrum mengatakan, tiga janin yang kini hidup di  perut Silvia ditangani oleh tim dokter khusus. Hal itu setelah satu  janin sebelumnya mengalami keguguran satu janin beberapa waktu lalu.
Â
"Nah  dengan seperti ini maka perlu pengarahan risiko infeksi. Karena kasus  seperti ini kan tidak banyak ya, beberapa laporan kasus menyebutkan ada  interdilevery, jadi proses persalinannya kita kasih jarak pertama, kedua  dan ketiga. Kalau itu harus lahir satu-satu. Tetapi kalau nanti bisa  cukup 3 minggu harus dilahirkan dengan operasi, " katanya.
Â
Jika  lahir normal, janin tersebut biasanya harus berusia 40 minggu. Namun tim  dokter menargetkan lahir operasi dengan usia kehamilan 34 minggu.
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.