Desa wisata Liyangan adalah salah satu dusun terletak di Desa Purbosari,Kecamatan Ngadirejo,Temanggung yang terletak ketinggian 700-1200 mdpl.Dusun Liyangan ini berada sekitar kawasan lereng timur gunung Sindoro 3250 mdpl .
Aktivitas masyarakat desa Liyangan sebagian besar menjadi petani tembakauÂ
    Desa wisata Liyangan adalah salah satu desa wisata yang ada diwilayah Temanggung .Desa wisata menjadi berkembang seperti sekarang ini tak lepas dari peran dari para penambang pasir dan batu yang bekerja  dilereng gunung Sindoro dikenal sebagai tempat lokasi penambangan golongan C yaitu penambangan pasir dan batu .
     Dari Aktivitas penambangan pasir dan batu telah berlangsung bertahun- tahun inilah tanpa sengaja para penambang pasir yang saat menggali lahan penambangan menemukan benda bersejarah yang diduga mirip batu candi 7-12 meter dari permukaan tanah .Semenjak penemuan tersebut aktivitas penambangan pasir hentikan sementara waktu kemudian lokasi ini disurvei dan  dilakukan ekskavasi beberapa kali oleh Balai Arkeologi Yogyakarta ternyata hasilnya sangat mengejutkan masyarakat Indonesia. Â
     Batuan andesit mirip batu candi yang ditemukan para penambang pasir dilahan penambangan pasir di dusun Liyangan adalah kompleks pemukiman Mataram kuno yang kemudian dikenal dengan nama Situs Liyangan .
     Kompleks situs Liyangan yang ditemukan di dusun Liyangan hanya sebagian kecil sekitar 6000 meter diduga masih banyak yang terpendam dalam tanah.Diperkirakan luas situs Liyangan ini makin meluas mencapai 5-6 hektar .Sejak itulah sampai sekarang Dusun Liyangan menjadi pusat perhatian masyarakat Indonesia.Tak sedikit masyarakat berbagai daerah sekitar Temanggung datang ke di Dusun Liyangan untuk berwisata melihat dari dekat keberadaan situs Liyangan
     Â
      Semenjak ada situs Liyangan kini wajah dusun Liyangan berubah menjadi desa wisata .Wisatawan tidak saja dapat melihat dari dekat kolam renang alam atau dikenal sebagai kolam renang cinta bentuk kolamnya berdesain hati yang di kelilingi pepohonan dan perkebunan sayur mayur .Kolam alam sebagaimana dilansir Trinbunnews.com tertanggal ini terletak dikaki gunung Sindoro dan air kolam alam berasal dari mata air Umbul Tempurung di gunung Sindoro .Dusun Liyangan ini menjadi desa wisata bersama 10 desa wisata yang diluncurkan Pemkab Temanggung beberapa waktu lalu.
     Selain itu wisatawan dapat menyaksikan ritual adat nyadran Tuk Tempurung yang telah dilakukan sejak dahulu hingga sekarang secara turun temurun setiap menjelang bulan ramadhan yang kemudian dikenal dengan nama Grebeg Agung Liyangan .Jauh sebelum situs Liyangan ditemukan nyadran tuk tempurung dilakukan sederhana dipusatkan dibalai desa .Pasca ditemukannya situs Liyangan sebagaimana dilansir oleh BPNP D.I Yogyakarta dalam buku Kearifan lokal dalam tradisi nyadran masyarakat sekitar Situs Liyangan tahun 2016 disebutkan dibuat lebih meriah oleh masyarakat sekitar situs Liyangan yaitu kirab budaya yang diikuti berbagai kelompok kesenian di desa Purbosari dengan mengusung gunungan berisi hasil bumi dan pertanian ,tumpeng dari Balai desa Purbosari menuju tuk tempurung yang ada di kompleks situs Liyangan .
     Setiba di kompleks situs Liyangan kemudian mengwmbil di sumber air tempurung kemudian dimasukkan ke dalam gentong besar yang dikelilingi 4 gadis penari memakai baju empat warna menari ritual mustiko tirto.Acara selanjutnya penyiraman bangunan candi yang dilakukan Bupati Temanggung sebagai simbol kehidupan dan diakhiri doa bersama oleh segenap warga yang mengikuti ritual tersebut.
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.