article

Kembali Mahasiswa Indonesia Raih Penghargaan Apple Lewat Game Seri Against the Silence

Kembali Mahasiswa Indonesia Raih Penghargaan Apple Lewat Game Seri Against the Silence

Plimbi.com - Rasa cemas yang muncul berlebihan atau kecemasan sosial ketika diharuskan berbicara di depan umum seringkali dianggap sebagai sebuah kelemahan. Namun bagi Francesco Emmanuel Setiawan, pengalaman personal tersebut justru menjadi salah satu batu loncatan guna ciptakan sebuah inovasi digital yang sangat luar biasa. 

Ia adalah seorang mahasiswa tingkat akhir jurusan Ilmu Komputer dari BINUS University ini berhasil memenangkan penghargaan Apple Swift Student Challenge tahun 2026 berkat sebuah aplikasi playground interaktif yang unik. 

Kemenangan ini bawa Francesco masuk ke dalam jajaran bergengsi yaitu distinguished winner secara signifikan. Mencapai titik yang cemerlang inilah ia diberikan surat undangan resmi dari Apple Center untuk hadiri secara dekat ajang tahunan tema worldide developers conferences atau WWDC periode 2026 yang digelar di area Apple Park awal Juni ini. 

ads

Sejak kecil Francesco mengaku sebagai anak yang punya sifat pendiam, bukan karena tidak mempunyai ide, melainkan karena takut salah dan dihakimi oleh orang lain. Ia pun menyadari bahwa sifat pasif ini bisa menghambat masa depan dan karirnya maka ia mulai mencoba mengikuti kursus public speaking dan mengenal metode impromptu speaking. 

Dari sinilah ia menyadari bahwa kemampuan berbicara di depan umum bukan sebagai bakat bawaan melainkan sebuah keterampilan otot yang harus dilatih secara konsisten. 

Sebelum mulai tekan proses coding, Francesco lakukan riset mandiri dengan mewawancarai 22 profesional muda di sekitarnya. Hasilnya adalah cukup mengejutkan dimana 75 persen responden menghadapi kendala serupa ketika diminta untuk bicara secara spontan di area kerja maupun ruang kelas. Data-data inilah yang memantapkan langkah-langkahnya untuk bisa rancang sebuah game edukatif bertajuk “Against the Silence”. 

Aplikasi ini dirancang untuk ubah latihan public speaking yang menegangkan sebagai sebuah pengalaman bermain game yang tentu saja menyenangkan dilakukan. Di dalam game ini para pemain harus melawan karakter “Demon” yang berfungsi sebagai simbol dari rasa takut dihakimi. Uniknya cara untuk mengalahkan musuh tersebut adalah dengan memakai suara asli dari sang pemain. 

Para pemain akan disediakan topik yang diacak kemudian diminta untuk membela opini yang tidak populer seperti alasan mengapa buah nanas cocok dijadikan topping di atas pizza. Tantangannya adalah menjadi lebih seru karena para pemain wajib memakai kata-kata tertentu dan menghindari kata-kata sembarangan. 

Inilah sistem aplikasi yang juga mampu menghitung penggunaan filler word seperti “ummm” atau “hmm” secara real time yang bisa mengurangi skor permainan sehingga setiap sesi menjadi latihan yang terukur untuk penggunanya. 

Saat ini Francesco sedang berencana untuk terus berupaya lakukan penyempurnaan dan optimasi pada proyeknya yang canggih. Yang jadi cita-cita jangka pendeknya yaitu target mengembangkan proyek ini naik level iOS penuh berfungsi media speaking coach pribadi kemudian akan didistribusikan secara resmi untuk dipasang pada platform App Store.***

 

 

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads