Industri game dari dulu selalu berlomba-lomba untuk memperbaharui teknologi yang mereka punya baik dari segi Hardware ataupun Software untuk menjadi yang terbaik di pasaran. Di pesatnya perkembangan teknologi di indusri game, Emulator hadir sebagai teknologi yang menjadi jembatan diantara kesenjangan hardware dan software dari berbagai era.
Di dalam perkomputer, Emulator adalah hardware atau software yang memiliki kemampuan untuk membuat sistem komputer A berperilaku dan berbuat seperti sistem komputer B. Ketika menjalankan Emulator maka sistem komputer A dapat menjalankan software yang dirancang khusus untuk sistem komputer B.
Sekarang emulator umumnya digunakan sebagai alat untuk mengobati rasa kangen kita ke game-game jadul yang sudah tidak mendapat dukungan dari perusahaan pembuatnya. Sebagai contoh kita bisa memainkan game klasik Mario dari konsol NES yang rilis pada tahun 1985 di komputer atau Smartphone kita.
Sumber : Howtogeek
Sejarah perkembangan Emulator game
Di pertengahan tahun 1990-an, PC atau personal komputer sudah berada di fase mampu untuk mereplikasi atau mengemulasi konsol melalui software khusus, hal ini membuat bermunculannya emulator-emulator non komersial pertama. Emulator dari konsol-konsol Nintendo menjadi emulator yang paling banyak dipelajari dan diproduksi, sebagai contoh NES (Nintendo Entertainment System), SNES (Super Nintendo Entertainment System) dan Game Boy. Sofware seperti NESticle, SNES9X, Marat Fayzulin’s iNES, VirtualGameBoy, Pasofami (NES), Super Pasofami (SNES), and VSMC (SNES) menjadi emulator paling terkenal pada masanya.
Legalitas dari emulator mulai menarik perhatian hukum dengan rilisnya UltraHLE, Emulator untuk Nintendo 64 yang rilis pada tahun 1999, yang menjadi permasalahan adalah pada saat itu Nintendo 64 sendiri masih menjadi konsol unggulan Nintendo.UltraHLE menjadi emulator pertama yang dapat memainkan konsol yang masih beredar dipasaran. Tentusaja hal ini berakibat buruk untuk pada penjulasan Nintendo 64. Sebagai perusahan yang menjual dan memproduksi konsol hal ini merupakan hal yang sangat buruk bagi bisnis mereka, hal ini membuat Nintendo mulai mengambil Langkah hukum untuk mengakhiri proyek emulator ini, dan developer pembuat UltraHLE akhirnya menghentikan pengembangan software ini. Meski begitu proyek ini masih dilanjutkan oleh orang lain yang memiliki source-codenya.
Berkembangnya popularitas emulator juga membuka pintu bagi video game asing bagi gamer yang negerinya memiliki kebijakan yang ketat terhadap video game. ROM hacking dan fan-translation juga menjadi alasan besar emulator ini dilirik oleh para gamer, terutama dengan rilisnya proyek untuk menerjemahkan Final Fantasy V yang saat itu hanya tersedia versi jepang.

Sumber : Android Central
Saat ini Emulator masih terus berkembang mengikut jaman. Bukan hanya untuk game console sekarang emulator bahkan dapat kita jalankan untuk menjalankan game Android di komputer kita, bahkan akhir-akhir ini Smartphone mulai cukup powerfull untuk mengemulasikan game dari Nintendo Switch loh!
Kesimpulan
Emulator video game hadir bagi mereka yang ingin merasakan nostalgia bermain video game jadul atau ingin bermain game dari konsol yang tidak kita miliki sekaligus melestarikan warisan digital. Emulator game biasanya memberikan fitur tambahan yang dapat menghilangkan limitasi yang dimilki oleh hardware atau konsol awal, seperti Save-state, Cheat code, fast-forward atau rewind. Data atau kode dari game biasanya didapatkan dari ROM file atau Salinan game tersebut (biasanya dalam bentuk ISO). “Kalau Salinan berarti illegal dong?” Mendownload software emulator sendiri sebenarnya legal-legal saja, namun dengan catatan ROM atau game yang kita dapatkan bukan hasil dari bajakan yang beredar di internet. “Terus dapet gamenya darimana?” Kita bisa membeli secara resmi game fisik atau digital dari game konsol yang ingin kita mainkan lalu mengekstrak konten di dalamnya sendiri.

Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.