article

Mengapa Komepetisi Game Online Disebut E-Sport? Padahal Aktivitas Fisiknya Minim?

Mengapa Komepetisi Game Online Disebut E-Sport? Padahal Aktivitas Fisiknya Minim?
Bandung, Plimbi.com -- 

Dewasa ini, orang-orang menganggap bahwa bermain game itu hanya membuang buang waktu dan juga tidak berguna. Itu memang benar adanya tetapi stigma itu perlu sedikit dirubah karena sekarang banyak sekali game yang digunakan menjadi sarana pembelajaran, bahkan sekarang sudah menjadi hal yang lumrah orang-orang bisa mendapatkan uang lewat game, mengapa? Banyak sekali caranya, mulai dari joki akun hingga ada game yang memang bisa menukarkan item didalamnya menjadi mata uang di dunia nyata. Perkembangan industri game juga meningkat sangat pesat dari tahun ke tahun, selain menjadi sarana hiburan game juga sekarang sudah menjadi ajang kompetisi bergengsi di dunia mulai dari game berjenis MOBA (Multiplayer Online Battle Arena), Battle Royale (mengeliminasi pemain lain hingga menjadi yang terakhir bertahan), hingga game seperti pokemon yang legendaris mempunyai turnamen nya sendiri.

Alasan Mengapa Game Bisa Masuk Cabang Olahraga

Mungkin banyak orang yang bertanya-tanya mengapa game online bisa masuk ke dalam kategori olahraga padahal aktifitas fisik nya minim? Pertama-tama kita bedah dulu asal muasal kata sport. Orang-orang kita mengartikan bahwa sport = olahraga sehingga kita berasumsi bahwa mesti ada keterlibatan seluruh anggota badan atau raga, padahal sport adalah sebuah kata tersendiri. Secara etimologi, kata sport berasal dari kata prancis kuno sporten, yang kurang lebih berarti “bersenang-senang dan menghibur diri”. Memang dari dulu akivitas sport itu berupa permainan fisik yang dimainkan antar individu atau regu karena pada zaman dulu belum belum ada teknologi digital seperti sekarang.

Masuk akal bukan? Jika game online bisa masuk ke dalam cabang olahraga, karena menurut Global Association of International Sports Federation (GAISF) dimana sport adalah sebuah permainan yang memenuhi kriteria sebagai berikut :

ads

  • Memiliki elemen kompetitif.
  • Tidak melukai atau membahayakan makhluk hidup.
  • Tidak bergantung kepada peralatan yang disediakan oleh supplier Tunggal.
  • Tidak bergantung kepada elemen keberuntungan.

Pada intinya ada kesalahan dalam pemaknaan frasa sport oleh orang-orang kita sebagai olahraga atau hanya aktivitas fisik, karena semestinya sport adalah “permainan yang dimainkan secara kompetitif”. Yang artinya semua permainan yang mengundung unsur kompetisi harusnya bisa dikategorikan sebagai sport, mengapa menggunakan istilah sport? Karena jika menggunakan istilah olahraga orang-orang kita akan menganggap bahwa itu harus berupa sebuah aktivitas fisik semata.

Contoh Nyata Cabang Sport Bukan Hanya Olah Raga

Seperti yang kita ketahui bahwa catur juga masuk kedalam kategori karena mengandung unsur kompetisi dan juga catur merupakan permainan “olahraga” otak, jika menelusuri lebih dalam seorang pe catur (pemain catur professional yang mendapatkan uang dari kompetisi dan turnamen yang diadakan) mereka mengalami penurunan berat badan yang signifikan setelah sebuah turnamen panjang, karena memang benar benar menguras otak dan mental mereka, itu sebabnya catur layak disebut sport dan pe catur professional juga layak disebut atlet catur.

Fakta Tentang Gamer Professional Dan Turnamen Game Online

Faktanya bermain game bukan hanya sekedar duduk di depan layar dan menggerakan karakter belaka, para gamer professional diwajibkan untuk berfikir cepat dalam mengambil Keputusan dan memperkirakan apa yang akan terjadi kedepannya jika mereka mengambil suatu Langkah. Selain itu bagi para gamer yang memainkan game fast-paced (ritme cepat) wajib memiliki reflek motorik diatas manusia rata-rata karena terlambat sepersekian detik saja mereka bisa mengalami kekalahan telak dan keadaan bisa berbalik dengan mudah dan berujung pada kemenangan lawan. Maka mulai dari sekarang cobalah untuk tidak memandang sebelah mata para gamer professional karena mereka butuh usaha dan perjuangan yang sangat keras untuk mencapai posisi mereka saat ini, dan jangan lagi berkata “pause dulu game nya” karena pada saat ini terutama game online yang bersifat kompetitif itu fast-paced, tidak bisa dihentikan begitu saja hanya karena alasan sepele dan berpacu dengan waktu yang jika kehilangan momentum sepersekian detik saja kekalahan bisa langsung berada di depan mata.

Tidak bisa dipungkiri juga turnamen game online saat ini memiliki banyak sekali peminat dan skala nya juga sudah mencapai Tingkat dunia, tidak heran banyak Perusahaan atau sponsor yang berlomba-lomba untuk menaikkan namanya lewat kompetisi game. Fakta yang mungkin banyak orang tidak bisa terima bahwa saat South Asian (SEA) Games 2023 kemarin yang diadakan di Kamboja cabang e-sport ladies menyumbangkan medali emas untuk Indonesia dan itu adalah hal yang membanggakan juga membuat para gamer professional tidak harus lagi dipandang sebelah mata.

Kesimpulan

Intinya sport itu adalah suatu permainan yang mengandung unsur kompetisi dan bukan hanya olahraga fisik saja. Layaknya lari pagi dan sepak bola, keduanya sama-sama mengundung unsur berlari dan di Indonesia keduanya disebut olahraga. Namun, jika di luar negeri hanya sepak bola yang dikategorikan sebagai sport karena hanya sepak bola yang memiliki unsur kompetisi dan hiburan, tidak seperti lari pagi yang hanya dianggap sebagai kegiatan fisik biasa.

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads