Plimbi.com - Anggota DPRD Kabupaten Lebak Medi Juanda menjelaskan koperasi desa merah putih (KDMP) yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto bisa percepat pengentasan kemiskinan dan menumbuhkan ekonomi desa serta mampu ciptakan lapangan pekerjaan.
Kehadiran KDMP ini dipastikan dapat menggerakkan perekonomian masyarakat desa meskipun saat ini ada banyak perdebatan terkait adanya implementasi koperasi bersangkutan.
Namun koperasi pegang potensi untuk datangkan manfaat terhadap pelaku UMKM sehingga mereka lebih mudah mendapatkan permodalan yang relatif aman juga bisa mengendalikan harga bahan pokok dan memutus mata rantai distribusi yang terlalu panjang sehingga harga terkendali dan terjangkau untuk kalangan masyarakat di desa.
KDMP juga bisa ciptakan lapangan pekerjaan baru dengan memberdayakan ekonomi berbasis komunitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang dibangun di desa-desa.
Lebih lanjut, ia mengatakan keberadaan KDMP juga bisa menekan urbanisasi sehingga semakin banyak generasi muda tertarik untuk mengembangkan usaha di desa.
Meskipun demikian, tantangan dan risiko koperasi juga ada contohnya sepi setelah diresmikan juga risiko kredit macet ke perbankan dan potensi ada penyimpangan hingga minimnya transparansi pengelolaan.
Di samping itu lemahnya pengawasan sehingga ada celah-celah untuk berbuat melakukan praktik korupsi dan juga tindakan gratifikasi.
Menurut dia sejatinya KDMP benar-benar adalah salah satu jenis program pro rakyat da nada sisi berkeadilan sehingga manfaatnya besar bagi masyarakat desa asalkan jangan sampai koperasi yang terbentuk hanya dimonopoli dan operasionalnya dilakukan sekelompok orang tertentu tetapi diharuskan libatkan semua lapisan masyarakat di desa.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak Imam Suangsa mengatakan KDMP di daerah ini yang sudah beroperasional sebanyak 78 unit dan bisa menggulirkan pertumbuhan ekonomi lokal juga penyerapan tenaga kerja baru bagi masyarakat.
Usaha yang dikelola koperasi tersebut mencakup tujuh unit antara lain kantor koperasi, kios-kios pengadaan bahan pokok, kios simpan pinjam, klinik kesehatan desa/kelurahan, apotek desa atau kelurahan, adanya sistem pergudangan atau cold storage serta sarana logistik.
Pihaknya mengapresiasi koperasi yang sudah berjalan dan mampu meningkatkan ekonomi sehingga kesejahteraan masyarakat setempat relatif baik pada akhirnya mampu mengentaskan kemiskinan, katanya menjelaskan.***
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.