Para pecinta sepakbola pasti mengenal pemain legendaris yang satu ini. Hendrik Johannes Cruijff atau yang lebih dikenal dengan nama Johan Cruyff adalah pemain legendaris yang pernah membela Ajax dan Barcelona. Kabar terbaru dari Catalan menyebutkan bahwa legenda sepak bola asal Negara Kincir Angin ini telah meninggal dunia. Johan Cruyff meninggal dunia di Barcelona akibat penyakit kanker paru-paru yang dideritanya sejak bulan Oktober. Johan Cruyff menderita kanker paru-paru akibat kebiasaan merokoknya bahkan ada beberapa kabar menyatakan bahwa Cruyff menghabiskan 20 batang rokok dalam sehari (hayyooo yang merokok!!!). Johan Cruyff meninggal pada hari Kamis, 24 Maret 2016 di Barcelona.
sumber gambar: damar.my.id
Untuk mengenang Sang Legenda sepak bola ini, berikut beberapa kenangan tentang Johan Cruyff:
Awal Karir
Johan Cruyff lahir di Amsterdam pada tanggal 25 April 1947 (usia 68 tahun). Johan Cruyff bergabung dengan akademi sepak bolah Ajax Amsterdam ketika Dia berusia 10 tahun. Pada usia 10 tahun, Cruyff bukan saja gemar bermain sepak bola namun juga bermain baseball. Hingga akhirnya pada usia 15 tahun Dia benar-benar fokus pada sepak bola
Prestasi
Johan Cruyff memiliki segudang prestasi yang menkilat baik sebagai pemain maupun pelatih. Sebagai pemain, Cruyff pernah mengantarkan Ajax menjuarai liga domestik, menjadi pemain terbaik Belanda, dan Trofi Liga Champion untuk pertamakalinya bagi Ajax. Ketika pindah ke Barcelona, Cruyff menjadi pemain termahal pada saat itu dengan harga transfer sebesar 900,000 pounds. Prestasi yang di ukir di Barcelona pun tidak kalah hebatnya ketika bermain untuk Ajax. Di Barcelona, Cruyff sukses memberikan gelar La Liga untuk Barcelona.
Maestro Strategi
Permainan Barcelona selalu identik dengan sebutan Tiki-Taka. Sebenarnya tiki-taka sendiri adalah pola permainan yang digunakan oleh Tim Nasional Kamerun. Tiki-taka berarti bermain dengan sentuhan atau bola-bola pendek. Dasar permainan tiki-taka ala Barcelona adalah gaya permainan Total Football Belanda. Total Football adalah strategi yang dicetuskan oleh Rinus Mitchels ketika menjadi Pelatih Belanda dan pada saat itu menangani Cruyff. Ketika Cruyff menjadi pelatih Barcelona, Cruyff mencoba untuk menggabungkan tentang strategi Total Football dan Tiki-Taka dan hasilnya sangat mengagumkan. Barcelona menjadi sangat kuat dengan permainan menyerang secara keseluruhan (khas Total Football) dan menekan dengan umpan-umpan penek (khas Tiki-Taka).
Kontroversi
sumber gambar: www.pinterest.com
Sebagai pemain dan pelatih, Johan Cruyff terkenal begitu keras kepala sehingga sering menciptakan kontroversi. Kontroversi yang paling di ingat oleh para pecinta sepak bola tentunya kala Cruyff menolak menggunakan seragam Tim Nasional Belanda dengan embel Adidas. Awal ceritanya dimulai ketika pada Piala Dunia tahun 1974 Belanda resmi menggandeng Adidas sebagai sponsor. Adidas yang terkenal dengan ciri 3 garis pada saat itu membuat kostum Tim Oranje Belanda dengan 3 garis hitam pada bagian lengan. Namun Cruyff yang menjadi kapten pada saat itu menolak menggunakan kostum dengan 3 garis hitam di bagian lengan dan logo Adidas karena Cruyff sudah dikontrak oleh rival Adidas yaitu Puma. Hal tersebut membuat Pelatih dan Manajemen Timnas menjadi bingung karena dikhawatirkan jika Cruyff menolak masuk Timnas. Akhirnya jajaran Manajemen Timnas meminta kepada Adidas untuk membuat kostum khusus untuk Cruyff tanpa embel-embel Adidas. Adidas pun setuju dan membuat kostum khusus dengan 2 garis hitam dan tidak memasang logo Adidas pada kostum milik Cruyff tersebut. Coba Kamu lihat pada foto Timnas Belanda tahun 1974, terlihat bahwa Cruyff menggunakan seragam yang sedikit berbeda dengan rekan-rekan yang lainnya, bukan?Â
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.