Plimbi.com - Aplikasi perbankan digital ubah cara generasi muda dalam mengelola keuangan dengan fitur dompet tabungan sejak menerima gaji pertama dua hari yang lalu.
Pendekatan ini mempunyai tujuan untuk memisahkan alokasi dana guna kebutuhan personal secara lebih terencana dan terukur.
Peningkatan layanan seperti bluSaving dan bluGether oleh blu by BCA Digital dipicu oleh kondisi peningkatan biaya hidup dan fluktuasi pendapatan. Platform ini kini melayani lebih dari tiga juta nasabah diominasi kaum muda.
Perencana keuangan OneShildt, Budi Rahardjo menilai skema kantong tabungan efektif untuk memudahkan pemantauan arus kas dan mengurangi pengeluaran konsumtif.
Budi menekankan pentingnya pemahaman finansial dasar dalam memakai teknologi ini supaya alokasi anggaran tetap tepat sasaran. Direktur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira mengingatkan risiko perilaku konsumtif yang tidak terarah adalah akibat tekanan ketidakpastian ekonomi.
Pengalaman pemanfaatan fitur kantong tabungan juga dibagikan oleh Dinda Prameswari (26) adalah seorang karyawan swasta di Jakarta yang mengatur dana jangka panjang dengan bluSaving supaya tidak tercampur dengan keperluan harian.
Dinda mengaku sebelumnya sering mengambil uang yang seharusnya dialokasikan untuk biaya kuliah atau dana darurat karena rekening yang tidak terpisah. Dia menerapkan pengendalian pengeluaran tetap fokus kepada tujuan keuangan jangka panjang.
Videografer freelancer yaitu Rizky Ananada (28) juga memakai metode pemisahan pos anggaran untuk mengelola pendapatan proyek yang tidak menentu. Menurut Rizky, pemisahan pos anggaran menjaga stabilitas modal kerja harian.
Head of Digital Business blu by BCA Digital, Edwin Tirta mengatakan bahwa menabung kini menjadi kegiatan sosial yang sifatnya fungsional melalui fitur bluGether dan bluSaving. Edwin juga mengingatkan pentingnya dana darurat sebagai prioritas utama dalam perencanaan keuangan.
Head of Marketing & Communications BCA Digital yaitu Ruli Himawan menekankan pentingnya integrasi investasi dalam gaya hidup anak muda melalui bluInvest. Ruli mengharapkan kemudahan akses bisa mendorong kebiasaan investasi yang sehat dan sifatnya berkelanjutan.
Data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menunjukkan pertumbuhan investor reksa dana senilai 9.71 persen hingga Juni 2026 dengan nilai 54.12 persen dari investor berusia di bawah 30 tahun yang mengelola aset senilai Rp44.84 triliun.***
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.