Fase kematian selalu menjadi misteri, mulai dari proses kematian itu sendiri hingga perdebatan kehidupan setelah kita mati. Kelahiran pun tidak kalah misteriusnya, hingga ilmu pengetahuan berhasil menemukan teorinya.
Â
Zaman dahulu orang tidak bisa membayangkan bagaimana bisa seorang bayi dapat terbentuk dan lahir ke dunia dari dalam perut seorang wanita. Mengapa hanya wanita dan pria tidak bisa. Kemajuan ilmu pengetahuan pun akhirnya berhasil menemukan teorinya.
Â
Nah, bagi kamu yang belum tahu, yuk, sama-sama membahas bagaimana proses kehamilan bisa terjadi.
Â
Â
Â
Bagaimana awal mulanya?
Â
Proses tumbuhnya janin di dalam rahim sesungguhnya bukanlah sebuah 'simsalabim', kemudian janin terbentuk. Agar dapat memperoleh kehamilan dibutuhkan persiapan 'bahan-bahan' seperti sel telur, rahim yang sehat, serta sperma yang dihasilkan laki-laki untuk membuahi sel telur tersebut.Â
Â
Nah, peristiwa munculnya sel telur satu kali selama sebulan disebut ovulasi. Periode ini umumnya terjadi pada 2 minggu sebelum siklus menstruasi kamu, dengan waktu spesifik pada sekitar hari ke 12 hingga 16 setelah hari pertama menstruasi.
Â
Saat berovulasi, sel-sel telur di dalam ovarium Anda akan menjadi matang dan pecah, sehingga sel telur di dalamnya dapat terlepas keluar. Setelah dilepaskan sel telur Anda akan merayap melalui tuba fallopi (saluran penghubung rahim dan ovarium) sejauh 10 cm menuju rahim.
Â
Setelah sampai dan berdiam di tuba fallopi, sel telur yang tersebut akan menghasilkan suatu hormon yang membantu rahim menebalkan lapisan dindingnya. Lapisan ini dibangun untuk mempersiapkan proses jika terjadi tanda tanda kehamilan. Jika selama masa ovulasi sel telur Anda tidak dibuahi oleh sperma, maka lapisan tebal dinding rahim akan meluruh perlahan, nah, inilah yang biasa disebut menstruasi.
Â
Â
Â
Lalu, bagaimana pembuahan terjadi?
Â
Proses terjadinya kehamilan kedua adalah proses fertillisasi atau pembuahan, yang terjadi melalui hubungan seksual antara laki-laki dan wanita.Â
Â
Biasanya, saat seorang wanita memasuki masa ovulasi, gairah seksualnya akan meningkat dan memunculkan daya tarik yang dapat memikat lawan jenis untuk bersenggama. Pada puncaknya, persenggamaan akan membuat laki-laki mengeluarkan air mani yang mengandung sel sperma.
Â
Apabila pada masa ovulasi, sel telur Anda berhasil dibuahi oleh sperma, maka sel telur akan langsung mengubah bentuknya menjadi cikal bakal janin (zigot). Bentuk ini tidak akan lagi bisa dimasuki oleh sel sperma lain selama 9 bulan ke depan.Â
Â
Nah, saat pembuahan, jenis kelamin dan gen bayi sudah ditentukan. Jika sperma memiliki kromosom Y, maka anak yang akan dikandung berjenis kelamin laki-laki. Sebaliknya, kromosom X menandakan bayi yang akan dikandung berjenis kelamin perempuan.
Â
Namun, perjalanan sel sperma menuju sel telur bukannya hal yang mudah. Berbeda dengan sel sperma yang dapat dihasilkan setiap harinya oleh para lelaki, sel telur wanita hanya dihasilkan satu bulan sekali di masa ovulasi. Masa ini pun terbilang singkat, karena sel telur hanya bertahan selama 24 – 72 jam di masa subur wanita. Artinya, kesempatan hamil hanya ada dalam satu jangka waktu tertentu setiap bulannya.Â
Â
Karena masa subur wanita terbatas, ada, kok, tips cepat hamil yang bisa kamu coba dengan pasangan. Salah satunya dengan menyamakan waktu subur tersebut dengan proses pembuahan. Dalam dunia medis, dikenal sebuah rumus kesuburan, yaitu H+14 kurang lebih 2 hari HP HT.Â
Â
Wah apa itu? Artinya, cobalah melakukan hubungan seksual pada 12-16 hari setelah Hari Pertama Haid Terakhir. Misalnya, siklus terakhir menstruasi kamu pada 12 hingga 15 Maret, lakukan hubungan seks pada tanggal 24 hingga 28 Maret, yang artinya H+12 hingga H+16 dari tanggal 12 Maret. Mudah, bukan?
Â
Untuk sperma, sel-sel serupa kecebong mini ini bisa dihasilkan sebanyak 40 juta setiap kali pria berejakulasi, namun hanya 1 yang kemudian bisa mencapai sel telur. Dengan dorongan kekuatan ejakulasi, sperma dapat berenang sekitar 10 ml/jam dalam menempuh perjalanan lebih dari 30 cm menuju sel telur.Â
Â
Jika hanya 1 yang bisa lolos, bagaimana dengan yang lainnya? Nah, 39.999.999 sel sperma sisanya dapat tereliminasi karena rintangan, seperti lingkungan asam vagina yang mematikan sperma dan lendir serviks yang sulit ditembus. Setelah bertemu sel telur pun, sel-sel sperma yang tersisa akan menempel padanya, namun hanya satu yang cukup kuat untuk menembus dinding sel telur menuju intinya, yang kemudian membuahinya. Hebat, bukan?
Â
Â
Â
Bagaimana sel telur kemudian menuju rahim?
Â
Proses terjadinya kehamilan yang terakhir adalah perjalanan zigot dari tuba fallopi menuju rahim. Satu hari atau 24 jam setelah dibuahi, zigot akan mulai membelah diri menjadi sel-sel yang sangat banyak, yang kemudian disebut embrio. Selama perjalanan menuju rahim, embrio akan terus membelah, sebelum kemudian menempel dan tertanam pada dinding rahim. Selanjutnya, dinding rahim yang sudah menebal akan terus menebal lagi selama masa kehamilan guna melindungi janin di dalamnya hingga bayi lahir.
Â
Â
Â
Nah, itu dia penjelasan lengkap tentang proses terjadinya kehamilan. Jadi, kehamilan bukanlan sebuah proses 'simsalabim' dan instan ya, perlu melibatkan sejumlah proses biologis dan kehendak Tuhan. Semoga bermanfaat!
Â
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.