seks adalah sesuatu yang berhubungan dengan kelamin, mulai dari alat reproduksi, hubungan dengan pasangan dan alat kontrasepsi.
sebagian besar masyarakat masih menganggap pembicaraan tentang seks ini merupakan hal tabu yang kalau dibicarakan terasa risih atau malu, padahal seks ini merupakan hal paling mendasar bagi makhluk hidup terutama manusia, tidak mungkin manusia bertahan kalau tidak ada seks.
begitu pentingnya seks ini mencakup kelangsungan hidup manusia di dunia, jadi mulailah membiasakan diri dengan hal-hal yang berhubungan dengan seks, kalau bukan kita sebagai orang tua lantas kepada siapa anak-anak belajar mengenai seks ini?
pertanyaannya adalah usia berapakah pelajaran seks ini diberikan?
sebaiknya pelajaran seks ini mulai diberikan saat anak mulai usia 8 tahun, pelajaran yang diberikan tentu bertahap, untuk anak usia itu cukup dengan bahasan seputar kelamin, hal apa saja yang tidak boleh, dan bagaimana bersikap dengan sesama jenis atau lain jenis. tujuannya adalah untuk mendoktrin anak tentang pentingnya alat kelamin dan menanamkan rasa malu kalau tidak pakai celana, dan terlihat orang lain.
saat anak sudah beranjak dewasa katakan usia 10 tahun, bagi wanita proses kedewasaan ini lebih cepat daripada laki-laki ditunjukkan dengan berkembangnya organ-organ seksual seperti mulai membesarnya payudara dan tidak sedikit saat usia 12 tahun mereka sudah haid sehingga pada usia ini sangat penting bagi kita memberikan pelajaran seks lanjutan. pembahasannya lebih sepesifik dan detail mulai dari istilah perawan, arti perawan,pentingnya keperawanan, dan hal apa saja yang bisa merusaknya.selanjutnya pembahasan mengenai cara menjaga dan membersihkan kelamin, bahayanya kalau tidak bersih, dan seputar haid.Â
kalau anak sudah paham dengan pelajaran sebelumnya mulailah membahas mengenai hubungan seks, tekankan pada bahanya seks diluar nikah, mulai dari penyakit yang mungkin timbul, larangan agama dengan dosa yang besar, hingga gambaran masa depan kalau melakukan seks sebelum nikah misalnya tidak ada yang mau lagi menikah dengannya hingga sanksi sosial.Â
kalau tahapan-tahapan pelajaran itu sudah dipahami dengan baik dan anda menganggap anak sudah kuat maka anda boleh melanjutkan pelajaran tentang alat kontrasepsi, baik itu kegunaannya, cara memakainya, hingga efek buruk dan baiknya. mungkin pembahasan ini terlihat memberikan peluang kepada anak untuk melakukan hubungan seks sebelum nikah, itu ada benarnya. jadi para orang tua harus betul-betul tahu apakah anak itu sudah kuat atau masih labil.
sekali lagi saya tekankan di sini, jangan malu membicarakan masalah seks apalagi untuk masa depan anak kita juga, lebih baik mereka tahu dari orang tua mereka sendiri daripada mereka mempelajarinya dari orang yang tidak bertanggung jawab di luar sekolah.
Â
Â
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.