Suka menunda-nunda pekerjaan atau disebut juga procrastination? Hampir semua orang di dunia ini pernah melakukannya, termasuk saya sendiri. Kegiatan malas dengan menunda-nunda pekerjaan tentu bisa dibilang berkaitan erat, tentunya kegiatan menunda-nunda pekerjaan ini sangat berbahaya bagi diri kita, karena apabila seseorang sekali saja menunda-nunda pekerjaan, maka akan menjadi kebiasaan dan  jika dibiarkan kebiasaan buruk ini akan mendarah daging dan sangat sulit untuk kita hindari dan hentikan. Bahkan ketika sudah berusaha sekuat tenaga pun terkadang kita masih tergoda dengan hal hal yang mendistract kita sehingga fokus kita pun teralihkan.
Berikut hal-hal yang mungkin akan kita alami jika kita sudah terlalu sering menunda-nunda pekerjaan :
-
Pekerjaan Menumpuk

Hal ini sudah sangat jelas, dengan menunda-nunda pekerjaan maka tugas-tugas kita akan menumpuk. Contohnya saja bagi anak sekolah, apabila anak tersebut mempunyai pekerjaan rumah dan ia menundanya hingga akhir pekan, maka tentu hari berikutnya akan datang tugas lain dari mata pelajaran lainnya sehingga tugas menumpuk dan apabila sudah terlalu banyak ditumpuk, ternyata anak tersebut tidak dapat mengerjakan tugasnya sedangkan tugas tersebut misalkan harus dikumpulkan keesokan harinya, maka tentu anak tersebut akan tertekan dan bisa saja mengalami stress.
Dan jalan pintasnya, anak tersebut pun mencontek pekerjaan temannya dengan prinsip asal beres. Hal ini jika dibiarkan tentu akan berdampak buruk bagi masa depannya, contoh kecilnya ketika berada di dunia kerja, tugas yang seharusnya ia kerjakan dalam 3 bulan, ia tunda sampai 3 hari dan akhirnya ia pun stress karena tidak bisa mengerjakan tugas tersebut dan dinilai kurang professional.
-
Performa Menurun

Yang kedua adalah dengan menunda-nunda pekerjaan performa dan produktivitas kita bisa menurun, loh kok bisa menurun sih? Yups, dengan menunda nunda pekerjaan tentu hasilnya antara tidak selesai atau selesai tapi tidak maksimal, hal ini dikarenakan, apabila kita sudah menunda pekerjaan, tentu waktu kita semakin mepet sehingga dalam mengerjakan tugas pun kita menjadi terburu buru dan hasilnya kita tidak bisa mengeluarkan kemampuan maksimal kita dalam menyelesaikan tugas yang ada, dan hasilnya pun terkesan “Asal beresâ€.
-
Hidup Tidak Tenang

Hal berikutnya yang sering penulis rasakan apabila menunda-nunda pekerjaan adalah hidup menjadi tidak tenang, refreshing tidak enak dan main tidak nikmat, hal ini dikarenakan ketika menunda suatu pekerjaan yang semestinya dilakukan, beberapa orang tentu akan selalu terpikirkan tugas yang telah ditunda tadi sehingga hasilnya kita tidak dapat menikmati hidup dikarenakan masih ada beban atau tanggung jawab yang harus dilakukan.
-
Menyesal dan Mengeluh

Hal ini, sering terjadi pada seseorang penunda tugas yang sudah akut, ketika tugas tersebut masih jauh dari deadline, orang tersebut santai, tetapi ketika waktu sudah mepet, orang tersebut baru mengerjakan dan ternyata ia tidak mengerti tentang hal yang ditugaskan kepadanya. Hasilnya orang tersebut menyesal dan mengeluh tugasnya terlalu sulit, bahkan yang paling parah, ada yang sampai memaki orang yang memberikan tugas,tentu hal ini dapat menambah dosa kita :D, padahal apabila kita mengerjakannya jauh-jauh hari, tentu tugas tersebut akan terasa mudah,karena fikiran kita masih fresh dan tenang, tidak terburu buru dan juga apabila tidak mengerti kita masih sempat untuk bertanya dan mencari hal yang tidak dimengerti tersebut di internet.
Oleh karena itu kita sebisa mungkin harus menghindari menunda-nunda pekerjaan, ada sebuah trik agar kita berhenti menunda yang saya dapatkan dari postingan sebuah akun tentang psikologi di instagram. Bahwa apabila kita merasa ingin menunda pekerjaan cobalah untuk menanamkan pada diri kita bahwa kita hanya mengerjakan tugas tersebut selama 2 menit, dan hasilnya ketika kita memulai mengerjakan tugas dan setelah 2 menit, yang terjadi bukannya berhenti mengerjakan tugas, kebanyakan orang malah melanjutkan mengerjakan tugasnya, hal ini dikarenakan orang tersebut sudah merasa rileks dan tidak merasa terpaksa dalam mengerjakan tugas.
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.