Setelah memasukan CV kamu dibanyak lowongan kerja, akhirnya ada beberapa perusahaan tertarik dengan kamu dan memanggil untuk wawancara kerja, sebenarnya apa saja yang harus kamu persiapkan?
Berangkat dari pengalaman saya sendiri, yang harus saya lihat setelah menutup telpon HRD perusahaan untuk mengundang wawancara kerja adalah mencari tentang perusahaan dimana kita akan bekerja, well sedikit browsing latar belakang tentang perusahaan, jangan sampai ketika ditanya tentang perusahaan ini kita sebenernya kikuk, karena tidak tahu. Lalu dilanjutkan mencari tentang gambaran posisi kita, misalnya menjadi Business Analyst, kita harus tahu kira-kira pekerjaanya seperti apa sih? Sesuai tidak dengan yang kita harapkan? Atau mampu tidak dengan job desk yang diberikan nantinya. Biar kita nggak kaget juga saat bekerja.
Saat wawancara sendiri biasanya ada calon lain selain kita, saya mememukan beberapa orang tidak melakukan banyak browsing tentang apa yang akan ditanyakan oleh HRD. Beberapa perusahaan menerapkan sistem psikotest dan/atau test bahasa inggris, disini untuk mengukur kemampuan kita, cari-cari dan berlatihlah soal psikotest, mau yang dari buku atau dari internet, pasti bermanfaat. Pengalaman saya, saya terbiasa latihan dulu sebelum hari H wawancara untuk psikotest. Kalau beruntung kamu akan menemukan soal yang sama dengan yang kamu pelajari dari internet, karena seluas-luasnya internet, mereka tetap akan menggunakan halaman pertama google untuk menjadikan test calon pekerja baru.
Siapkan juga amunisi untuk beberapa pertanyaan yang diajukan HRD seperti coba perkenalkan diri kamu, disini lebih baik kamu menjelaskan nama dan tempat kamu sekolah/kuliah, juga pengalaman magang/kerja/organisasi yang kamu pegang, beberapa dari HRD pengen lihat potensi kamu seberapa cocok kamu untuk bekerja disini. Lanjut lagi dengan kenapa kamu ingin bekerja di perusahaan ini? Untuk menjawab ini, bisa dikarenakan minat kamu dalam bidang yang kamu tekuni, atau juga karena perusahaan tersebut berkembang didalam bidang yang kamu sukai, dan sebutkan juga kontribusi yang akan kamu lakukan jika kamu diterima diperusahaan itu.
Apa sih kelebihan dan kekurangan kamu? Untuk kelebihan kamu, jawab saja 2 poin teratas kelebihan kamu yang bisa kamu andalkan untuk posisi yang kamu lamar, dan kalo ditanya kekurangan, lebih baik jangan menjawab langsung namun susunlah kalimat untuk menutupi kekurangan kamu dan bagaimana kamu menghandle kekurangan kamu, seperti contoh“saya tidak bisa multitasking†lebih baik seperti ini. “Saya sendiri senang menyelesaikan pekerjaan dengan sempurna, sehingga saya tidak melewatkan apa yang kurang, terkadang multitasking sulit untuk saya. Namun, apabila saya harus melakukan multitasking, saya harus menuliskan poin-poin apa saja yang harus tulis didalam kerjaan awal sebelum memulai kerjaan baru, agar saya tidak lupa nantinya.†Kenapa kamu orang yang paling pas diposisi ini? Kembali lagi tekankan kontribusi kamu didalam perusahaan, bahkan jika kamu punya pengalaman akan lebih baik.
Sebelum interview, saya terbiasa memenonton video di youtube tentang melamar kerja, apa saja yang harus dihadapi, dan memang terbilang “manjur†lho, karena mereka punya segudang tips & trick yang membawa. Jangan lupa tinggalkan pertanyaan juga untuk mereka, kalau kamu menulis di cv adalah detail-oriented. Kalau kamu tidak mengajukan pertanyaan, kamu akan dipandang berbohong di cv kamu, karena hal-hal seperti itu saja tidak ditanyakan, apalagi dalam pekerjaan.
Jika memang rezeki kamu, kamu akan menuju tahap offering, dimana mereka mau menerima kamu dan disini juga kamu akan membicarakan gaji dan tunjangan, sebaiknya saat menuliskan gaji yang diharapkan cukup tulis dengan 1 nominal saja, seperti Rp3,700,000. Jangan menuliskan Rp 3,500,000 — Rp 4,000,000 karena mereka biasanya akan mengambil nilai terkecil, pikirkan baik-baik dengan gaji yang akan kamu terima, apalagi kalau misalnya tidak ada tunjangan ongkos atau makan. Jangan karena kamu fresh graduate lalu kamu terima dengan gaji apa adanya, banyak kok perusahaan yang “menghargai†kamu, apalagi kalau kamu punya nilai tambah, perusahaanpun tidak akan “melepaskan†kamu. Kalau kamu tidak cocok dengan kontrak yang ditawarkan, kamu juga bisa membatalkannya.
Intinya kerja harus sama-sama enak. Selamat mencari kerja lulusan baru.
Karena belum pernah menjalani dunia kerja yang sesungguhnya, seringkali beberapa fresh graduate mengalami euforia saat mencari informasi lowongan kerja 2019 yang berlebihan saat melamar kerja. Tetapi, perlu dipahami bahwa melamar pekerjaan tidak selalu berjalan lancar seperti di film-film.
Seiring dengan jumlah fresh graduate yang bertambah dari tahun ke tahun, maka jumlah pekerjaan semakin berkurang. Persaingan yang ketat membuat seseorang harus mengerahkan tenaga ekstra dalam performa saat wawancara. Berikut ini beberapa tips sukses saat wawancara kerja atau interview untuk Anda para fresh graduate.
Tips 1: Riset Perusahaan
Sebelum Anda melamar kerja di suatu perusahaan, lakukan riset kecil tentang lembaga tersebut. Apa saja yang disukai dan tidak disukai orang-orang di lingkungan kerja itu? Bagaimana atmosfer yang dibangun para pekerjanya?
Tips 2: Persiapkan First Impression (Body Language)
Dengan cara bersalaman yang baik dan tatapan mata yang meyakinkan, Anda akan bisa membuat kesan pertama positif. Berikan senyuman ringan untuk apa yang dilakukan atau jawaban. Meskipun demikian, Anda tetap harus menjaga wibawa dan usahakan jangan memulai untuk bercanda.
Tips 3: Datang Depat Waktu
Datang terlambat adalah bukti bahwa kesan pertama yang Anda perjuangkan gagal terbentuk. Dengan Anda terlambat datang saat menjelang interview akan membuat pihak perusahaan pewawancara menjadi ragu. Jika pada saat melamar pekerjaan saja sudah tidak tertib, bagaimana jika nanti sudah diterima menjadi pekerja?
Tips 4: Berpakaian Sopan Dan Rapi
Gunakan pakaian yang rapi saat interview. Bagi pria, penggunaan celana kain dan kemeja sangat disarankan, sedangkan para wanita bisa memakai rok span yang dikombinasikan dengan blazer untuk kegiatan kerja agar tetap terlihat elegan.
Tips 5: Tenang dan Percaya Diri
Dari segi kepercayaan diri, Anda tidak boleh terlalu berlebihan maupun kurang percaya diri. Percaya diri berlebihan akan menimbulkan mimik wajah dan bahasa tubuh menjadi terlalu banyak. Dengan demikian, maka akan muncul citra diri agak sombong jika bahasa tubuh ini terus dibiarkan. Sebaiknya, untuk Anda yang kurang percaya diri, perusahaan-perusahaan juga akan sangsi untuk memberikan pekerjaan.
Tips 6: Tunjukkan Kemampuan
Tunjukkan kemampuan semaksimal mungkin. Meskipun sudah dijelaskan di CV, namun ada baiknya Anda merancang cara untuk bisa menunjukkan kemampuan di depan pewawancara. Hal ini akan dapat meningkatkan peluang Anda untuk dapat diterima di sana.
Tips 7: Jangan Malu Bertanya
Jika ada yang kurang jelas, jangan malu untuk bertanya. Selama jenis pertanyaan masuk akal dan tidak membuat pemilik perusahaan mengernyitkan dahi, maka Anda dapat mengungkapkannya. Misalnya saja pertanyaan tentang jam masuk kerja dan juga waktu lembur yang diperhitungkan dengan kompensasi tertentu.
Tips 8: Utamakan Manner
Sikap yang baik untuk seorang pekerja baru apalagi masih fresh graduate adalah tidak sombong. Soal pengalaman, Anda masih kalah dibandingkan dengan beberapa karyawan senior. Jadi, meskipun latar belakang pendidikannya lebih tinggi tetapi masih junior, memang seharusnya Anda perlu bersikap lebih lembut kepada para senior agar terjalin kerja sama yang baik.
Tips 9: Yakinkan Kenapa Mereka Harus Meng-hire Anda
Hanya ada satu orang seperti Anda dan mereka harus mempekerjakan Anda. Mengapa demikian? Jelaskan dan yakinkan para pihak pewawancara bahwa kemampuan Anda, baik dari segi prestasi maupun kinerja akan sangat membantu memajukan perusahaan tersebut.
Tips 10: Bawa CV dan Dokumen yang Diperlukan
CV, surat lamaran dan dokumen lain seperti foto resmi, fotokopi KTP serta fotokopi ijazah dan sertifikat akan sangat membantu memudahkan perusahaan mengenali bakat Anda tanpa banyak bicara. Meskipun sudah dikirim via email, print out dari berkas-berkas tersebut sebaiknya tetap dibawa dan digandakan rangkap tiga untuk mengantisipasi jumlah interviewer yang lebih dari satu.
Setiap Fresh Graduate Memiliki Cerita Interview Yang Berbeda
Menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi pasti tidak mudah. Sama seperti cerita perjuangan seseorang menempuh pendidikan yang berbeda-beda, cerita dalam menjalani interview pun juga berbeda-beda. Tidak heran, Anda pun harus mengukirnya sendiri sebaik mungkin.
Â
Thanks
ST
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.