Halo teman-teman programmer semua! Bootstrap dan TailwindCSS adalah dua kerangka kerja untuk CSS yang paling populer dan banyak digunakan oleh seluruh programmer dunia. Kira-kira dari temen-temen semua sudah ada yang pakai salah satunya? Atau baru tahu sekarang dan belum pernah mencobanya sama sekali?
Untuk artikel kali ini kita akan membahas dua framework CSS ini. Ya kalian ga salah dengar, CSS yang merupakan bahasa untuk styling juga punya loh framework yang berbasis diatasnya, bukan cuman PHP atau Javascript doang yang punya. Alasan kenapa Bootstrap dan TailwindCSS disebut sebagai framework CSS akan dibahas di artikel ini, sekaligus kita akan juga membahas keunggulan dan kekurangan dari kedua framework ini biar temen-temen bisa mengira-ngira mana sih yang diantara kedua ini yang lebih unggul?
Nah penasaran ga sama kedua framework ini? Tenang saja, bagi temen-temen yang belum tahu apa-apa soal keduanya, kita juga bakal bahas kok pengertiannya. Jadi yuk, disimak artikelnya.
"Bootstrap dan TailwindCSS ini apa sih? kok bisa disebut framework CSS?"
Pertama-tama sebelum kita mulai membandingkan antar kedua framework CSS ini, kita harus menyamakan pemahaman dulu nih biar dari temen-temen semua ga ada yang bingung untuk kedepannya.
Kenapa sih Bootstrap dan TailwindCSS bisa disebut sebagai framework CSS? Ternyata alasannya ada pada fitur-fitur yang ada didalamnya. Keduanya, Bootstrap dan TailwindCSS, sama-sama menyediakan sekumpulan kelas utilitas atau lebih gampang disebutnya alat-alat siap pakai yang bisa diterapkan langsung pada HTML untuk styling page, alih-alih menggunakan CSS native yang sama seperti bahasa native lainnya, semuanya itu harus dibuat dari nol banget. Yah kalian tahu sendiri lah betapa ribetnya ngebuat semua kode dari awal menggunakan bahasa native.
Sama seperti framework-framework yang berbasis bahasa lain, Bootstrap dan TailwindCSS juga menyediakan aturan-aturan dan alat-alat yang bertujuan meningkatkan efesiensi kerja dan membantu para programmer dalam pengembangan aplikasi mereka. Kedua framework ini sama-sama menyelesaikan masalah klasik pada CSS yaitu penulisan styling CSS custom yang over dan tidak diperlukan.
"Ohh gitu, terus bedanya Bootstrap dan Tailwind ini apaan?"
Nah, meski Bootstrap dan TailwindCSS itu sama-sama framework berbasis CSS, tapi secara fitur mereka ini bisa dibilang beda banget nih antara satu sama lain.
Fitur utama dari framework Bootstrap adalah komponen-komponen yang berisi kumpulan kode siap pakai untuk mempercepat proses pengembangan website secara signifikan. Nah, fun fact temen-temen, Boostrap ini bisa dibilang adalah framework berbasis tiga bahasa, yaitu HTML, CSS, dan Javascript. Kenapa bisa dibilang begitu? Karena didalam komponen-komponen yang disediakan oleh Bootstrap biasanya sudah lengkap dengan HTML sebagai struktur, CSS sebagai styling, dan Javascript sebagai interaktivitas. Jadi misalnya pada komponen dropdown, didalamnya itu sudah ada tag HTML nya, styling CSS nya, dan event yang akan terjadi jika dropdown itu ditekan.
Nah kalau TailwindCSS itu bisa dibilang sebaliknya. Fitur utama dari framework TailwindCSS adalah sekumpulan kelas utilitas atau potongan kode yang bisa langsung dipakai dan diterapkan di tag HTML. Framework TailwindCSS ini mengedepankan konsep "Utility first", yang memungkinkan programmer membuat dan merancang design nya sendiri dengan gaya yang spesifik sesuai dengan keinginannya. Dan juga, framework ini menyediakan keresponsifan bawaan dan bisa digunakan hanya dengan potongsn kode yang singkat sepert sm:, md:, dan lg:.
"Hmm... Kalau gitu mending gunain framework yang mana?"
Yah sebenarnya diantara kedua framework ini sama-sama unggul, untuk pertimbangan memilih framework nya itu semua tergantung gaya koding dan kebutuhan kalian masing-masing.
Bootstrap itu cocok untuk kalian gunakan jika kalian butuh style yang konsisten dan produksi yang tergolong cepat. Komponen-komponen yang tersedia di Bootstrap seperti navbar, button, dan dropdown bisa memenuhi standaed design UI. Kekurangannya ya jika kalian ingin mengubah design nya, bahkan sedikit saja, bisa rumit mengedit komponennya. Yang berarti tampilan website kalian bisa mirip-mirip dengan website orang lain yang juga menggunakan Bootstrap.
Sedangkan TailwindCSS, itu cocok untuk kalian gunakan jika kalian ingin mengkostumisasi design UI kalian sendiri dan membuat style yang unik. Dengan kelas utilitas dan potongan-potongan kode yang disediakan oleh TailwindCSS kalian bisa membangun sendiri design unik yang kalian inginkan untuk di implementasikan di website kalian. Kekurangannya mungkin sudah bisa kalian tebak, karena potongan-potongannya itu ada beragam, kalian harus menggunakan waktu kalian untuk menghapal dan membiasakan diri untuk menggunakan framework ini, jadi pilihan ini gabakal cocok bagi kalian yang mau design yang sat-set beres.
Penutup
Nah, gimana nih? Udah dapet belum gambaran tentang framework CSS yang cocok buat kalian gunakan? Dari pengertian tentang Bootstrap dan TailwindCSS, sampai ke kelebihan dan kekurangannya, semoga bisa memberi temen-temen programmer semua pertimbangan tentang framework mana yang pas untuk website kalian. Sekian untuk artikel kali ini. Sampai jumpa di lain waktu ya!
Daftar referensi:
- https://www.codepolitan.com/blog/apa-itu-tailwind-css-bedanya-dengan-css-dan-bootstrap-jncwlv/
- https://www.codepolitan.com/blog/perbedaan-bootstrap-dan-tailwind/
- https://www.hostinger.com/id/tutorial/apa-itu-bootstrap
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.