article

BRIN Optimis Kembangkan Material Tujuan Ubah Minyak Kelapa Jadi Bahan Baku SAF

BRIN Optimis Kembangkan Material Tujuan Ubah Minyak Kelapa Jadi Bahan Baku SAF

Plimbi.com - Badan riset dan inovasi nasional (BRIN) kembangkan material metal organic framework (MOF) yang mampu bantu mengkonversi minyak kelapa menjadi sekitar 99 persen hidrokarbon. 

Hasil penelitian tersebut mempunyai selektivitas terhadap biovatur hingga capai angka 91.6 persen, membuka peluang pemanfaatan minyak nabati sebagai salah satu bahan baku sustainable aviation fuel (SAF). 

Para penliti ahli madya pusat riset kimia molekuler BRIN yaitu Deliana Dahnum mengatakan pengembangan SAF dibutuhkan karena sektor penerbangan masih bergantung pada bahan bakar fosil. 

ads

Indonesia mempunyai bahan baku nabati yang melimpah jumlahnya antara lain minyak kelapa dan produk turunan kelapa sawit. Namun bahan-bahan tersebut haruslah melalui proses deoksigenasi untuk hilangkan kandungan oksigen sebelum hasilkan hidrokarbon sesuai sebagai bahan bakar. 

Dalam penelitian yang dilakukan BRIN, pemanfaatan nikel senilai 10 persen terhadap MOF mampu mengkonversi minyak kelapa menjadi sekitar 99 persen hidrokarbon. Selektivitas terhadap biovatur mencapai 91.6 persen melalui proses pada suhu 350 derajat Celsius selama empat jam dengan tekanan hidrogen sebesar 30 bar. 

Hasil tersebut dikembangkan setelah tim sebelumnya menguji asam laurat sebagai salah satu senyawa model. Dengan pemuatan nikel senilai satu persen, konversi yang dihasilkan mencapai angka 99.8 persen. 

Hasil ini selanjutnya menjadi dasar pengujian menggunakan minyak kelapa sebagai salah satu bahan baku yang sebenarnya (realis). Penelitian dilakukan melalui desain struktur dan rekayasa situs aktif MOF untuk optimalkan konversi minyak nabati sekaligus tingkatkan selektivitas produk. 

Lebih lanjut tim memakai ZIF/67 sebagai sacrificial template untuk memuat logam aktif termasuk nikel, yang selanjutnya dipakai dalam serangkaian proses konversi minyak nabati. Rekayasa tersebut memungkinkan karakteristik dan situs aktif material disesuaikan dengan kebutuhan reaksi. 

Di samping dengan nikel, tim juga eksplorasikan penggunaan kobalt. Aktivitas kobalt belum setinggi nikel, tetapi hasil tersebut tunjukkan komposisi logam pada MOF bisa disesuaikan untuk mempengaruhi jalur reaksi dan karakteristik produk. 

MOF dapat kita modifikasi sesuai dengan kebutuhan. Struktur dan komposisinya dapat ditentukan, begitu juga situs aktifnya. Dengan demikian kita dapat mengontrol karakteristik material tersebut, tutup Deliana.*** 

 

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads