Pandeglang — Embun masih menggantung di ujung daun padi ketika deru alat berat memecah kesunyian Kampung Pangburangan, Desa Pasirgadung, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang. Pagi itu menjadi awal perubahan yang telah lama dinantikan warga.
Puluhan prajurit TNI bersama alat berat dan material pembangunan tiba di lokasi. Tak lama kemudian, warga berdatangan membawa cangkul, sekop, dan gerobak dorong. Tanpa komando panjang, mereka bekerja bahu-membahu membuka akses jalan yang selama bertahun-tahun menjadi hambatan utama aktivitas masyarakat.
Bagi warga Pasirgadung, jalan bukan sekadar penghubung antarkampung. Jalan adalah urat nadi kehidupan. Dari sanalah hasil panen diangkut menuju pasar, anak-anak berangkat ke sekolah, pedagang memasok kebutuhan pokok, dan warga memperoleh akses menuju layanan kesehatan.
Namun setiap musim hujan, jalan berubah menjadi kubangan lumpur. Kendaraan roda dua kerap tergelincir, biaya angkut hasil panen meningkat, sementara sebagian petani harus memikul hasil pertanian agar dapat keluar dari lahan. Kondisi tersebut membuat aktivitas ekonomi berjalan lambat dan menyulitkan kehidupan masyarakat.
Harapan akan perubahan akhirnya datang ketika Desa Pasirgadung ditetapkan sebagai lokasi pelaksanaan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 0601/Pandeglang. Selama hampir satu bulan, program terpadu yang melibatkan TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat itu membangun badan jalan, pengerasan jalan, gorong-gorong, tembok penahan tanah, serta dua titik sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga.
Namun, nilai terbesar TMMD bagi masyarakat tidak hanya terletak pada infrastruktur yang dibangun. Program tersebut menghidupkan kembali semangat gotong royong yang selama ini menjadi kekuatan utama kehidupan desa.
Sejak pagi, prajurit TNI dan warga bekerja berdampingan di berbagai titik pembangunan. Sebagian warga datang setelah memberi pakan ternak, sebagian lainnya menyempatkan waktu sebelum berangkat ke sawah. Mereka membawa peralatan sendiri dan bergotong royong menyelesaikan pekerjaan tanpa sekat.
Saat hujan turun dan alat berat belum dapat beroperasi, pekerjaan tetap berjalan. Warga bersama Satgas TMMD memanfaatkan waktu untuk membersihkan saluran air, menyiapkan material, atau menyelesaikan pekerjaan yang dapat dilakukan secara manual. Begitu cuaca membaik, seluruh pekerjaan kembali dilanjutkan.
Kebersamaan juga terlihat ketika waktu istirahat tiba. Di bawah rindangnya pepohonan, warga menggelar tikar sederhana. Para ibu menyuguhkan kopi, teh hangat, singkong rebus, dan pisang goreng. Di sela-sela istirahat, prajurit dan warga berbincang tentang musim tanam, keluarga, hingga harapan agar pembangunan mampu membuka peluang ekonomi yang lebih baik bagi desa mereka.
Komandan Kodim 0601/Pandeglang selaku Dansatgas TMMD Ke-129 menegaskan bahwa TMMD bukan hanya mengejar penyelesaian pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
"TMMD merupakan bentuk nyata kemanunggalan TNI bersama rakyat dalam memperkuat ketahanan wilayah sekaligus membantu pemerintah mempercepat pembangunan di daerah," ujarnya.
Menurutnya, setiap pekerjaan yang dilakukan memiliki tujuan jangka panjang, yakni mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat melalui kerja bersama.
Selain pembangunan jalan, perhatian masyarakat juga tertuju pada pembangunan dua sumur bor di Kampung Pangburangan dan Kampung Kaducalung. Selama bertahun-tahun, warga harus menempuh jarak cukup jauh untuk memperoleh air bersih, terutama saat musim kemarau.
Proses pengeboran berlangsung dengan berbagai tantangan hingga akhirnya mencapai lapisan air. Ketika air mulai menyembur dari pipa bor dan semakin jernih setelah proses pembersihan, warga yang sejak pagi menyaksikan pekerjaan spontan bersorak gembira. Senyum merekah di wajah mereka. Bagi masyarakat, air bersih bukan sekadar kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menghadirkan rasa tenang dan meningkatkan kualitas hidup keluarga.
Kepala Desa Pasirgadung, H. Nurmala, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan TMMD di wilayahnya. Menurutnya, program tersebut menjawab kebutuhan masyarakat yang selama ini mengharapkan percepatan pembangunan infrastruktur.
"Kami atas nama Pemerintah Desa dan seluruh masyarakat Pasirgadung mengucapkan terima kasih kepada TNI, khususnya Kodim 0601/Pandeglang, yang telah memilih desa kami sebagai sasaran TMMD. Program ini menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat terhadap pembangunan infrastruktur yang selama ini sangat kami harapkan," ujarnya.
Ia berharap infrastruktur yang dibangun mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, memperbaiki pelayanan publik, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang.
Menjelang berakhirnya program TMMD, perubahan mulai terlihat nyata. Jalan yang sebelumnya sempit dan berlumpur kini lebih layak dilalui kendaraan. Mobilitas warga menjadi lebih mudah, distribusi hasil panen lebih lancar, sementara dua sumur bor mulai dimanfaatkan masyarakat sebagai sumber air bersih.
Tokoh masyarakat sekaligus mantan Kepala Desa Pasirgadung, Hatta Firdaus, S.Pd.I., menilai keberhasilan TMMD bukan hanya diukur dari hasil pembangunan fisik, tetapi juga dari tumbuhnya kembali semangat kebersamaan masyarakat.
"TMMD bukan hanya membangun jalan, tetapi juga membangun semangat kebersamaan warga. Kami melihat sendiri bagaimana masyarakat bekerja bersama anggota TNI dengan penuh kekeluargaan. Ini menjadi bukti bahwa pembangunan akan berhasil ketika seluruh elemen masyarakat terlibat," katanya.
Bagi warga Pasirgadung, TMMD meninggalkan lebih dari sekadar jalan, gorong-gorong, tembok penahan tanah, dan sumur bor. Program tersebut meninggalkan pengalaman tentang arti bekerja bersama, saling percaya, dan bergotong royong demi kepentingan yang lebih besar.
Kelak, angka mengenai panjang jalan atau volume pekerjaan mungkin hanya tersimpan dalam laporan pembangunan. Namun bagi masyarakat, yang akan terus dikenang adalah jalan yang mempermudah langkah menuju sawah, air bersih yang mengalir ke rumah-rumah, serta kebersamaan yang kembali tumbuh di tengah desa.
Di Pasirgadung, pembangunan tidak hanya menghadirkan infrastruktur. Ia juga menghadirkan harapan baru bahwa ketika pemerintah, TNI, dan masyarakat bekerja bersama, perubahan nyata dapat diwujudkan dan manfaatnya akan terus dirasakan oleh generasi berikutnya.
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.