article

Konfigurasi Pada CodeIgniter

Konfigurasi Pada CodeIgniter

Hallo plimber, bagaimana kabarnya? Kali ini saya akan membahas mengenai configurasi pada codeigniter, melakukan configurasi ini menurut pandangan penulis sendiri harus kita lakukan sebelum kita melakukan coding pada web yang akan kita kembangkan, hal ini bertujuan untuk memudahkan kita dan tentu dengan melakukan configurasi terlebih dahulu juga dapat membuat sistem menjadi lebih paham dan mengerti maksud dan tujuan kita dalam code.

Berikut konfigurasi yang bisa atau harus kita lakukan ketika akan memulai coding pada codeigniter

Konfigurasi Base URL

Konfigurasi ini tentu diperlukan bagi kita untuk memberitahu pada sistem tentang path installasi anda, karena jika base_url ini tidak dikonfigurasi terlebih dahulu, maka sistem CodeIgniter akan menebak protocol, domain dan path installasi anda, anda juga harus selalu mengonfigurasi ini secara eksplisit dan tidak mengandalkan autoguessing terutama di lingkungan produksi.

ads

Sekarang, untuk mengkonfigurasi base_url ini anda bisa menemukannya di application->config->config.php. kemudian temukan baris

$config['base_url'] = ' '; 

lalu isikan baris tersebut menjadi

$config['base_url'] = 'http://domain_anda';

 contohnya apabila file anda masih berada di localhost dan nama folder atau projectnya LatihanCI maka baris code diatas akan menjadi

$config['base_url'] = 'http://localhost/LatihanCI/';

Konfigurasi Database

Selanjutnya adalah konfigurasi pada database, lalu apa fungsi dari kita mengonfigurasi database kita pada codeigniter? Tentu fungsi nya yaitu untuk memberitahu sistem pada CodeIgniter seputar database yang akan kita gunakan beserta hostname, username,password dan lain-lain

Untuk mengkonfigurasi database, filenya berada di application->config->database.php, dan temukan blok kode berikut :

$db['default'] = array(

                'dsn'       => '',

                'hostname' => 'localhost',

                'username' => '',

                'password' => '',

                'database' => '',

                'dbdriver' => 'mysqli',

                'dbprefix' => '',

                'pconnect' => FALSE,

                'db_debug' => (ENVIRONMENT !== 'production'),

                'cache_on' => FALSE,

                'cachedir' => '',

                'char_set' => 'utf8',

                'dbcollat' => 'utf8_general_ci',

                'swap_pre' => '',

                'encrypt' => FALSE,

                'compress' => FALSE,

                'stricton' => FALSE,

                'failover' => array(),

                'save_queries' => TRUE

);

Untuk pengkonfigurasiannya, anda bisa berfokus pada hostname, username, password, database dan dbdriver , untuk baris lainnya bisa anda abaikan dan biarkan default_valuenya.

  • hostname – Mengspesifikkan database anda seperti contohnya localhost atau IP address
  • username – Anda bisa memasukkan username pada database anda disini, untuk defaultnya cukup isi menjadi root saja
  • password – Di baris ini anda bisa menyetting password database anda dan untuk defaultnya cukup kosongkan saja atau dibiarkan menjadi ‘ ’ saja
  • database – Set nama database yang anda gunakan pada project anda
  • dbdriver – Set jenis database yang akan anda gunakan pada project, contohnya seperti MySQL, MySQLi, Postgre SQL, ODBC, and MS SQL.

Sehingga setelah dikonfigurasi maka blok kode diatas akan menjadi

$db['default'] = array(

                'dsn'       => '',

                'hostname' => 'localhost',

                'username' => 'root',

                'password' => '',

                'database' => 'db_latihan_ci',

                'dbdriver' => 'mysqli',

                'dbprefix' => '',

                'pconnect' => FALSE,

                'db_debug' => (ENVIRONMENT !== 'production'),

                'cache_on' => FALSE,

                'cachedir' => '',

                'char_set' => 'utf8',

                'dbcollat' => 'utf8_general_ci',

                'swap_pre' => '',

                'encrypt' => FALSE,

                'compress' => FALSE,

                'stricton' => FALSE,

                'failover' => array(),

                'save_queries' => TRUE

);

Dalam kode diatas bisa dilihat bahwa untuk contoh diatas saya menggunakan localhost sebagai hostname, untuk username dan passwordnya menggunakan nilai defaultnya dan untuk database nya menggunakan db_latihan_ci dan dbdrivernya menggunakan mysqli.

Sekian saja artikel kali ini, semoga bermanfaat.

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads