news

Polisi Tidak Menemukan Adanya Al-Qur'an Yang di Jadikan Terompet di Surabaya

Polisi Tidak Menemukan Adanya Al-Qur'an Yang di Jadikan Terompet di Surabaya

Polisi Surabaya langsung merespon temuan trompet berbahan sampul Alquran di Jawa Tengah dan sekitarnya yang dijual di Minimarket. Polisi langsung mencari tahu apakah trompet serupa juga beredar di Surabaya.
"Kami sudah merespon hal itu. Anggota sejak siang sudah menyebar untuk mencari tahu apakah trompet serupa juga ada di Surabaya atau tidak," ujar Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya AKP Lily Djafar, Senin (28/12/2015).

Tidak hanya mencari tahu di minimarket saja, kata Lily, anggota juga menyebar dan mencari tahu di pedagang trompet. Namun hasil pencarian diaku Lily masih nihil. Masih belum ditemukan trompet berbahan sampul Alquran.

"Hasilnya sampai saat ini masih nihil. Kami juga belum menerima laporan apapun terkait masalah itu," tandas Lily.
Diberitakan sebelumnya, di Kendal, Jawa Tengah, dan daerah sekitarnya beredar terompet berbahan sampul Alquran. Untuk mencegah keresahan, polisi turun tangan.

Diketahui penjualan terompet berbahan sampul Alquran itu terbongkar setelah tokoh agama di Kendal mendapati tulisan lafaz Alquran dan tulisan "Kementrian Agama RI tahun 2013" pada terompet yang di jual di Alfamart. Pihak kepolisian langsung melakukan tindakan mengamankan terompet serupa dari 21 gerai Alfamart di Kendal.

Selain di Kendal, lanjut Liliek, ternyata terompet itu sempat beredar di Blora, Klaten, Demak, Pekalongan, Batang dan Wonogiri. Semua terompet serupa kini sudah diamankan polisi termasuk bahan bakunya.

Pihak Produsen,  juga sudah menyampaikan permintaan maaf lewat pemilik CV Ashfri Adv, Al Ashrihana yang mengatakan beredarnya terompet sampul Alquran karena kurang pengawasan.
"Kami memohon maaf kepada seluruh elemen masyarakat atas kejadian ini," katanya.
Corporate Communication GM PT Sumber Alfarina Trijaya Tbk, Nur Rachman mengatakan pihaknya langsung melakukan penarikan terompet dari seluruh gerai Alfamart di Kendal.

"Kami sudah konfirmasi dengan produsen sekaligus supplier (pemasok) terkait, agar secepatnya dilakukan penarikan produknya di toko-toko kami. Saat ini, bisa dipastikan tidak ada lagi produk tersebut di toko kami," ujar Nur. 

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads