article

Hariku Bersama Prelo

Hariku Bersama Prelo

Hariku Bersama Prelo-Bertahun tahun aku menahan ini membiarkan rasa benci itu tumbuh besar kepada mamaku yang telah aku anggap menghancurkan hidupku,pantas kah surga dikaki seorang ibu yang meninggalkan anaknya dan dirawat oleh nenek yang sudah tua durhakah kami jika kami membencimu maa membiarkan ku dalam kesepian yang teramat sakit aku rasakan disaat teman teman seusiaku bejalan-jalan dengan orangtuanya aku hanya bisa menatapnya dari jauh dan berharap suatu saat itu terjadi kepadaku tapi aku tau itu semua hanyalah mimpi yang tidak pernah menjadi kenyataan.

Namun aku bahagia karna aku memiliki bidadari cantik yang istimewa dihatiku seperti yang aku ceritakan di awal dia adalah nenekku mama dari papaku dialah yang menggantikan peran ibuku yang merawatku hingga aku tumbuh menjadi dewasa seperti ini namun bahagia itu juga sementara wanita teristimewa itu mengalami kecalakaan dia terpeleset karna menginjak daun kelapa dan langsung terhentak.Dan kakinya pun patah dan tidak bisa berjalan lagi.

Sudah berobat kesana kesini namun tak juga kunjung sembuh,mungkin juga karna factor usia tulangnya tak sebagus tulang kita yang masih muda karna usianya pada saat itu 100th kakinya yang biasa berjalan kemana dia mau sekarang tidak bisa lagi yang bisa dilakukannya hanyalah duduk terpaku dikursi roda setalah 3th lamanya tidak bisa berjalan Hariku Bersama Prelo.

ads

Beliau memintaku untuk membelikan sebuah tongkat mungkin karena nenek bosan atau lelah duduk terus dikursi roda dan supaya nenek bisa berlatih berjalan keluar supaya bisa menghirup udara pagi sambil berjalan jalan dan akhirnya saya pun membelikan nenek sebuah tongkat beliau sangat senang karna bisa berjalan lagi walaupun dengan bantuan tongkat.

Untung tak dapat diraih malang tak dapat ditolak namun kebahagian itu hanya sebentar dirasakan nenek tepatnya pada tanggal 10 januari 2014,bidadari teristimewa itu pergi meninggalkan kami semua saat itu tak lagi kudengar suara lembutnya memanggil namaku dan juga nada marahnya disaat aku berbuat kesalahan,tak ada yang bisa aku ajak lagi berjalan setiap pagi yang kulihat hanyalah nenek terbujur kaku tak berdaya.

Hidungnya tertutup kapas dan badannya di diselimuti kain putih yang disebut kain kafan suara tangis tak hentinya keluar dan didalam hati aku berkata oh tuhan mengapa secepat ini kau mengambil orang yang aku sayangi orang yang berarti dihidupku tak puaskah melihat penderitaan kami selama ini ditinggal ibu demi pria lain sekarang kami sudah bahagia dengan nenek yang menggantikan peran ibu tapi kenapa bahagia itu engkau ambil lagi dari kami apakah kami tidak berhak untuk bahagia.

Kenapa dalam sekejap engkau ambil kebahagiaan itu kau ganti dengan luka yang begitu dalam,belum sempat kami membahgiakannya menuruti segala keinginannya dan membalas semua kebaikannya engkau terlalu cepat memanggilnya tuhan tapi mungkin ini memang sudah takdir kami kami harus sabar dan ikhlas melewati ini semua,setelah nenek meninggal papa mengajak aku ikut dengannya pergi ke ibu kota karna papa ingin berkumpul dengan anak anaknya setelah aku ikut ke Jakarta aku di masukkan kuliah di universitas pamulang.

Aku bersyukur memiliki papa seperti papaku aku sangat menyayanginya papaku memang bukan superhero hebat juga bukanlah orang jutawan yang kaya raya tapi dia adalah papaku papa yang merawatku sejak kecil mengajariku mengenai banyak hal mendidikku dengan hal hal baik tidak pernah menunjukkan hal yang tidak baik dihadapanku karena dialah papa terbaik bagiku dialah yang biasa aku panggil papa dirumah papa yang menjadi guru dalam segala hal apapun panggilannya baik itu papa ayah daddy atau apapun itu dan dimanapun itu tetap memiliki arti yang sama yaitu  seorang laki laki yang akan slalu tetap tegar demi anak anaknya dan dialah yang terhebat.

Meskipun dia bukan seorang yang nomor satu dinegri ini dan dia bukanlah siapa siapa dialah hanyalah sesorang yang menakjubkan dan nomor satu dihatiku yang aku merasa sangat beruntung memilikinya dialah ayahku yang  hebat dan tidak ada gantinya Prelo.
Terimakasih ya Allah karena aku mempunyai papa terhebat dan masih bisa bersama papa sampai saat ini yang slalu ada disaat aku butuh papa yang aku ceriakan ini hanyalah sebagian kecil dari kebaikan dan ketulusan hati seorang papa semua kisah kehidupanku tidak akan cukup jika aku tulis disini tulisan ini hanyalah sebagian dari ungkapanku untuknya karena sebanyak apapun kata yang ada tidak akan cukup untuk mewakili perasaan ini.

Terimakasih pa sudah menjadi papa terbaik untuk anak anakmu papa yang membuat kami percaya bahwa tidak semua laki laki didunia ini menyebalkan tidak setia mungkin kita sering mendengar bahwa laki laki itu brengsektidak baik dan suka menyakiti wanita tapi percayalah bahwa laki laki tidak sejahat itu dia baik dia melindungi kita jika ada yang berniat jahat dan dia penyayang.

Papa semoga aku bisa jadi anak yang kau banggakan aku janji bila nanti papa sudah tua aku tidak akan meninggalkan papa,aku akan merawat papa dengan penuh kasih sayang dan perhatian seperti papa merawat aku diwaktu kecil aku minta maaf pa mungkin sekarang aku belum bisa membahagiakan papa sering buat papa marah Memang marah papa membuat aku kesaltapi kecewamu membuat aku menyesal Hariku Bersama Prelo.

0
Comments (1)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login
Icahats

Hariku Bersama Prelo "Kisah Sedih".

From Author

Only story so far

This is Icahats's only published story on Plimbi. Their next one will show up here.

Loading…
ads
ads
ads