article

Cara Mengawetkan Kulit Binatang

Cara Mengawetkan Kulit Binatang

Cara Mengawetkan Kulit Binatang - Kulit binatang merupakan salah satu bagian tubuh binatang yang kini banyak diolah manusia untuk membuat barang seperti tas, jaket, sepatu, dll. Tentu sebelum kulit binatang tersebut digunakan maka harus diolah terlebih dahulu agar lebih awet.

Pengawetan kulit dilakukan untuk mencegah mikroba yang ada di dalam kulit tumbuh dan berkembang biak. selain itu pengawetan juga dilakukan untuk mencegah aktivitas enzim di dalam kulit itu sendiri. Pengawetan kulit ini tentunya dilakukan setelah kulit binatang terlepas dari tubuhnya.

Sebaiknya pengawetan kulit dilakukan secepat mungkin sebelum terjadinya denaturasi maupun degradasi dari zat - zat kimia yang ada di dalam kulit. Langkah awalnya proses pengawetan ini dilakukan dengan membersihkan kulit dari kelebihan daging dan lemak yang masih melekat. Pembersihan daging dan lemak yang masih tertinggal ini dapat dilakukan dengan menggunakan pisau daring yang tajam. Proses ini harus dilakukan secara hati - hati, jangan sampai pisau justru merusak kulit yang akan diolah.

ads

Proses awal ini merupakan proses yang penting karena lemak yang tidak dibersihkan dapat menyebabkan kerusakan kulit. Hal ini karena selama proses pengeringan kulit nantinya lemak yang tertinggal pada kulit akan mencair dan diabsorbsi kulit. Hal ini akan membuat lemak tersebut sulit dihilangkan pada proses pengolahan kulit.

Kemudian untuk kotoran - kotoran yang mungkin masih ada pada kulit dapat dibersihkan dengan mencucinya menggunakan air bersih. Namun khusus untuk kulit kambing dan domba tidak perlu dicuci karena justru akan menambah kelembaban diantara bulu, wool dan korium itu sendiri. Hal ini akan membuat serabut - serabut pada kulit tersebut melemah saat kulit dipanaskan atau dikeringkan pada temperatur tinggi.

Dalam pengawetan kulit sendiri ada beberapa cara yang dapat dilakukan, berikut adalah beberapa cara mengawetkan kulit binatang :

1. Pengawetan dengan cara dikeringkan (air dried)

Kuit yang telah bersih dan bebas dari sisa daging atau lemak ini kemudian disampirkan untuk pengetusan. Proses ini dilakukan kurang lebih selama 30 menit atau sampai kadar air-nya jauh berkurang. Kemudian setelah itu barulah kulit dibentangkan dan dijemur agar air di dalamnya dapat menguap dengan teratur di semua bagian kulit. Dalam produksi skala besar biasanya kadar air kulit ini akan sangat diperhatikan, para perajin akan memastikan kadar air kulit sudah sesuai atau belum menggunakan moisture meter. 

2. Pengawetan kulit secara digaram basah (brining)

Cara berikutnya adalah dengan merendam kulit yang sudah bersih ke dalam larutan garam jenuh yang berkonsentrasi 10% dalam waktu 24 jam. Setelah itu kulit akan dibentangkan kembali di lantai dan digarami lagi dengan garam sebanyak 30% dari berat kulit basah dan setelah 24 jam dapat ditaburi dengan garam lagi sebanyak 20%. Setelah proses ini selesai maka kulit akan didiamkan selama beberapa hari untuk menghilangan kadar airnya barulah kulit dapat dilipat dan diolah.

3. Pengawetan secara digaram dan dikeringkan

Cara berikutnya dapat mengkombinasikan cara pertama dan kedua, langkah awalnya adalah dengan memberikan garam sekitar 40 - 50% untuk kulit kambing atau pedet dan 30 - 40% dari berat kulit segar bersih dari kulit hewan besar. Pada kulit hewan kecil pemberian garam dapat dilakukan selama 1 - 2 hari dan 3 - 4 hari untuk kulit hewan besar, barulah setelah itu kulit akan dikeringkan.

4. Pengawetan secara diasam atau dipikel

Untuk kulit - kulit yang sudah dihilangkan bulunya maka dapat diawetkan dengan cara dipikel menggunakan cairan pikel dengan kepekatan antara 10 - 20o Be. Sedangkan pH cairan pikel dibuat kurang lebih 2,5 pH, kemudian kulit akan diputar dalam drum atau diremas - remas dengan cairan pikel selama 2 jam lalu diperas. Kemudian kulit dilipat memanjang garis punggung dan dimasukkan dalam tong kayu yang dasarnya telah diberi lapisan garam dapur.

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads