article

Mengenal Apa Itu Harvest Now Decrypt Later yang Bikin Wamenkomdigi Sempat Merasa Cemas

Mengenal Apa Itu Harvest Now Decrypt Later yang Bikin Wamenkomdigi Sempat Merasa Cemas

Plimbi.com - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) yaitu Nezar Patria mengingatkan munculnya ancaman baru terhadap keamanan data-data seiring dengan perkembangan komputasi kuantum. 

Salah satu ancaman yang perlu diantisipasi adalah praktik harvest now, decrypt later, ketika para pelaku mencuri dan menyimpan data-data terenkripsi untuk dibuka pada masa mendatang. Nezar jelaskan dalam bentuk skema tersebut para pelaku tidak harus secara langsung mampu membaca data-data yang berhasil dicuri. 

Data yang masih terlindungi enkripsi bisa disimpan hingga teknologi komputasi berkembang dan mempunyai kemampuan untuk memecahkan sistem enkripsi yang digunakan saat ini. 

ads

Menurut pendapat Nezar, perkembangan teknologi komputasi kuantum pegang potensi mengubah lanskap keamanan siber. Kemampuan komputasi yang jauh lebih besar di masa depan digunakan untuk mendeskripsikan data yang saat ini masih dianggap aman. 

Oleh karena itulah ancaman terhadap data tidak hanya butuh dilihat dari sisi kemampuan peretas untuk membobol sistem saat ini. Data-data yang dicuri hari ini juga pegang potensi menjadi target di masa depan ketika teknologi yang dibutuhkan untuk buka enkripsinya telah ready up grade. 

Nezar menilai kondisi tersebut menyebabkan Indonesia butuh mulai mempersiapkan sistem keamanan yang mampu menghadapi era komputasi kuantum. Salah satu langkah yang perlu dipertimbangkan adalah penerapan post quantum cryptography atau kriptografi pasca kuantum. 

Persiapan bersangkutan dinilai tidak bisa menunggu sampai komputer kuantum mempunyai kemampuan untuk membongkar sistem enkripsi yang digunakan secara luas. Pemerintah dan para pengelola sistem digital butuh mulai mempertimbangkan migrasi menuju metode kriptografi yang dirancang supaya menjadi lebih tahan terhadap ancaman komputasi kuantum. 

Nezar juga menilai adanya perubahan lanskap ancaman siber haruslah diikuti perubahan cara pemerintah dan industri membangun arsitektur digital. Keamanan tidak lagi cukup ditempatkan sebagai lapisan tambahan setelah sebuah sistem selesai dibuat. 

Pendekatan security by design dinilai butuh diterapkan sejak tahap awal pembangunan sistem. Dengan pendekatan tersebut, maka aspek keamanan sudah menjadi bagian dari perencanaan, desain hingga pengoperasian sistem digital. 

Pengalaman serangan ransomware terhadap pusat data nasional sementara (PDNS) 2 pada Juni 2024 yang lalu menjadi salah satu pembelajaran bagi pemerintah dalam mengevaluasi arsitektur keamanan siber nasional. 

Di samping itu perkembangan kecerdasan artifisial (AI) juga menyebabkan ancaman siber menjadi semakin kompleks. Nezar menilai AI bisa digunakan untuk memperkuat sistem pertahanan siber tetapi pada saat yang sama dapat dimanfaatkan pelaku untuk tingkatkan kemampuan serangan. 

Kondisi tersebut menyebabkan kebutuhan terhadap sumber daya manusia di bidang keamanan siber menjadi semakin besar. Indonesia tidak hanya membutuhkan infrastruktur dan teknologi keamanan melainkan juga talenta yang mampu memahami perkembangan AI, komputasi kuantum, kriptografi serta teknik serangan dan pertahanan siber terbaru. 

Nezar menyebutkan kebutuhan talenta digital Indonesia diperkirakan sudah capai sekitar sembilan juta orang pada tahun 2030. Sementara itu kemampuan menghasilkan talenta saat ini baru berada di kisaran tiga juta lebih. 

Melalui konteks tersebut ITSEC Cyber & AI Academy diharapkan bisa menjadi salah satu jembatan antara perkembangan teknologi di industri dengan kompetensi yang diperoleh mahasiswa maupun talenta digital. 

Nezar mengingatkan bahwa kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam melindungi data-data Indonesia. Dimana tanpa talenta yang kuat maka peningkatan jumlah data dan penggunaan teknologi digital justru bisa memperbesar risiko keamanan.***

 

 

 

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads