article

Unreal Engine vs Unity: Mana yang Lebih Cocok untuk Developer Pemula?

Unreal Engine vs Unity: Mana yang Lebih Cocok untuk Developer Pemula?

Saat pertama kali masuk ke dunia game developer, satu pertanyaan yang hampir pasti muncul adalah: “Mending pakai Unreal atau Unity ya?” Kedua game engine ini memang sama-sama populer, punya fitur keren, dan sudah digunakan untuk membuat banyak game ternama. Tapi buat kamu yang baru mulai belajar, penting banget untuk tahu mana yang paling cocok dijadikan pijakan awal.

Unreal Engine: Graphics Paling Top

Unreal Engine, buatan Epic Games, dikenal banget karena kualitas grafisnya yang nyaris setara film. Bahkan tanpa banyak ngotak-ngatik, kamu sudah bisa melihat hasil visual yang realistis dan sinematik. Dari pencahayaan, efek partikel, hingga animasi, semuanya terlihat profesional sejak awal.

Hal lain yang menarik dari Unreal adalah sistem Blueprint-nya. Dengan fitur ini, kamu bisa membuat mekanik game tanpa harus langsung menulis kode. Buat yang belum familiar dengan dunia pemrograman, ini jelas sangat membantu. Komunitas penggunanya juga besar dan aktif, jadi kamu nggak akan kesulitan menemukan tutorial, asset gratis, atau forum diskusi.

ads

Tapi tentu saja, ada tantangan yang harus kamu hadapi. Unreal Engine itu berat. Kamu butuh perangkat dengan spesifikasi lumayan tinggi biar workflow-nya lancar. Kalau pakai laptop standar, bersiaplah untuk waktu loading yang lama atau bahkan crash. Selain itu, meski Blueprint memudahkan, cepat atau lambat kamu tetap harus belajar C++, yang dikenal lebih rumit daripada bahasa pemrograman lainnya.

Baca Juga: Mengenal Unreal Engine - Sosok dibalik Suksesnya Game Triple-A

Unity: Ringan, Fleksibel, dan Lebih Ramah untuk Pemula

Sementara Unreal menonjol di bagian visual, Unity lebih unggul dalam hal fleksibilitas dan kemudahan akses. Engine ini ringan dan bisa berjalan lancar di perangkat mid-end sekalipun. Jadi buat kamu yang baru mulai dan belum punya PC gaming, Unity bisa jadi pilihan yang jauh lebih nyaman.

Unity menggunakan bahasa C#, yang struktur sintaksnya lebih mudah dipahami oleh pemula. Banyak orang yang baru belajar coding merasa lebih cepat mengerti saat memakai Unity karena dokumentasinya jelas, komunitasnya aktif, dan banyak banget tutorial gratis di internet.

Selain itu, Unity cocok banget buat berbagai jenis proyek. Mau bikin game 2D, 3D, untuk mobile, PC, atau bahkan VR, semuanya bisa. Tapi memang, kalau kamu pengen hasil visual yang setara dengan Unreal, kamu harus meluangkan waktu lebih untuk melakukan tweaking di sana-sini. Dan kadang, update engine-nya bisa bikin pusing karena perubahan versi bisa bikin beberapa fungsi jadi error, apalagi kalau kamu belum terbiasa debug.

Baca Juga: Alasan 70% Mobile Game Developer Memilih Unity Sebagai Game Engine Mereka

Adu Royalty Penjualan Unity vs Unreal Engine

Bahasan ini mungkin masih terlalu awal buat para pelajar yang baru mau mulai masuk ke dunia game developer, tapi biar ga kaget ketika kita ditagih royalty atau “pajak” penjualan game, mari kita bahas disini Unity dibanding Unreal Engine mana nih yang paling nguntungin developer.

Pertama-tama mari kita mulai dari Unity, game engine ini menawarkan 4 paket langganan:

  1. Unity Personal: Paket ini gratis untuk orang yang mau coba Game engine ini dan para developer indie, yang total pendapatan bisnis mereka dibawah $200.000 atau sebanyak Rp3.263.500.000 pertahun.
  2. Unity Pro: paket ini dihargai $200 (Rp3.263.500) perbulan untuk satu pengguna. Paket ini diperuntukan bagi game dev berpengalaman dengan pendapatan bisnis diatas $200.000.
  3. Unity Industry: dihargai $450 (Rp7.342.875) perbulan untuk satu pengguna. Paket ini untuk Game devoper tingkat industry.
  4. Unity Enterprise:  Paket ini membutuhkan consultasi terlebih dahulu dengan pihak Unity sebelum berlangganan dan Harga yang ditawarkan paket ini pun dapat beragam. Paket ini diperuntukan bagi bisnis yang penghasilannya menyentuh $25.000.000.

Selain paket diatas ada juga paket Education untuk para pelajar dan pengajar.

Sekarang kita masuk ke Unreal Engine, tidak seperti unity yang pake sistem paket langganan, Unreal Engine bisa digunakan secara gratis dan bebas royalti, dengan syarat bila penghasilan game menyentuh $1.000.000 developer wajib membayar 5% dari pendapatan kotor per tahun.

Sebenarnya masalah royalty ini tidak perlu kamu pikirkan bila kamu masih baru belajar, kedua game engine ini menawarkan paket gratis yang sama-sama menguntungka pelajar kok!

Pilihan Akhir: Kembali ke Kebutuhan dan Gaya Belajar

Kalau kamu lebih tertarik dengan grafis realistis dan nggak masalah dengan spek tinggi serta kompleksitas, Unreal Engine bisa jadi tantangan menarik untuk dijajal. Tapi kalau kamu pengen mulai dari hal dasar, belajar coding secara bertahap, dan ingin engine yang ringan tapi fleksibel, Unity jelas lebih ramah untuk pemula.

Penutup: Jangan Takut Mulai

Memilih engine pertama itu seperti memilih kendaraan untuk perjalanan jauh. Mau pakai motor atau mobil mewah, yang penting kamu tahu ke mana arah yang kamu tuju. Unreal dan Unity sama-sama hebat, tapi yang paling penting adalah kemauanmu untuk terus belajar dan berkembang.

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads