article

Mengenal Overclocking: Cara kerja, Manfaat, dan Resiko

Mengenal Overclocking: Cara kerja, Manfaat, dan Resiko

Bandung, Plimbi.com -- Kalau kamu sering denger kata "Overclocking" waktu nonton video yang bahas, review, testing PC dan sebagainya, tapi kamu masih belum terlalu paham apa sih maksudnya? overclock itu apa? sebenernya aman atau engga kalau overclock dan banyak pertanyaan yang terbesit di kepala kamu. Kalau gitu kamu harus baca artikel ini supaya paham apa itu overclock, gimana cara kerjanya, cara overclock itu gimana, manfaat dan resiko overclock itu seperti apa? Yuk, simak pembahasan dan penjelasan menarik di bawah!.

Apa Sih, Overclock atau Overclocking Itu?

Mulai dari pembahasan utama, sebelum kamu mendalami tentang cara kerja dan sebagainya kamu harus paham dulu apa itu overclock atau overclocking. Jadi sederhananya, overclocking itu ibarat kaya kamu punya kuda dan kamu sebagai penunggang pengen kuda kamu itu lari lebih cepat dengan cara memukulkan tali ke kuda yang alhasil larinya bakal lebih cepet dari yang dia bisa. Overclocking juga mirip kaya gitu, kamu ngatur komponen pemrosesan biar kecepatan frekuensi kerja (clock) nya melebihi batas bawaan dari pabrik. Contoh nya kamu punya prosesor yang base clock nya 3.5 GHz, terus kamu paksa dia kerja di 4.2 GHz itu artinya kamu ngelakuin overclocking.

Biasanya pabrik ngasih batas aman supaya komponen kamu tetep awet dan ga cepet rusak. Tapi buat sebagian orang, apalagi yang hobinya atau pekerjaannya perlu performa tinggi batasan itu justru malah jadi tantangan buat mereka.

ads

Komponen Apa Aja yang Bisa Di-overclocking?

Pada umumnya overclock itu biasanya dilakuin ke CPU sama GPU, tapi sebenarnya masih ada komponen lain yang bisa di overclock. Ini beberapa contohnya:

  • CPU (Central Processing Unit) : Ini nih komponen yang pasti dan sering orang-orang overclock apalagi seri "K" dari Intel atau "Unlocked" dari AMD Ryzen.
  • GPU (Graphics Processing Unit) : Emang komponen ini ga terlalu sering di overclock tapi ga jarang juga, terus buat nge-overclock nya bisa lewat software "MSI Afterburner" yang biasa orang pake.
  • RAM (Memory) : Nah kalau buat RAM sendiri jarang ada orang yang overclock, bahkan waktu pertama kali tahu saya lumayan kaget tapi masuk akal. Buat nge-overclock nya bisa diatur lewat XMP profile atau manual tuning.
  • Monitor : Kaget kan? sama saya juga, bikin heran tapi ini beneran bisa di overclock buat naikin refresh rate nya misal dari 60Hz ke 75Hz.

Tapi yang pastinya, overclocking RAM sama monitor tuh cuman kaya buat pelengkap aja gitu. Biasanya lebih berfokus ke CPU atau GPU yang berpengaruh banget sama performa.

Gimana Sih, Cara Overclocking Bekerja?

Kaya yang udah dijelasin di awal, kaya kamu nge-pacu kuda buat lari lebih cepet dari kecepatan biasanya. Makin tinggi kecepatan kerja prosesor atau kartu grafis, makin cepet juga nyelesain tugas-tugasnya bahkan tugas berat sekalipun (sesuai frekuensi maksimal kecepatan clock komponennya). Tapi, ada harga yang harus dibayar yaitu panas berlebih dan konsumsi daya yang ekstrem.

Secara teknis, overclocking itu naikin multiplier atau base base clock di BIOS/UEFI buat CPU, atau pake software khusus buat GPU. Setiap kenaikan frekuensi biasanya dibarengin sama penyesuaian voltase atau tegangan, itu yang bikin suhu bisa naik drastis.

Apa Aja Manfaat dari Overclocking?

Buat yang belum pernah nyoba, mungkin muncul pertanyaan "Ngapain sih repot-repot overclock?" Jawabannya bisa kamu temuin di beberapa manfaat overclock berikut:

  • Performa Lebih Tinggi

‹Udah jelas, overclocking ini bikin komponen kamu kerja lebih cepet dari biasanya. Ini cocok banget buat kamu yang suka gaming berat, rendering, editing video, atau apalikasi yang butuh CPU/GPU cepet.

  • Maksimalin Potensi Komponen

Kalau kamu beli prosesor bagus tapi belum unlock performa maksimalnya, overclocking bisa jadi solusi buat "mengeluarkan" semua kekuatan yang dia punya.

  • Lebih Hemat (Tapi Relatif)

Dengan overclocking, kamu bisa dapet performa setara komponen kelas atas tanpa harus upgrade. Misalnya, Ryzen 5 5600X yang di-overclock bisa nyaingin performa Ryzen 7 5800X di beberapa kasus dan skenario.

Apa Aja Resiko dan Kekurangan Overclocking?

Sekali lagi kaya yang dibilang di awal, waktu kamu pacu kuda buat lari lebih cepet dengan cara kamu pukulin tali emang bikin dia lari lebih cepet dari biasanya tapi pasti abis itu kuda kamu bakal kecapean dan kesakitan karna kamu pukulin terus, kejam sih kalau terus-terusan sama ga dikasih istirahat, bakal fatal ke kesehatan kudanya. Gitu juga komponen kamu yang disuruh buat kerja lebih berat dari biasanya dan kalau kamu pake terus terusan pasti bakal ada resikonya, apa aja resiko dan kekurangannya? nih beberapa poinnya.

  • Suhu Tinggi

Makin tinggi clock speed, makin panas juga suhu komponen. Kalau sistem pendingin kamu masih kentang atau kurang mumpuni, bisa overheat terus bakal nyebabin crash bahkan kerusakan permanen.

  • Konsumsi Daya Naik

Overclock juga bikin komponen haus listrik. PSU (Power Supply Unit) harus cukup kuat dan stabil, kalau engga ya PC bisa mati mendadak atau restart terus. Ya mikir aja, kamu suruh kuda buat lari lebih cepet dari biasanya tapi gadikasih makanan yang cukup dan layak mana bisa dong kudanya lari lebih cepet.

  • Tidak Stabil

Kalau overclock-nya kebablasan, sistem bisa jadi ga stabil. Misalnya tiba0tiba blue screen, nge-freeze, atau aplikasi jadi sering crash. Ini biasanya karena voltase kurang, atau setting yang ga cocok.

  • Umur Komponen Lebih Pendek

Meski ga langsung rusal, overclocking jangka panjang bisa memperpendek umur komponen karena terus-terusan dipaksa kerja lebih keras dari batas normal. Dipertimbangin lagi kalau mau overclocking jangan seenaknya pake apalagi terus-terusan, mau cepet mati (rusak) itu komponennya?.

Apa Aja yang Harus Disiapkan Seblum Overclocking?

Sebelum mulai overclock, pastiin beberapa hal penting ini udah siap :

  • Motherboard Mendukung

Ga semua motherboard support overclocking. Buat Intel, cari yang chipset-nya seri "Z" kaya Z690, Z790. Buat AMD, cari yang seri B atau X.

  • CPU & GPU yang Bisa Di-overclock

Kaya yang udah dibahas tadi, CPU akhiran "K" (Intel) atau "X" (AMD), umumnya bisa di-overclock. GPU custom dari pabrikan kaya ASUS, MSI, Gigabyte juga biasanya mendukung.

  • Sistem Pendingin yang Bagus

Air cooling high-end atau liquid cooling direkomendasiin biar suhu tetap aman. Jangan ngarep stock cooler bisa tahan overclock, ya dipikir masbro.

  • PSU Berkualitas dan Cukup Daya

Minimal bronze certified dan watt-nya lebih dari cukup. Kalau CPU dan GPU sama-sama di-overclock, jangan pelit di sektor PSU.

  • Software & Pengetahuan Dasar

Gunain Software kaya CPU-Z, HWMonitor, Cinnebench, sama MSI Afterburner buat pemantauan. Dan tentuu, pahamin dulu dasar BIOS/UEFI setting sebelum di utak-atik, jangan so jago deh kalau belum tau nanti ngerasain sendiri akibatnya.

Tips Overclocking untuk Pemula

Jangan buru-buru, ini nih tips buat kamu yang masih pemula dari saya juga yang pemula (pemain udah lama):

  • Naikin clock speed diki-dikit sambil tes kestabilannya, jangan kelewatan mentang-mentang komponennya ngedukung. dipikir sama di-tes dulu.
  • Inget! Awasin suhunya, jangan biarin CPU lewat dari 85°C pas pemakaian berat. Kamu mau overclock apa masak air, titik didih air 100°C terus kamu overclock sampe panasnya hampir segitu?.
  • Rajin-rajin tes performa pake benchmark sama stress test, tapi jangan sampai kamu stress beneran karena bingung gimana caranya. Tutor sama orang berpengalaman banyak, bisa liat atau tanya langsung biar pasti.
  • Simpen profile overclock kamu kalau udah ketemu setting yang stabil, foto sama mantan aja disimpen masa settingan overclock ga disimpen sih ish-ish.
  • Jangan sering ganti-ganti voltase kalau belum paham dampaknya, intinya jangan so jago deh kalau belum bener-bener paham.

Sebenernya, Perlu Ngak Sih Overclocking Itu?

Balik lagi ke kebutuhan kamu. Kalau kamu pake PC buat keperluan biasa kaya ngetik, browsing, atau streaming, overclocking bisa dibilang ga terlalu penting. Jatuhnya ngelawak kalau pemakaian ringan di-overclock, kamu mau masuk panggung stand up comedy gitu? ada-ada aja masbro ini. tapi kalau kamu suka gaming kompetitif, sering rendering atau editing, sama mau performa tinggi dari komponen yang kamu punya. Overclocking bisa jadi pilihan menarik buat dipertimbangin sama di eksplorasi. Asal tahu batasan aja sama tahu resiko yang kamu ambil, overclocking emang memuaskan dan seru (kalau mampu dan paham).

Jadi, Gimana Kesimpulannya?

Overclocking itu kayak pedang bermata dua. Di satu sisi bisa kasih performa maksimal, tapi di sisi lain bisa jadi bumerang kalau dilakuin asal-asalan. Makannya, penting banget buat belajar dulu, pelajari karakter komponen kamu, dan jangan pernah abaikan sistem pendingin sama kestabilan.

Menurut saya pribadi, overclocking itu keren… tapi bukan buat semua orang. Kalau kamu termasuk orang yang suka ngulik dan punya waktu untuk trial & error, silakan dicoba. Tapi kalau kamu lebih butuh sistem yang aman, stabil, dan tahan lama, mending gunain komponen sesuai spesifikasi standarnya aja.

Intinya balik lagi sama apa yang saya ulang-ulang diatas, kalo overclock dipikir masbro jangan so jagoan kalau belum paham sama mampu. kalau komponennya mampu kamunya ga paham sama aja bohong, kalau kamunya paham tapi komponennya ga mampu jangan maksain deh mending nabung.

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads