Plimbi.com - Transformasi digital di Indonesia sudah memasuki babak baru pada tahun 2026. Jika beberapa tahun yang lalu kebutuhan internet paling didominasi aktivitas seperti media sosial dan video streaming, kini lonjakan penggunaan layanan berbasis kecerdasan buatan (AI), komputasi awan (cloud) hingga aplikasi bisnis digital menyebabkan kebutuhan bandwidth meningkat secara signifikan.
Fenomena bersangkutan tidak hanya dirasakan oleh perusahaan-perusahaan besar melainkan juga oleh masyarakat. Penggunaan AI generatif untuk bekerja, belajar, menyusun konten, hingga mencari informasi menyebabkan lalu lintas data menjadi semakin padat.
Kondisi inilah yang dorong penyedia layanan internet untuk terus tingkatkan kapasitas jaringan supaya mampu mengakomodasi pertumbuhan kebutuhan digital. Laporan industri telekomunikasi tunjukkan bahwa adopsi fixed broadband di Indonesia terus alami peningkatan seiring kebutuhan rumah tangga terhadap koneksi yang lebih stabil dan berkapasitas besar.
Di sisi lainnya produk khusus layanan size 4G masih jadi tulang punggung aksi konektivitas nasional. Berkembang ke 5G yang dilakukan secara bertahap khususnya area perkotaan terhubung secara langsung dengan sektor industri. Teknologi AI tidak hanya butuh perangkat yang mumpuni melainkan juga adanya koneksi internet yang cepat dan stabil karena sebagian besar proses komputasinya berjalan melalui cloud.
Mulai dari membuat dokumen tertentu kemudian mengolag gambar dan menerjemahkan bahasa hingga menghasilkan video berbasis AI, seluruh aktivitas tersebut bergantung pada proses pertukaran data secara real time.
Akibatnya adalah kebutuhan terhadap jaringan berkapasitas tinggi menjadi semakin penting. Bukan hanya kecepatan unduh melainkan juga latensi rendah, kapasitas backbone dan kualitas koneksi internasional menjadi faktor yang menentukan pengalaman para pengguna.
Dengan meningkatnya konsumsi data-data akan menyebabkan investasi pada infrastruktur digital menjadi semakin strategis. Di samping memperluas jaringan fiber optik, operator juga mulai meningkatkan kapasitas backbone dan konektivitas agar mampu melayani pertumbuhan trafik data dalam beberapa tahun ke depan.
Langkah tersebut menjadi penting karena sebagian besar layanan digital yang digunakan masyarakat Indonesia terhubung dengan pusat data dalam berbagai negara. Sehingga semakin besar kapasitas jaringan internasional maka semakin baik pula kualitas akses menuju beberapa platform global.
Menjawab kebutuhan tersebut, Biznet pada tahun 2026 memperkuat infrastruktur digital melalui peningkatan kapasitas jaringan kabel bawah laut Biznet Nusantara Cable System/1 (BNCS/1) memakai teknologi WaveLogic 5 Extreme dari China.
Peningkatan ini memungkinkan dilakukannya penyediaan layanan yang berkecepatan hingga 400G sekaligus meningkatkan kapasiatas konektivitas antar pulau termasuk Bangka, Sumatera dan Jawa.
Setelah melalui proses upgrade yang bantu perlebar kapasitas terutama jalur Batam Singapura sehingga memperoleh akses secara langsung menuju layanan global jadi cepat dan lebih stabil. Presiden Direktur Biznet, Adi Kusuma menyatakan bahwa peningkatan jaringan dilakukan untuk menjawab kebutuhan bandwidth yang terus berkembang di era AI serta menghadirkan pengalaman digital yang lebih baik bagi para pelanggan.
Seiring AI cloud computing dan berbagai layanan digital menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari dimana keberadaan infrastruktur digital yang modern akan menjadi fondasi penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.***
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.