Berdasarkan definisi OJK, Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) merupakan agenda internasional yang menjadi kelanjutan dari Tujuan Pembangunan Milenium atau Millennium Development Goals (MDGs). SDGs disusun oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan melibatkan 194 negara, civil society, dan berbagai pelaku ekonomi dari seluruh penjuru dunia.
Ditetapkan pada 25 September 2015, agenda SGD dibuat untuk menjawab tuntutan terhadap para pemimpin dunia dalam mengatasi kemiskinan, kesenjangan, dan perubahan iklim dalam bentuk aksi nyata. Diharapkan dalam waktu 15 tahun ke depan, yaitu tahun 2030 (terhitung dari tahun 2015), 17 (tujuh belas) tujuan global dan 169 (seratus enam puluh sembilan) target yang dijadikan tuntutan kebijakan dan pendanaan dapat tercapai. Tujuan dan target tersebut meliputi 3 (tiga) dimensi pembangunan berkelanjutan, yaitu lingkungan, sosial, dan ekonomi.
Intinya, para pemimpin dunia pada pertemuan ke-68 sidang umum PBB mengadopsi sekelompok tujuan baru yang dibangun dari Tujuan Pembangunan Milenium untuk mendorong keberlanjutan sebagai inti aspirasi pembangunan masa depan.
|
TUJUAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN |
|
|
Tujuan 1: Tanpa kemiskinan |
Tujuan 10: Berkurangnya kesenjangan |
|
Tujuan 2: Tanpa kelaparan |
Tujuan 11: Kota dan komunitas berkelanjutan |
|
Tujuan 3: Kehidupan sehat dan sejahtera |
Tujuan 12: Konsumsi dan produksi yang bertanggungjawab |
|
Tujuan 4: Pendidikan berkualitas  |
Tujuan 13: Penanganan perubahan iklim |
|
Tujuan 5: Kesetaraan gender |
Tujuan 14: Ekosistem laut |
|
Tujuan 6: Air bersih dan sanitasi layak |
Tujuan 15: Ekosistem darat |
|
Tujuan 7: Energi bersih dan terjangkau |
Tujuan 16: Perdamaian, keadilan dan kelembagaan |
|
Tujuan 8: Pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi |
Tujuan 17: Kemitraan untuk mencapai tujuan |
|
Tujuan 9: Industri, inovasi, dan infrastruktur |
 |
193 negara berdaulat yang menjadi anggota PBB akhirnya sepakat untuk mengembangkan seperangkat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Masa depan SDG pastinya akan dibangun dari pengalaman-pengalaman kaya dan pelajaran yang didapat dari penerapan Tujuan Pembangunan Milenium.
Kelompok Kerja Terbuka mengenai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dalam Sidang Umum PBB memberikan peluang unik guna menunjukkan bagaimana kepentingan fundamental hutan dan kehutanan bagi pembangunan berkelanjutan, khususnya kontribusi yang dapat dibuat di seluruh ragam aspirasi pembangunan.
Dalam Sidang Umum PBB, Kelompok Kerja Terbuka mengenai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan memberikan peluang unik guna menunjukkan bagaimana kepentingan fundamental hutan dan kehutanan bagi pembangunan berkelanjutan, khususnya kontribusi yang dapat dibuat di seluruh ragam aspirasi pembangunan.
Demi tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang terintegrasi, CIFOR--bersama para mitranya--mendirikan Forum Bentang Alam Global, di mana para mitra dari beragam sektor dan beragam kepentingan berkumpul.
Wu Hongbo, sekretaris bidang ekonomi dan sosial PBB, pernah mengatakan bahwa hutan akan tampil sangat penting dalam agenda pembangunan berkelanjutan internasional. Beliau menambahkan pernyataan tersebut dengan mengatakan bahwa perhatian lebih terhadap hutan memiliki arti bahwa kita turut berkontribusi akan perlindungan lingkungan hidup, pertumbuhan ekonomi, dan pengembangan sosial.
Kita perlu cara-cara untuk menerangkan tentang pembangunan berkelanjutan di mana pun kita berada. Dan hal tersebut harus mudah dipahami dan memungkinkan untuk diukur. Bila kita mau keberlanjutan dapat dipahami secara luas dan diinginkan, kita harus menghindari kerumitan. Dan perlu digarisbawahi bahwa kompleksitas tidak selalu berarti canggih.
Mengutip Sekjen CIFOR, Peter Holmgren, Pembangunan Berkelanjutan memiliki tiga dimensi--ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup.
- Dimensi ekonomi dari pembangunan berkelanjutan alan selalu berkaitan dengan pertumbuhan pendapatan tetap. Para ekonom akan memperdebatkan jenis pendapat apa yang tepat untuk digunakan, tetapi ukurannya akan dibuat dalam istilah moneter, yaitu Δ$.
- Dimensi sosial harus terkait dengan sejumlah isu yang sangat luas mulai dari hak akan kesehatan sampai hak akan pendidikan. Namun, suatu ukuran umum, dapat berupa bagaimana prioritas dan tindakan di area-area ini ditentukan. Dalam pengertian tersebut, peningkatan jumlah orang yang terlibat dalam pengambilan keputusan yang tetap dapat menjadi tolak ukur yang berguna, yaitu Δn.
Dimensi lingkungan hidup bahkan lebih rumit lagi, terdapat dua ukuran umum yang akan mengatakan kepada kita akan dampak langsung terhadap lingkungan hidup dan juga mengenai ketahanan alam dan kemanusiaan. - Pertama, pemulihan biomassa di lanskap-lanskap yang tetap dapat memberi beberapa dampak positif, yaitu ΔtC (ton karbon).
- Kedua, pengurangan penggunaan bahan bakar fosil dengan hasil yang diproduksi yang tetap akan dikehendaki, yaitu ΔJ/$ (Joule/USD, atau efisiensi energi).
Â
Â
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.