article

Atomic Design: Cara Membangun UI dari Molekul hingga Halaman

Atomic Design: Cara Membangun UI dari Molekul hingga Halaman

Pernahkah kamu merasa saat membuat desain antarmuka aplikasi berubah-ubah? Atau komponen yang sama harus dibuat berulang-ulang? Mari kita kenali metode yang bisa membantu kita dalam membuat desain, yaitu metode Atomic Design.

 

Apa itu Atomic Design?

Atomic design adalah metode dalam desain antarmuka pengguna yang berfokus pada pembuatan sistem dan komponen, bukan cuman pembuatan halaman atau tampilannya saja. Metode ini dimulai dengan merancang komponen-komponen dasar, seperti label, tombol, paragraf, atau heading sebagai awal mula bagian dari sebuah sistem desain yang akan menjadi lebih besar.

ads

Tujuan dari menggunakan atomic design ini adalah supaya kita bisa membuat kumpulan unsur desain yang berguna sebagai template atau framework.dalam membuat berbagai halaman atau tampilan. Metode ini dapat membantu kita dalam membangun konsistensi dan efisiensi proses desain.

 

Sejarah Atomic Design

Atomic design merupakan konsep metode dari seorang desainer web dan pengembang bernama Brad Frost. Brad Frost ini adalah seorang ahli desain dengan banyak pengalaman dalam mengembangka berbagai web dan aplikasi.

Brad Frost menjelaskan konsep atomic design di dalam sebuah artikel yang ia tulis di websitenya. Dimana artikel tersebut adalah salah satu sumber utama yang menjelaskan prinsip-prinsip dasar dan konsep-konsep yang menjadi dasar dari metode atomic design ini. Dalam pengembangan antarmuka pengguna atau UI dan pengalaman pengguna atau UX ini atomic design menjadi semakin terkenal dan sudah banyak diterapkan dalam industri desain karena metode atomic design ini sudah menjadi panduan untuk para desainer dan pengembang agar bisa menciptakan sistem desain yang lebih terstruktur, konsisten, dan mudah untuk mengelolanya.

 

Terdapat lima langkah pada atomic design:

1. Atom

Atom adalah elemen dasar UI yang tidak bisa dipecahkan lagi, contohnya seperti tombol, kolom input, dan tipografi. Karena ini merupakan dasar untuk menciptakan komponen yang jauh lebih rumit.

 

2. Molekul

Sederhananya, molekul adalah kumpulan atom yang bekerja sebagai satu kesatuan, contohnya seperti bagian pencarian yang terdiri dari kolom masukkan dan tombol, atau menu navigasi yang bisa terdiri dari kumpulan tombol.

 

3. Organisme

Ini adalah komponen tingkat tinggi dan terdiri dari kumpulan molekul untuk membuat bagian antarmuka yang berbeda, contohnya seperti header yang berisi logo. menu navigasi, dan kolom pencarian.

 

4. Template

Kumpulan organisme yang dibuat untuk menata tata letak agar bisa menampilkan keseluruhan struktur halaman, menampilkan konten placeholder untuk menyediakan detail desain yang penting.

 

5. Halaman

Halaman adalah komposisi final dan lengkap yang menggantikan placeholder template dengan konten sebenarnya, menghasilkan gambaran jelas tentang antarmuka pengguna yang lengkap.

 

Manfaat dari Metode Atomic Design

Berikut ini adalah beberapa manfaat dari metode atomic design:

1. Memudahkan menyusun dan memenej elemen yang kita buat. Kita bisa membagi sebuah elemen menjadi elemen abstrak hingga elemen yang lebih komplit dan jelas. Sehingga hal yang dihasilkan bisa maksimal dan mempunyai kualitas yang baik.

 

2. Memudahkan kita membedakan struktur dan konten. Karena proses pembuatan komponen dari yang paling kecil dan sederhana membuat kita bisa dengan mudah memahami dan membedakan struktur dan konten.

 

3. Membedakan sebuah elemen UI menjadi beberapa bagian tanpa bingung harus memberi nama apa. Ini dapat memudahkan dalam menjelaskan UI kepada client atau rekan kerja.

 

Kesimpulannya, Atomic Design merupakan metode yang bisa membantu desainer untuk menyusun UI dan UX yang konsisten, terstruktur, dan terukur. Dengan membagi desain menjadi komponen kecil, membuat kita bisa dengan mudah mengelola dan menggunakan kembali elemen desain tersebut. Atomic design juga memungkinkan kita untuk dengan mudah membuat desain yang responsif dan dapat beradaptasi. Struktur yang tersusun secara sistematis memungkinkan kita untuk dengan cepat menyesuaikan tampilan untuk berbagai perangkat dan revolusi layar.

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads