article

Sejarah Bahasa Pemrograman: Perjalanan Panjang Bahasa Pemrograman dari Awal Sampai Sekarang

Sejarah Bahasa Pemrograman: Perjalanan Panjang Bahasa Pemrograman dari Awal Sampai Sekarang

Bandung, Plimbi.com -- Halo masbro! Pernah ga sih kepikiran sekali aja gitu, kode-kode yang bikin aplikasi kece di jaman sekarang kaya WhatsApp atau game gokil kaya Genshin Impact itu asalnya dari mana? Bahasa pemrograman yang dipake programmer buat ngoding itu datengnya dari mana sih? Kok kayanya tiba-tiba muncul aja gitu? Santai, kali ini aku bakal ajak kamu naik kereta jurusan sejarah bahasa pemrograman, dari stasiun purba sampe stasiun modern yang penuh kode canggih (dan bikin pusing). Yuk! simak penjelasannya di bawah!

Awal Perjalanan: Stasiun Purba Mesin Hitung

Bayangin bahasa pemrograman itu kaya kereta api yang bawa data dari satu stasiun ke stasiun lain. Perjalanan ini mulai dari jaman purba (buat bahasa pemrograman), sekitar abad ke-19, jauh sebelum kamu bahkan aku lahir masbro! Di tahun 1833, Charles Babbage, matematikawan Inggris, bikin Difference Engine, mesin hitung yang bisa dianggap lokomotif tua, cuma bisa ngeluarin satu jenis hasil. Trus, di 1843, dia upgrade ke Analytical Engine, kereta yang lebih canggih dan bisa diprogram pake kartu berlubang. Nah, di sinilah masuk Ada Lovelace, cewek jenius yang bikin catatan buat mesin ini, termassuk algoritma  buat ngitung angka Bernoulli. Ini kaya jadwal kereta pertama di dunia, makannya Ada disebut programmer pertama. Keren kan? Kaget kan? Di jaman sekarang yang programmer atau tech enthusiast itu di dominasi sama pria, ternyata programmer pertama di dunia itu cewek loh.

Stasiun Logika: Boolean dan Mesin Biner

Perjalanan kereta kode lanjut ke 1854, saat George Boole nemuin logika Boolean, sistem yang jadi dasar kode modern dengan "ya" dan "tidak" (0 dan 1). Ini kaya sinyal kereta api yang ngatur jalur pake lebih besar, lebih kecil, atau sama dengan. Terus, di 1935, Konrad Zuse, ilmuwan Jerman, bikin Z-1, kalkulator biner yang kaya kereta uap pertama, pake kode 0 dan 1. Di 1945, Zuse bikin Plankalkul, bahasa pemrograman tingkat tinggi pertama yang bisa bikin mesin catur komputer. Tapi, bahasa mesin Zuse masih ribet banget, kaya ngatur jadwal kereta pake kertas sama pensil, bikin orang pusing tujuh keliling dah!

ads

Stasiun Modern: Bahsa Tingkat Tinggi Muncul

Di 1949, kereta kode mulai ngegas dengan Short Code dari John Mauchly, bahasa tingkat tinggi buat komputer elektronik. tapi, Short Code ini lambat, kaya kereta yang harus berhenti di tiap stasiun buat nulis ulang tiket. Lalu, di awal 1950-an, Alick Glennie bikin Autocode buat komputer Mark 1 di Universitas Manchester (bukan Manchester United atau City ya cui), yang otomatis nerjemahin kode ke bahasa mesin, kaya mesin tiket otomatis di stasiun modern. DI 1957, John W. Backus di IBM bikin FORTRAN, bahasa yang bikin ngoding lebih gampang buat komputer mainframe, kaya kereta cepet yang bawa data lebih efisien. Trus, Grace Hopper bikin FLOW-MATIC di 1959, yang jadi cikal bakal COBOL (Common business-oriented language), bahasa buat bisnis yang populer banget di mainframe, kaya kereta kargo yang nganter data ke bank-bank.

Stasiun Kekinian: Bahasa C dan Dunia Modern

Di 1972, Dennis Ritchie dan Brian Kernighan bikin C, bahasa yang kaya kereta super cepat, fleksibel, dan jadi dasar buat banyak bahasa lain kayak C++, Java, sampe Python yang muncul di 1991. Ini kaya stasiun besar yang jadi hub buat kereta-kereta baru. Bahasa-bahasa ini bikin ngoding jadi lebih gampang, kaya naik kereta listrik ketimbang kereta uap. Sekarang, ada bahasa kaya Lua buat Roblox atau visual programming di Scratch, yang bikin anak-anak pun bisa ngoding, kaya naik kereta mainan tapi tetep kece. Bahasa pemrograman terus berevolusi masbro, biar programmer ga pusing dan aplikasi makin canggih.

Baca juga :https://www.plimbi.com/article/179944/php-itu-apa-sih-yuk-intip-perjalanan-bahasa-web-paling-populer

Kenapa Harus Peduli Sama Sejarah Ini

Ngerti sejarah bahasa pemrograman itu kaya tahu rute kereta favorit kamu. Kalau kamu goding, paham asal-usulnya bikin kamu lebih ngerti kenapa bahasa kaya Python gampang dipake, atau kenapa C++ butuh otak ekstra. Plus, ini ngasih respect ke pionir kaya Ada Lovelace atau Konrad Zuse yang bikin dunia digital kaya sekarang. Tapi hati-hati masbro, jangan asal masuk ke dunia ngoding tanpa dasar, itu kaya kamu naik kereta tapi asal beli tiket, ntar bisa nyasar. Serius, kalau mau mulai ngoding, pelajari bahasa yang simpel dulu kaya Python, jangan langsung ke C++ soalnya nanti bingung sendiri kaya orang nyasar karena salah jurusan.

Kesimpulan: Naik Kereta Kode dengan Bijak

Sejarah bahasa pemrograman itu kaya perjalanan kereta dari stasiun purba pake kartu berlubang sampe kereta super cepet kaya Python atau Java. dari Analytical Engine Ada Lovelace, logika Boolean, sampe Plankalkul, FORTRAN, dan C, setiap stasiun bikin ngoding makin gampang dan dunia digital sekarang makin kece badai. jadi, kalau pengen jadi programmer, jangan cuma ngeliatin kereta lewat, naik dan pelajari rutenya masbro. Mulai belajar ngoding di platform kaya Dicoding, jangan ngerasa paling jago kalau udah ngerti, inget masbro! Diatas langit masih ada langit. Jadilah seperti para sepuh yang merendah sampe ke inti bumi, dan jangan lupa scroll fesnuk sama join komunitas IMPHNEN (Ingin Menjadi Programmer Handal Namun Enggan Ngoding). Salam titik koma.

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads