article

Mengenal Lahan Basah Zona Riparian untuk Keperluan Dikonservasi

Mengenal Lahan Basah Zona Riparian untuk Keperluan Dikonservasi

Yang dimaksud dengan zona riparian atau hal-hal yang berhubungan secara langsung dengan ekosistem riparian adalah sebuah area daratan yang mengelilingi aliran air, sungai dan danau. Dalam Bahasa Indonesia dikenal dengan istilah sempadan sungai. Dimana pengertian riparian di sini erat hubungannya dengan kondisi air pada suatu tempat atau badan air. Hal ini disebabkan adanya interaksi yang terjadi antara badan air dengan daratan di sekitarnya yang menampung air tersebut. Zona riparian akan memberikan pengaruh besar terhadap badan air sedangkan badan air juga akan memberikan pengaruh besar terhadap zona riparian.

Pembagian Zona Riparian

Zona riparian dibagi dalam bebera kelompok berdasarkan areanya. Pengelompokan ini tergantung dari frekuensi air yang menggenangi zona riparian. Ada 6 area dari zona riparian yaitu saluran aliran kecil / low flow channel, saluran utama / dominant channel, dataran banjir / floodplain, saluran banjir / floodway, tepian banjir / flood fringe dan bantaran sungai / river terrace.

ads

Aliran kecil / low flow channel adalah suatu area yang setiap hari selalu tergenang oleh air. Air ini berada di dasar sungai dan akan selalu dalam kondisi tergenang meskipun sedang musim kering. Debit air yang disimpan oleh aliran jenis ini jumlahnya kecil terutama ketika sedang musim kering dimana aliran ini akan melewati area aliran kecil sehingga selalu tergenang air.

Area saluran utama / dominant channel adalah area yang ukurannya lebih lebar jika dibandingkan dengan area saluran aliran kecil / area low flow channel sehingga tidak akan tergenang air ketika sedang musim kering. Area tersebut akan dalam kondisi basah atau tergenang air ketika sedang musim hujan atau saat debit air sungai dalam kondisi normal. Vegetasi yang tumbuh di area tersebut adalah rerumputan. Rerumputan ini tumbuh di musim kering ketika tanah sedang tidak tergenang air. Vegetasi tersebut akan hilang saat musim hujan karena hanyut terbawa oleh aliran air.

Yang ketiga adalah area floodplain / dataran banjir yang akan tergenang air saat sedang musim banjir sehingga frekuensi tergenang air sangat kecil dibandingkan 2 area sebelumnya. Lebar area ini lebih besar jika dibandingkan dominant channel sehingga akan tergenang ketika debit air sedang tinggi. Debit air akan meningkat tajam karena curah hujan yang sangat tinggi sehingga jumlah air yang masuk ke dalam aliran sungai akan mengalami peningkatan.

Yang keempat adalah dominant channel / saluran utama tidak mampu lagi menampung debit air yang terlalu tinggi sehingga air akan meluap dan menggenangi dataran banjir. Vegetasi yang tumbuh di area floodplain yaitu rerumputan, semak-semak, perdu dan pohon.

Area kelima adalah floodway / saluran banjir yaitu area yang akan tergenang air saat ada banjir sehingga area tersebut menjadi bagian dari foodplain. Floodway memiliki ukuran yang lebih lebar jika dibandingkan dengan area dominant channel. Hal ini disebabkan karena fungsi floodway adalah cenderung sebagai area untuk mengalirkan air ketika sedang musim banjir. Dominant channel tidak mampu menampung debit air dalam jumlah besar sehingga air akan meluap-luap dan mengisi floodway. Vegetasi yang tumbuh di area tersebut adalah berupa rerumputan, semak dan perdu.

Area kelima adalah tepian banjir / flood fringer merupakan area yang masih termasuk ke dalam area floodplain. Flood fringe lebih lebar jika dibandingkan dengan floodway namun flood fringe tetap akan tergenang air ketika sedang musim banjir. Hal ini disebabkan oleh adanya air limpahan banjir. Banjir akan menggenangi flood fringe namun aliran air yang terjadi agak lambat. Hal tersebut menyebabkan material banjir yang terkandung dalam air akan mengalami pengendapan. Vegetasi yang tumbuh di area ini adalah rerumputan, semak, perdu dan pohon.

Area keenam adalah river terrace / bantaran sungai adalah area bekas area floodplain yang sudah tidak lagi tergenang oleh air ketika banjir. Air akan menggerus dasar sungai sehingga sungai menjadi semakin dalam. Hal ini mengakibatkan adanya perubahan area riparian karena daerah yang tergenang air juga akan menjadi semakin dalam.

Vegetasi Zona Riparian

Vegetasi yang biasa tumbuh di area zona riparian adalah dari jenis vegetasi yang memiliki sifat hidrofil. Vegetasi kelompok ini memerlukan banyak air untuk mampu bertahan hidup. Vegetasi tersebut mempunyai perakaran yang sangat kuat disebabkan karena substrat tanah berasal dari sedimentasi material banjir sehingga mempengaruhi tingkat kepadatan dan kestabilan tanah. Perakaran yang kuat mampu menahan tumbuhan dari terjangan banjir.

Seperti diketahui bahwa vegetasi yang tumbuh di zona riparian ada beberapa macam namun yang mendominasi adalah dari jenis rerumputan yang tumbuh di area yang tidak berarus deras. Hal ini dikarenakan perakaran rerumputan ukurannya sangat pendek sehingga tidak sanggup bertahan dari arus yang kuat. Rerumputan memerlukan sinar matahari secara langsung sehingga area di sekitarnya harus terbebas dari naungan atau bayangan. Rerumputan bisa tumbuh di area dominant channel ketika sedang musim kering dan di area riparian lainnya yang menyesuaikan keadaan sekitarnya. Sedangkan tumbuhan herba hidup di area dalam kondisi tidak berarus deras tetapi dekat dengan permukaan atau tepian air. Ini disebabkan tumbuhan herba membutuhkan banyak air tetapi mempunyai perakaran yang pendek. Laju penguapan yang tinggi akan menyebabkan tumbuhan herba harus berusaha mendapatkan sinar matahari secara langsung. Untuk habitus semak mempunyai perakaran yang sangat kuat sehingga mampu bertahan di arus yang cukup besar. Tumbuhan semak juga memerlukan sinar matahari secara langsung guna bisa melakukan fotosintesis. Habitus pohon juga sama seperti habitus semak namun habitus pohon memerlukan tanah yang agak keras. Hal ini dikarenakan pohon mempunyai bobot yang besar sehingga tidak cukup mempunyai perakaran yang kuat.

Klasifikasi Lahan Basah

Lahan basah berdasarkan atas proses pembentukannya terbagi ke dalam kelompok lahan basah alami dan lahan basah buatan. Lahan basah alami adalah lahan yang dibentuk karena dalam kondisi atau berpengatusan / drainage buruk dan bersifat basah sepanjang tahun atau sebagian besar waktu dimana ini adalah termasuk istilah umum yang menekankan makna kelebihan air. Hal tersebut bisa terjadi karena iklim basah yang didukung oleh kedudukan lahan terhadap ketinggian rendah. Lahan basah alami mencakup rawa-rawa air tawar, hutan bakau / mangrove, rawa gambut, hutan gambut dan riparian / tepian sungai. Sedangkan lahan basah buatan merupakan salah satu jenis lahan yang dengan sengaja dibuat guna menumpuk tanah tumpat air / waterlogged sehingga bisa mempertahankan air pada permukaan tanah selama waktu tertentu. Lahan basah buatan meliputi waduk, sawah, saluran irigasi dan kolam. Luas lahan basah di dunia ini diperkirakan lebih dari 8,5 juta km2 atau lebih dari 6 persen dari total luas permukaan bumi. Di Indonesia mempunyai setidaknya 30,3 juta ha lahan basah yang tersebar di berbagai penjuru.

Demikian kami menjelaskan dengan singkat mengenai artikel dengan judul “ Mengenal Lahan Basah Zona Riparian Untuk Keperluan Dikonservasi ” yang kami rangkum dari beberapa sumber berita. Semoga memberikan informasi bermanfaat bagi para pembaca.

 

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads