Hallo plimber, di artikel kali ini, saya akan membahas seputar hacker atau dalam bahasa Indonesianya itu disebut sebagai peretas, dilansir dari Wikipedia, Peretas adalah orang yang mempelajari, menganalisis, memodifikasi, menerobos masuk ke dalam komputer dan jaringan komputer, baik unutk keuntungan atau dimotivasi oleh tantangan. Ketika mendengar kata hacker, tentu sebagian orang menganggap hacker sebagai istilah yang berkonotasi negatif, lalu mengapa hal tersebut bisa terjadi?
Hal tersebut karena pada tahun 1983 untuk pertama kalinya FBI menangkap kelompok criminal komputer “The 414s” yang berbasis di Milwaukee, Amerika Serikat. 414 merupakan kode area lokal mereka. Kelomok yang kemudian disebut hacker tersebut dinyatakan bersalah atas pembobolan 60 buah komputer, dari komputer milik Pusat Kanker Memorial Sloan-Kettering hingga komputer milik Laboratorium Nasional Los Alamos. Satu dari pelaku tersebut mendapatkan kekebalan karena testimonialnya, sedangkan 5 pelaku lainnya mendapatkan hukuman masa percobaan.
Kemudian pada perkembangan selanjutnya muncul kelompok lain yang menyebut diri mereka sebagai peretas, padahal bukan, mereka ini mendapat kepuasan ketika berhasil membobol komputer dan mengakali telepon(phreaking). Para Hacker sejati menyebut para orang yang melakukan ini sebagai cracker dan mereka memandang cracker sebagai orang malas, tidak bertanggung jawab, dan tidak terlalu cerdas. Para Hacker sejati juga tidak setuju jika dikatakan bahwa dengan menerobos keamanan seseorang bisa menjadi dan disebut peretas


Konotasi hacker yang menjadi negatif juga selain dari hal diatas, terjadi juga karena adanya kesalahpahaman masyarakat akan perbedaan istilah tentang hacker dan cracker, ketika ada kasus yang mengakibatkan kerugian pihak tertentu seperti mengubah tampilan sebuah web(defacing), menyisipkan virus, dan lain-lain tentu banyak masyarakat yang menganggap bahwa hal itu merupakan ulah seorang hacker, padahal yang berulah adalah Cracker. Cracker juga yang memanfaatkan sebuah celah keamanan pada suatu website(bug) untuk menyusup dan merusak atau merubah sistem yang ada pada website tersebut. Oleh karena itu, hacker saat ini dibagi menjadi dua golongan, yaitu White Hat Hacker atau bisa disebut juga hacker yang baik atau hacker yang sebenarnya, dan ada juga Black Hat Hackers yang merupakan istilah untuk para cracker tadi.
Peretas atau hacker juga punya level level tersendiri
- Elite
Juga dikenal sebagai 3l33t, 3l337, 31337, leet, 1337 atau kombinasi dari itu, merupakan ujung tombak industri keamanan jaringan. Para elite ini tentu memahami sistem operasi baik sisi luar atau dalamnya, sanggup mengkonfigurasi dan menyambungan jaringan secara global dan sanggup melakukan pemorgraman. Para elite ini juga bisa melakukan penetrasi terhadap sebuah sistem tanpa terdeteksi, walaupun mereka tidak merusak sistem yang ada karena mereka mengikuti peraturan yang ada
- Semi elite
Levelnya dibawah elite, paham juga soal sistem operasi termasuk lubang atau celahnya(vulnerability), mereka juga memiliki pengetahuan luas tentang komputer. Banyak sekali serangan yang dipublikasikan oleh hacker di tingkat ini
- Developed Kiddie
Sebutan ini terutama karena umur kelompok ini masih muda, pada tingkatan ini mereka sering membaaca metode hacking dan untuk peretasannya cenderung masih menggunakan Grafic User Interface(GUI) dan baru belajar dasar UNIX, tanpa mampu menemukan lubang atau kelemahan baru pada sistem operasi
- Script Kiddies
Sama seperti developed kiddie, memiliki pengetahuan networking yang minimal dan tentu masih menggunakan GUI untuk hacking dan hacking dilakukan menggunakan Trojan untuk menakuti dan membuat repot hidup pengguna internet.
- Lamer
Nah ditingkatan ini merupakan orang yang tidak memiliki pengalaman dan pengetahuan yang ingin menjadi peretas (wanna-be hacker). Biasanya mereka membaca atau menonton film tentang hacker dan ingin menjadi seperti mereka. Pneggunaan komputer mereka hanyalah untuk main game, IRC, tukar-menukar perangkat lunak bajakan dan mencrui kartu kredit, hacking nya juga menggunakan Trojan,nuke, dan DoS, dan para Lamer ini paling sering menyombongkan diri mereka. Karena banyak kekuragnan untuk mencapai elite, dalam perkembangannya mereka hanya akan sampai tingkat developed kiddie atau script kiddie saja.
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.