article

Hal Yang Bisa Kita Pelajari Dari Steve Jobs

Hal Yang Bisa Kita Pelajari Dari Steve Jobs

Steve Jobs? Siapa yang tidak mengenal seseorang yang merupakan pendiri Apple ini, gadget-gadget hasil karya dari perusahaannya yaitu Apple selalu diburu orang banyak, bahkan ada yang menganggap apabila seseorang memakai produk apple maka prestis nya akan naik, dilansir dari Wikipedia, bahwa Steven Paul “Steve” Jobs lahir di San Francisco, California, Amerika Serikat, 24 Februari 1955 dan meninggal di Palo Alto, California, Amerika Serikat, 5 Oktober 2011 pada umur 56 tahun.

Kisah dari orang sukses memang selalu membuat tertarik untuk didengarkan dan dipelajari, termasuk dari Sang Pendiri Apple ini, walaupun saat ini Steve Jobs telah tiada, banyak sekali prinsip-prinsip dan pelajaran hebat yang dimiliki oleh steve jobs sehigga ia bisa sukses, Lalu apa saja sih hal-hal yang bisa kita pelajari dari steve jobs?

  • Ingat Bahwa Suatu Saat Kita Akan Mati

Ketika Steve Jobs berusia 17 tahun ia membaca sebuah buku yang salah satu isinya mengatakan bahwa “ Jika kamu menjalani hidup seolah-olah hari itu adalah hari terakhirmu, maka suatu hari kamu akan sukses”.

ads
ads

Setelah membaca buku tadi Steve jadi lebih sering bercermin dan bertanya pada dirinya sendiri bahwa jika hari ini merupakan hari terakhir ia hidup, apa ia bisa melakukan apa yang ingin dia dapatkan? Jawaban steve selalu “Tidak”, ia pun terus mengulang pertanyaan itu dan steve sadar bahwa ia harus merubah sesuatu.

Mengingat bahwa kita semua akan mati adalah cara terbaik untuk menghindari jebakan berpikir yang selalu tertuju pada kegagalan, karena hampir semua harapan, kebanggaan, rasa takut, malu atau kegagalan tidak akan ada ketika menghadapi kematian, kecuali meninggalkan apa yang benar-benar penting. Jika kamu bingung, takut, malu, atau apapun, ingat bahwa kita akan segera mati. Hidup ini singkat, jadi pastikan bahwa anda selalu membuat perhitungan.

  • Ikuti Kata Hati dan percaya dengan apa yang ingin dilakukan

Ketika Steve Jobs kuliah di Reed College, ketika ia baru enam bulan kuliah ia memutuskan untuk drop out karena beberapa masalah yang ia hadapi. Walaupun steve sudah tidak menjadi mahasiswa, ia tetap berada di sekitar lingkungan kampus. Ia mengikuti mata kuliah yang menjadi minatnya, seperti kelas kaligrafi yang mengekplorasi font yang berbeda, ruang variable antara huruf , dan sebagainya.

Padahal secara logika, kelas ini tidak akan berguna bagi karier serve di masa depan yang ingin ia kejar, dan secara tak diduga, 10 tahun kemudian, tipografi yang telah ia pelajari dituangkan ke dalam Macintosh sehingga menjadi komputer pertama dengan tipografi yang indah.

Keputusan steve tadi ternyata membawa dirinya menuju kesuksesan, bukan hanya bekerja keras, ia juga mengikuti kata hatinya dan melakukan apa yang ingin ia kerjakan.

“Jadi, kamu harus percaya, bahwa titik-titik yang kamu lakukan bagaimana pun akan terhubung ke masa depan. Kamu harus percaya dengan intuisi, takdir,tujuan hidup, karna, apa pun itu pada dirimu. Semua tidak akan membuat kecewa karena itulah yang membuat perbedaan di hidup saya”, kata Steve Jobs.

  • Gagal untuk maju

Semua orang tentu pernah gagal, termasuk steve jobs, pada tahun 1984, ia dipecat dari apple oleh seorang eksekutif yang ia rekrut sendiri, setelah itu steve jobs pun merasa kacau, sampai ia berfikir untuk meninggalkan Silicon Valley, namun tak lama kemudian ia pun bangkit. Pada 2005 ketika ia berpidato di Stanford ia mengatakan bahhwa “Aku tidak melihatnya, tapi ternyata dipecar dari Apple adalah hal terbaik yang pernah terjadi pada saya. Beban berat sebagai orang sukses tergantikan oleh keleluasaan sebagai pemula, segala sesautunya lebih. Hal itu mengantarkan saya memasuki salah satu periode paling kreatif dalam hidup saya”

Oleh karena itu terkadang sebuah kegagalan dapat menjadi sebuah batu loncatan agar kita bisa menjadi lebih sukses, oleh karena itu kita harus berani untuk gagal, karena kegagalan bukan akhir dari hidup kita.

  • Stay Hungry, Stay Foolish

Steve mengakhiri pidatonya di Stanford pada tahun 2005 dengan mengutip kalimat sampul belakang edisi terakhir dari katalog Whole Earth Catalog. Bahwa kita harus “Stay Hungry Stay Foolish”, artinya bahwa kita harus selalu merasa lapar, agar kita tidak berhenti untuk berusaha dan terus berambisi dan  juga tetaplah untuk merasa bodoh, karena ketika kita merasa bodoh, tentu kita tidak akan pernah berhenti belajar.

Sekian saja artikel kali ini, semoga bermanfaat..

Referensi

Sumber : 

id.techinasia.com

kampusupdate.com

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads