article

NARKOBA MEMUTUSKAN GENERASI MUDA

NARKOBA MEMUTUSKAN GENERASI MUDA

Dapat diketahui bahwa narkoba merupakan salah satu penyebab hancurnya generasi muda. Obat-obatan terlarang yang mengakibatkan kematian dapat memutuskan garis geerasi muda. Denga maraknya peredara yang terjadi di sekitar kita membuat narkoba menjadi hal yag biasa sehigga teralu banyak anak muda yang mencoba bahkan mengkonsumsi secara rutin.

 

Di ketahui bahwa pengguna narkoba merupakan anak-anak muda yang berawal dari rasa peasara terhaap benda haram tersebut hingga mereka menjadi kecanduan higga meninggal dunia karna mengkonsumsi narkoba.

ads

 

Tingkat pemakai narkoba di Indonesia memasuki ngka yang cukup signifikan tinggi. Alasa pemakaian narkoba sendiripun bervariasi. Ada yang untuk menenangkan pikiran disaat stress melanda, untuk mendapatkan kesenangan atas efek yang di berikan oleh obat tersebut. Ada juga pemakai yang hanya berawal coba-coba di ajak teman hingga menjadi pecandu narkoba.

 

Pemerintah sendiri telah mengatur tentag kebijakan atas peggunaan narkoba. Tidak hanya mengatur tetang pemakai narkoba, pengedar narkoba memiliki aturan yang lebih tinggi dan memiliki sanksi yang berat higga pidana mati.

 

Bayak pihak yang salah mengartikan sanksi dalam kasus narkoba. Meskipun dalam aturan tetap terdapat aturan tetang pengedar dan penggua narkoba. Pengguna narkoba atau biasa di sebut dengan pecandu narkoba tidak terdapat sanksi pidana kurungan maupun denda. Melaikan dia harus menjalankan serangkaian rehabilitasi atas penggunaan narkoba yang dia alami.

 

Narkotika telah di atur dalam undang-undang Republik Indonesia no 35 tahun 2009. Dalam undng-undang tersebut sudah jelas terdapat ketetuan-ketentua yang berlangsung untuk pegguna dan pengedar narkotika.

 

Laporan terbaru PBB menyebut produksi dan perdagangan obat-obatan terlarang telah mencapai angka tertinggi dalam sejarah di Asia.

Hal tersebut menandakan bahwa kelebihan pasokan narkoba dapat memicu bahaya lebih luas terhadap generasi muda, terutama di kawasan Asia Tenggara yang menjadi lintasan terbesarnya.

Di Thailand, menurut data PBB, harga tablet sabu berkisar antara US$ 1,5 (setara Rp 22.500 dengan kurs Rp 15.029 per 1 dolar AS) dan US$ 4,5 (setara Rp 67 ribu) pada 2017, turun dari kisaran US$ 4-7 (setara Rp 60 ribu hingga Rp 105 ribu) pada 2014.

 

Ditambahkan oleh laporan UNODC, sebagian besar produksi narkoba di Asia Tenggara berasal dari bagian tanpa hukum di Myanmar, khususnya Negara Bagian Shan. (m.liputan6.com/2018)


Bila narkoba digunakan secara terus menerus atau melebihi takaran yang telah ditentukan akan mengakibatkan ketergantungan. Kecanduan inilah yang akan mengakibatkan gangguan fisik dan psikologis, karena terjadinya kerusakan pada sistem syaraf pusat (SSP) dan organ-organ tubuh seperti jantung, paru-paru, hati dan ginjal. (m.belajarpsikologi.com/2018)
 

Upaya yang paling baik dalam menanggulangi penyalahgunaan narkoba tentunya adalah melalui upaya pencegahan yang dilakukan kepada manusia sebagai calon pengguna dan pengadaan narkoba serta pemasarannya. Pencegahan yang dapat dilakukan antara lain melalui pencegahan primer (Primary Prevention), pencegahan sekunder (Secondary Prevention), dan pencegahan ertier (Tertiary Prevention). (m.bkkbn.go.id/2018)

Dengan begitu kita sebagai masyarakat yag peduli terhadap generasi bangsa, di himbau untuk saling membatu dan memberikan pengetahuan tentang bahaya pengguanaan narkoba di kalangan sekitar kita.

 
0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author

Only story so far

This is Alhuda Novero's only published story on Plimbi. Their next one will show up here.

Loading…
ads
ads
ads