article

Prakerja Gelombang Delapan Belas, Kacau?

Prakerja Gelombang Delapan Belas, Kacau?

Siapa yang tidak tahu Prakerja?
Program ini merupakan salah satu program populer bapak Presiden Joko Widodo yang diamanatkan kepada Kemnaker dengan tujuannya adalah untuk memberikan pelatihan dan insentif kepada mereka yang sedang mencari kerja, yang sudah tidak punya pekerjaan, dan juga yang ingin meningkatkan kemampuannya di suatu bidang dengan tujuan memperoleh kesejahteraan yang lebih dari apa yang didapatkan saat ini.


Sudah tujuh belas gelombang berlalu, dana insentif yang cari dan membantu para peserta prakerja pun sudah pasti keluar dengan nominal yang spektakuler. Sudah delapan belas gelombang berlalu, tapi masih saja banyak masalah yang merugikan para peserta prakerja. Masalah apa saja? Untuk lebih lengkapnya akan dibahas di bawah ini.


1. Pusat Pelaporan Prakerja yang Tidak Aktif

Surat elektronik (surel) atau yang biasa dikenal juga dengan sebutan email, adalah salah satu media yang digunakan pihak Prakerja untuk menerima informasi dari calon peserta ataupun peserta prakerja. Alamat email untuk prakerja sendiri yang dipublikasikan untuk umum adalah info@prakerja.go.id
Namun sangat disayangkan, ada mereka yang mengalami kendala dan mencoba melapor ke alamat tersebut pada tanggal 25 Agustus 2021 tapi ternyata alamat tersebut sudah tidak aktif seperti yang terlampir pada gambar di bawah ini.

ads

 

2.  Akun e-Wallet yang Sulit Tersambung

Kendala ini dirasakan beberapa orang yang menggunakan salah satu e-Wallet terkemuka di Indonesia yakni OVO. Beberapa diantaranya yang bahkan sudah menggunakan OVO Premier mengalami kesulitan menyambungkan akun prakerja mereka dengan OVO.
Seperti salah satu peserta Prakerja dengan akunnya veronicavalentinejul yang menumpahkan keluh kesahnya di laman Instagram Prakerja karena belum bisa menyambungkan akunnya ke OVO.


Berbeda dengan e-Wallet pesaing seperti Dana, dan LinkAja, akun Prakerja dapat terhubung dengan ketiga e-Wallet tersebut dengan lancar.

 

3.    Mitra Lembaga Pelatihan yang Tidak Profesional

Sekelas lembaga pemerintahan seharusnya sudah professional dalam melakukan suatu kegiatan, karena kita tahu bahwa mereka orang-orang yang berada di pemerintahan itu adalah orang-orang pintar yang terpilih dari penyaringan kompentensi sebelum akhirnya menjadi Pegawai Negeri Sipil.
Tapi kenapa ketika memilih mitra pelatihan, masih bisa blunder memilih lembaga-lembaga pelatihan yang tidak kompeten dalam melakukan kewajibannya sebagai mitra yang memberikan pelatihan kepada peserta prakerja.
Contohnya saja Bakingworld.id yang videonya bermasalah, seperti banyak yang diutarakan orang-orang di laman Instagram prakerja. Seperti mengutip dari salah satu komentar peserta prakerja Bernama aa.guuss yang berkomentar “Belum dapat solusi ni, Vidio nya di block. Baking Word”


Ada juga yang berkendala dengan Skill Academy, karena tidak bisa mengirimkan jawaban soal yang dikerjakan. Selain itu, ada juga yang bermasalah dengan pakar.co.id dimana video yang ada tidak bisa diputar. Bahkan untuk registrasi pun tidak bisa karena kode voucher-nya tertulis sudah di Redeem. Sedangkan menurut kesaksian peserta tersebut, kode tersebut baru sekali dipakai. Menurut kesaksian peserta tersebut juga, sudah dua hari berlalu sejak dibukanya gelombang delapan belas, customer service dari PAKAR tidak bisa membantu apa-apa. Hanya memberikan jawaban yang tidak jelas dan tidak berkorelasi dengan kendala yang dihadapi.

 

4.  Durasi Pelatihan yang Panjang

Ada yang merasa kalau durasi pelatihan prakerja sekarang ini panjang-panjang. Sebagian merasa hal ini adalah hal yang merugikan karena alasan mengikuti prakerja adalah mengejar insentifnya. Namun di sisi lain ada juga yang merasa untung karena dengan pelatihan berdurasi panjang, maka ilmu yang didapatkan juga akan semakin banyak.

Itulah 4 hal yang mungkin saat artikel ini dibuat, dapat terlihat secara jelas pada Prakerja gelombang delapan belas ini. Semoga kritikan tidak langsung ini dapat membangun prakerja ke arah yang lebih baik lagi kedepannya. Sebagai disclaimer, semua yang ditulis pada artikel ini adalah benar adanya, dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

 

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads