Sejak pertengahan bulan Desember 2016, kerjasama militer antara Indonesia dan Australia untuk sementara waktu di hentikan. Menurut media Selandia baru Stuff.co.nz, Kamis (5/1/2017) terdapat beberapa alasan alasan yang menyebabkan hal ini, alasan alasan ini belum terkonfirmasi, karena didapatkan melalui pesan yang tersebarkan melalui whatsapp di kalangan militer.
           Diduga kuat, pesan itu pertama kali disebarkan oleh seorang anggota TNI yang kemudian meminta hal ini diselidiki pada 9 Desember 2016. Alasan pertama dimulai saat seorang instruktur Bahasa Indonesia dari Kopassus mendengar nama tokoh militer Tanah Air yang disebut sebut.
           Sarwo Edhie Wibowo seorang pelaku pembunuhan massal dalam G30S/PKI disebutkan oleh salah satu pengajar  Australian Defence Forces (ADF) beliau juga mengatakan buruknya kinerja TNI, jika salah satu anggotanya mabuk pun sampai bisa membunuh temannya sendiri. Alasan yang kedua adalah, pelatih ADF memaksa para anggotanya untuk mempelajari dan membuat esai mengenai kasus separatism di Papua.
           Hal itu di katakan penting karena termasuk mengenai pelanggaran HAM berat. Alasan selanjutnya adalah salah satu anggota Kopassus yang sama melihat sebuah materi yang terpampang di fasilitas pelatihan ADF tersebut, materi itu dilaminanting dan di anggap melecehkan prinsip dasar negara Indonesia, yaitu Pancasila. Materi itu bertuliskan PANCAGILA, yang dapat diartikan sebagai lima prinsip gila. Maka dari itu Kopassus yang melihatnya sangat merasa terhina.
           Jika alasan tersebut benar, Supiadin (Anggota I DPR) menilai langkah yang diambil pemerintah sudah tepat. Sebab, dalam mengadakan kerja sama antarnegara, masing-masing negara harus memegang teguh prinsip-prisip kesetaraan, saling menghormati dan saling menguntungkan. "Kalau salah satu dari ketiga prinsip di atas dilanggar, maka TNI berhak menghentikan kerja sama yang sudah dibuat," ucap Purnawirawan Mayor Jenderal TNI itu. "Hal ini sekaligus sebagai pembelajaran bagi Australia agar tidak seenaknya melecehkan TNI," kata Supiadin.
           Supiadin juga mengatakan bahwa hal ini tidak terlalu berpengaruh terhadap hubungan bilateral antara Indonesia dengan Australia, karena kerja sama militer hanya sebagian kecilnya saja. (https://nasional.kompas.com/read/2017/01/04/16440271/kerja.sama.militer.indonesia-australia.dihentikan.tak.pengaruhi.hubungan.bilateral)
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.