Plimbi.com - Kelompok BTS menjadi sorotan setelah kolaborasi terbaru mereka dengan aplikasi Google Gemini, layanan kecerdasan buatan (AI) milik Google, memicu adanya perdebatan di kalangan penggemar dan warganet.
Kerjasama yang berlangsung muncul di tengah-tengah meningkatnya perhatian publik terhadap perkembangan teknologi AI. Dimana di satu sisi AI menawarkan beragam kemudahan dan memberikan inovasi.
Namun sisi yang utama adalah penggunaannya juga menimbulkan kekhawatiran terkait dampak lingkungan, hak cipta hingga potensi penyalahgunaan teknologi.
Salah satu bentuk penyalahgunaan yang menjadi perhatian adalah pembuatan konten deepfake, yang dalam beberapa kasus menargetkan pemakaian figure publik termasuk artis dan juga idol K/Pop.
Dalam situasi yang demikian, keterlibatan BTS dalam aksi promosi Google Gemini memunculkan beragam reaksi di media sosial. Ada sejumlah warganet mengaku kecewa dan mempertanyakan keputusan BTS untuk terlibat dalam kampanye yang berhubungan dengan teknologi AI.
Sebagian penggemar bahkan menyatakan tidak ingin mendukung atau membagi-bagikan konten promosi yang ada kaitannya dengan kolaborasi tersebut seperti dikutip dari Koreaboo.
Namun reaksi dari penggemar tidak sepenuhnya bernada negatif. Sebagian lainnya menilai kolaborasi tersebut merupakan bagian dari strategi pemasaran sekaligus bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi yang semakin sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari.
Perbedaan pandangan tersebut di atas selanjutnya memicu diskusi lebih luas mengenai posisi industri hiburan dalam perkembangan AI ke depannya. Dimana bagi sebagian pihak, keterlibatan artis dalam kampanye teknologi adalah hal yang wajar selama penggunaannya dilakukan secara bertanggung jawab.
Sementara pihak lain menilai perusahaan dan figure publik butuh lebih berhati-hati terhadap isu etika yang menyertai perkembangan AI. Sampai dengan saat ini BTS dengan pihak Google belum dapat berikan tanggapan resmi tentang kritik yang muncul sehubungan dengan kolaborasi yang berlangsung.
Kontroversi ini pun kembali membuka perdebatan mengenai bagaimana teknologi AI seharusnya digunakan dalam industri hiburan termasuk batas antara inovasi, kepentingan komersial serta perlindungan terhadap karya kreatif dan figure publik.***
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.