article

Membahas Tentang Cara Investasi Saham

Membahas Tentang Cara Investasi Saham

Bursa efek tradisional tampak seperti pasar yang ingar-bingar. Isyarat-isyarat tangan yang misterius (bagi orang awam) digunakan, pesan-pesan berkode di layar elektronik muncul dan berubah dengan cepat, dan para pialang berteriak-teriak di antara hiruk-pikuk kegiatan di situ.

Akan tetapi, dewasa ini, banyak orang yang tadinya tidak mengerti soal pasar saham sekarang malah berinvestasi di sana. Mengapa? Antara lain, karena Internet telah memungkinkan para speculator mengakses berita keuangan, nasihat investasi, dan mengontak para pialang saham hanya dalam sekejap. Paul Farrell, pemimpin redaksi Wall Street News, menulis, "Bagi [setiap investor], investasi melalui ruang siber adalah lahan bisnis baru, demam emas yang baru, kebebasan untuk mengambil keputusan sendiri, dengan kesempatan untuk mandiri secara finansial sambil bekerja di rumah."

Di pihak lain, beberapa penasihat keuangan diresahkan oleh kuatnya keinginan banyak orang untuk berinvestasi di pasar yang mungkin tidak terlalu mereka pahami seluk-beluknya. Seorang penyalur investasi dengan pengalaman lebih dari 38 tahun dalam industri sekuritas memberi tahu Sedarlah!, "Semakin banyak orang membeli saham di pasar saham sebagai spekulan, bukan speculator. Mungkin mereka bilang ini investasi, padahal mereka tidak tahu apa-apa tentang perusahaan yang [sahamnya] mereka perjualbelikan."

ads

Faktor apa saja yang seharusnya Anda pertimbangkan sebelum menginvestasikan uang Anda? Karena ada risiko dalam jual-beli saham, apakah ini termasuk judi? Pertama, mari kita bahas tentang cara kerja pasar saham.

Membeli 'Sepotong Kue'

Perusahaan membutuhkan uang sebagai modular agar dapat beroperasi dengan sukses. Sewaktu perusahaan berkembang pesat dan membutuhkan modular dalam jumlah besar, manajemennya dapat memutuskan untuk menawarkan sebagian sahamnya kepada publik. Sebuah buku panduan pasar saham mengilustrasikannya demikian, "Saham bagaikan potongan-potongan kue sebuah perusahaan. Sewaktu Anda membeli saham, Anda turut memiliki perusahaan tersebut."

Di pasar biasa, penjual dan pembeli saling bertemu dan berbisnis. Demikian pula, pasar saham adalah pasar bagi para pembeli dan penjual saham. Sebelum pasar saham berkembang hingga seperti sekarang, saham diperjualbelikan lewat para pialang di kafe-kafe dan di pinggir jalan. Perdagangan di bawah pohon platan di 68 Wall Street adalah awal terbentuknya Bursa Efek New York (NYSE).* Sekarang, ada pasar saham di banyak negara. Pada setiap hari kerja, setiap stick, ada pasar saham yang buka di suatu tempat di dunia.

Untuk memperjualbelikan saham, speculator biasanya membuka rekening dengan seorang pialang dan membuat pesanan (arrange). Sekarang, pesanan untuk membeli atau menjual saham dapat dibuat lewat telepon, Internet, atau secara pribadi. Kemudian, pialang harus mengeksekusi pesanan tersebut bagi sang speculator. Jika saham diperjualbelikan di lantai perdagangan tradisional, kantor pialang menyuruh salah seorang pialangnya di lapangan untuk membeli atau menjual saham bagi sang speculator. Pada tahun-tahun belakangan ini, beberapa pasar saham telah menggunakan sistem perdagangan yang seluruhnya elektronis, sehingga jual-beli dapat dilakukan hanya dalam hitungan detik setelah pesanan diberikan kepada seorang pialang. Kemudian, jual-beli dicatat dalam stock quotationâ—perincian sementara harga dan perdagangan yang tertera di layar elektronik.

Harga jual-beli saham biasanya ditentukan oleh penawaran bersaing, seperti dalam pelelangan. Berita bisnis, laba perusahaan, dan prospek sebuah perusahaan dapat mempengaruhi harga sebuah saham. Financial specialist berharap untuk membeli saham dengan harga rendah dan menjualnya setelah nilainya bertambah, sehingga mendapat laba. Sejumlah laba perusahaan juga dapat dibagi-bagi di antara para pemegang saham sebagai dividen. Beberapa orang membeli saham sebagai investasi jangka panjang; ada juga yang memperjualbelikan saham secara reguler, sambil berharap mendapat laba dari harga saham yang meningkat dramatis dalam waktu singkat.

Meskipun jual-beli saham telah dilakukan secara tradisional lewat telepon, jual-beli saham lewat Internet (on-line exchanging) telah semakin populer. The Financial Post melaporkan bahwa jumlah jual-beli lewat Internet di Amerika Serikat "meningkat dari sekitar 100.000 for each hari pada tahun 1996 menjadi hampir 500.000 pada akhir Juni [1999], dan hampir 16% dari semua jual-beli di Amerika Serikat dilakukan secara elektronis". Di Swedia, sekitar 20 persen dari semua jual-beli saham pada tahun 1999 dilakukan lewat Internet.

Lalu bagaiman cara investasi saham yang baik?

Selengkapnya dapat anda lihat Cara Investasi Saham untuk Pemula.

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads