article

Mengenal Clean Code: Kenapa Code yang Dapat Dibaca Itu Penting?

Mengenal Clean Code: Kenapa Code yang Dapat Dibaca Itu Penting?

Halo teman-teman programmer semua! Pernah nggak sih kalian ngalamin kejadian yang nyeremin kayak gini: Kalian diminta buat ngebenerin bug atau nambah fitur di proyek lama, terus pas kalian buka kodingannya, kode nya amburadul semua? Isinya berantakan, nama variabelnya aneh-aneh, semua fitur dipaksa masuk ke satu file, banyak comment yang ga diperluin.

Atau yang lebih parah, pas kalian buka kodingan lama yang kalian tulis sendiri, kalian malah ngelamun dan bingung sendiri kalau kode itu bener-bener dibuat oleh kalian atau tidak.

Nah, kalau kalian pernah ngerasain momen mumet itu, berarti kalian sedang berhadapan dengan masalah yang namanya "Dirty Code" atau kode yang jorok. Di artikel kali ini, kita bakal bahas lawannya, yaitu "Clean Code". Topik ini tuh sering banget diabaikan sama programmer pemula karena mikirnya "Ah yang penting jalan kan aplikasinya". Padahal nih temen-temen, di dunia profesional kerapihan kode itu harus didahuluin pertama. Alasannya kenapa? Yuk, kita obrolin bareng-bareng!

ads

"Code bersih" atau "Clean Code" itu maksudnya apa?

Gampangnya gini, Kode bersih, atau biar lebih keren kita panggilnya "Clean Code", adalah kode yang ditulis supaya mudah dibaca, mudah dipahami, dan mudah dipelihara serta mudah dikembangkan lagi oleh manusia.

Inget ya kata kuncinya: Manusia (Bukan AI). Biasanya para pemula nih yang dari awal ngodingnya cuman ngeprompt doang pake AI seperti ChatGPT atau Gemini. Hal itu ga disarankan ya, selain kalian bakal sulit untuk memahami code yang di-generated itu,code cuman hasil copy paste biasanya termasuk "Dirty Code" (Yang ngerti codenya cuman AI doang).

Masih banyak programmer yang mikirnya code yang dibuat itu cuman komunikasi antara kita sama komputer. Padahal, code itu seharusnya mudah dibaca/readable agar programmer lain yang bakal baca code itu nantinya ga bakal bingung. Komputer sih gak peduli code kalian serawut atau seberantakan apa, asalkan syntax yang kalian tulis udah bener, dia bakal jalanin. Tapi orang lain? Bisa stres kalau disuruh update code yang amburadul begitu.

Jadi, Clean Code itu bukan soal kode yang canggih atau pendek doang, tapi soal kode yang pas dibaca orang lain, orang itu langsung bisa ngerti fungsi code ini untuk apa tanpa harus baca dari awal sampai akhir.

Seberapa pentingnya kalian menerapkan Clean Code dari sekarang

Mungkin ada yang mikir, "Ah elah, yang penting kan fiturnya jalan, klien juga gak bakal liat kan kodingannya."

Jangan begitu lagi ya, meskipun kalian ngoding sendiri, Clean Code itu tetap penting. Nih, ada beberapa alasan kenapa Clean Code itu penting banget, apalagi kalau bekerja dalam tim.

Yang pertama adalah mudahin diri sendiri di masa depan. Percaya deh, kalian bakal berterimakasih ke diri kalian sendiri di masa lalu jika kalian mencoba menerapkan Clean Code dari sekarang. Kalau kalian nulis kode asal-asalan sekarang, bulan depan pas ada error, kalian bakal butuh waktu berjam-jam cuma buat ngerti alur code kalian sendiri. Tapi kalau codenya bersih? Kalian ga perlu baca codenya dari awal sampai akhir untuk nemuin kodenya.

Yang kedua adalah biar gak nyusahin temen setim. Kalau kalian kerja bareng tim, nulis code jorok itu berpotensi bikin kalian dimusuhin. Kasihan temen kalian yang harus nerusin kerjaan kalian. Code yang rapi itu bikin kolaborasi jadi enak, review kodingan jadi cepet, dan hubungan pertemanan tetap terjaga dan gak saling maki dalam hati pas baca kodingan.

Yang terakhir adalah gampang diubah-ubah (Maintainable). Klien itu biasanya hobinya minta revisi. "Mas, tolong fitur search sesuai filter ya.." Kalau code kalian Clean, ngubahnya gampang karena strukturnya jelas. Kalau kodenya Dirty? Baru mau nambahin function dikit di sini error-nya udah meledak sana-sini.

Langkah-langkah awal nerapin Clean Code

Clean Code bisa mulai kalian terapin dari sekarang, bahkan ga usah nunggu jadi ahli dulu. Kita bisa mulai dari hal-hal kecil yang biasa sering kita remehin.

Yang pertama adalah namain variabel yang jelas. Jangan pelit karakter! Hindari nama kayak `var a`, `var b`, atau `function proses()`. Gunakan nama yang menjelaskan isinya, misal `userAge`, `totalPrice`, atau `function calculateDiscount()`. Biar orang yang baca bisa langsung paham isinya apa.

Yang kedua adalah satu fungsi, satu tugas. Kalau kalian bikin fungsi, pastiin fungsi itu cuma ngerjain satu hal aja. Jangan numpukin logika login, kirim email, sama simpan database dalam satu fungsi saja. Pecah jadi fungsi-fungsi kecil biar gampang dikelola.

Yang terakhir adalah hapus code yang gak digunain. Sering kan kita nge-comment code bekas percobaan terus didiemin aja karena takut nanti butuh lagi? Nah, itu bikin kodingan jadi kotor. Hapus aja, kalau kalian udah ngerti codenya pasti ga bakal susah untuk buat lagi.

Penutup

Nah, gimana? Udah mulai kebayang kan kenapa Clean Code itu penting banget? Intinya, nulis kode itu harus kita bayangin kayak nulis buku cerita. Kalau tulisannya rapi dan alurnya jelas, pembacanya maupun penulisnya bakal seneng. Tapi kalau tulisannya berantakan dan alurnya lompat-lompat, jangankan pembacanya, penulisnya juga bakal pusing lihatnya.

Mulai sekarang, yuk kita biasain nulis kode yang rapi. Anggap aja lagi investasi waktu biar dimasa depan saat kita masuk ke industri kerja kita sudah terbiasa. Sekian dulu pembahasan untuk artikel. Sampai jumpa lagi di lain waktu!

 

Daftar Referensi:

- [https://www.codepolitan.com/blog/clean-code-adalah-pengertian-manfaatnya-dan-contoh-untuk-developer/]

-[https://medium.com/@muhammadardivan/mengenal-clean-code-lebih-dekat-7d670413084b]

-[https://www-freecodecamp-org.translate.goog/news/clean-coding-for-beginners/?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=tc]

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads