Plimbi.com - Tidak semua orang punya mimpi menjadi seorang pengusaha. Ada sebagian hanya ingin mempunyai penghasilan yang lebih bagus. Sebagian ingin keluar dari rutinitas pekerjaan.
Ada pula yang menghendaki bangun aset untuk masa depan. Selanjutnya mereka temukan satu titik yang tampil memberi janji. Sistem bisnis sudah tersedia. Produk telah mempunyai pasar. Terlihat sederhana.
Namun di balik peluang tersebut ada banyak keputusan yang menentukan apakah bisnis akan berkembang atau justru berakhir menjadi sebuah penyesalan.
Saat ini memilih franchise tidak lagi cukup hanya dengan melihat outlet yang ramai atau membaca brosur yang menawarkan balik modal dalam jangka waktu singkat. Di era teknologi, keputusan bisnis seharusnya dibuat dengan menjadi lebih cerdas.
Data-data pencarian, media sosial, ulasan pelanggan, lokasi digital, hingga performa iklan dapat menjadi bahan pertimbangan sebelum mengeluarkan modal. Dimana dunia teknologi kadang-kadang tidak dapat jamin kesuksesan sebuah franchise.
Tetapi dunia teknologi justru bisa difungsikan bantu kurangi keputusan diambil hanya didasarkan asumsi. Franchise adalah investasi. Seperti halnya investasi lainnya, selalu ada peluang sekaligus risiko. Kelompok brand yang sudah punya nama belum menjamin cocok di lokasi usaha yang baru.
Investasi berupa paket yang mahal belum tentu hasilkan keuntungan yang lumayan besar. Begitu pula sebaliknya franchise dengan sistem bisnis yang kuat dapat berkembang lebih baik karena mempunyai fondasi operasional yang jelas. Karena itulah keputusan sebaiknya dibuat berdasarkan data bukan sekadar promosi. Berikut ini beberapa hal yang butuh diperhatikan.
Yang pertama adalah mengenali reputasi brand. Ini bisa menjadi langkah awal untuk pelajari reputasi brand. Kamu harus aktif cari info berapa lama sudah bisnis bersangkutan berjalan. Perhatikan pertumbuhan outlet dari waktu ke waktu. Kamu bisa mengamati tentang kualitas produk dan pelayanan hingga pelanggan beri respons.
Di sinilah teknologi bisa bantu kamu. Pakai mesin pencari untuk bisa melihat bagaimana sebuah brand dibicarakan. Periksa media sosial, Google Maps, ulasan pelanggan hingga pemberitahuan di internet. Jangan hanya melihat jumlah pengikut saja.
Perhatikan juga apakah para pelanggan memberikan ulasan positif secara konsisten. Untuk membandingkan berbagai peluang usaha dari berbagai kategori, informasi franchise juga bisa dicari melalui portal seperti info franchise Indonesia. Dimana semakin banyak informasi yang dikumpulkan maka semakin mudah melihat gambaran sebuah brand secara lebih objektif.
Selanjutnya adalah pelajari sistem bisnis yang ditawarkan kepada kamu. Dimana nama besar bukanlah satu-satunya alasan membeli franchise. Yang sebenarnya kamu beli adalah sistem bisnis. Maka pastikan franchisor mempunyai SOP yang jelas, pelatihan, dukungan pembukaan outlet, pendampingan operasional hingga strategi pemasaran.
Memasuki era digital, sistem tersebut seharusnya menjadi semakin terintegrasi dengan teknologi. Tanyakan apakah tersedia sistem kasir digital. Apakah laporan penjualan dapat dipantau secara online? Apakah terdapat sistem manajemen stok? Bagaimana strategi pemasaran digital dijalankan?
Semakin baik sistem teknologi yang digunakan maka semakin mudah pemilik bisnis mendapatkan data untuk mengambil keputusan. Bisnis yang tidak mempunyai data seringkali hanya berjalan berdasarkan perasaan. Padahal angka bisa berbicara lebih jujur.
Terakhir adalah menghitung total investasi. Kesalahan paling umum adalah hanya melihat-lihat harga paket franchise. Padahal biaya sebenarnya jauh lebih besar. Lakukan penghitungan keperluan renovasi dan peralatan serta stok awal dan sewa lokasi serta biaya-biaya operasional dan gaji staf, promosi dan dana untuk cadangan.
Teknologi juga butuh masuk ke dalam perhitungan. Apakah bisnis membutuhkan perangkat kasir? Sistem pembayaran digital? Software manajemen? Biaya iklan online? Langganan aplikasi tertentu? Semua haruslah diperhitungkan. Sebab bisnis bukan hanya tentang berapa besar uang yang dikeluarkan pada hari pertama memulai. Yang terpenting adalah apakah bisnis ini akan kuat bertahan setelah outlet mulai dioperasikan.
Cara memilih franchise bukan sekadar menentukan brand yang sedang populer saja. Di era teknologi proses memilih franchise dapat dilakukan dengan lebih cerdas karena informasi menjadi semakin mudah diakses. Reputasi brand dapat ditelusuri secara digital. Target pasar dapat dianalisa melalui data. Lokasi bisa dipelajari melalui peta digital. Performa bisnis itu sendiri dapat dipantau melalui sistem berbasis teknologi.***
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.