article

Mengenal Raden Mas Panji Sosrokartono - Kakak RA Kartini : Part II

Mengenal Raden Mas Panji Sosrokartono - Kakak RA Kartini : Part II

Raden Mas Panji Sosrokartono "Pangeran Dari Tanah Jawa"

Petualangannya di Eropa berakhir pada tahun 1925, ia pun kembali ke tanah air. Ia ingin mendirikan sekolah sebagaimana dicita-citakan Kartini. Ia juga ingin mendirikan perpustakaan. Untuk menghimpun modal, setelah gagal melamar menjadi koresponden The New York Herald untuk Hindia Belanda akibat koran itu sudah berganti pemilik dan merger dengan koran lain, Kartono kemudian menggalang dukungan dari kelompok pergerakan di Indonesia. Ia menemui Ki Hajar Dewantara. Keluarga Bapak pendidikan itu lalu mempersilakan Kartono membangun perpustakaan di gedung Taman Siswa Bandung.

Ia pun diangkat menjadi kepala Sekolah Menengah. Dengan demikian beliau pun menjadi salah satu pelopor pendidikan pribumi di tanah air.

ads

Di sisi lain, kemampuan pengobatan alternatifnya seakan menemui tempatnya di Bandung. Kepercayaan lokal yang meyakini adanya media pengobatan diluar rasio-medis membuat Kartono laku keras sebagai seorang âdokterâ alternatif. Di sebuah rumah panggung berbentuk L di Jalan Pungkur no.7, Bandung (sekarang tepat di seberang terminat Kebon Kalapa.), ia mendirikan rumah pengobatan Darussalam. Sekarang pondok pengobatan milik Kartono diperkirakan menempati deretan bangunan yang kini sudah berubah menjadi toko listrik, swalayan di Gedung Mansion, serta sebuah apotek yang terletak di sudut Jalan Pungkur dan Jalan Dewi Sartika. Pondok itu juga merangkap perpustakaan milik pribadi beliau. Di perpustakaan pondok ini ini pula Ir.Soekarno sering datang dan berdiskusi dengan Kartono baik dalam masalah bangsa maupun masalah kebatinan.

Beliau menekuni bidang kebatinan dan pendidikan ini hingga akhir hayatnya tahun 1951. Meninggal di Bandung, jenazah beliau dibawa ke Jepara dan dimakamkan di pemakaman keluarga. Makam beliau seringkali diziarahi oleh orang-orang yang tertarik pada ilmu kebatinan.

Biodata :

R.M.P. Sosrokartono atau Raden Mas Panji Sosrokartono lahir di Mayong, kabupaten Jepara pada tanggal 10 April 1877. Sebagai putra dari R.M. Ario Sosrodiningrat, RMP Sosrokartono adalah kakak kandung R.A. Kartini, yang memberi inspirasi R.A. Kartini untuk menjadi tokoh emansipasi wanita.

Semenjak kecil telah menunjukkan kepandaiannya, setelah tamat dari Europesche Lagere School di Jepara, Sosrokartono meneruskan pendidikannya ke H.B.S. di Semarang. Selanjutnya pada tahun 1898, Sosrokartono meneruskan sekolahnya ke negeri Belanda dengan masuk di Sekolah Teknik Tinggi Leiden. Namun demikian, karena merasa tidak cocok, ia pun pindah ke Jurusan Bahasa dan Kesusastraan Timur sehingga lulus dengan menggenggam gelar Doctorandus in de Oostersche Talen dari Perguruan Tinggi Leiden. Beliau merupakan mahasiswa Indonesia pertama yang meneruskan pendidikan ke negeri Belanda, yang pada urutannya disusul oleh putera-putera Indonesia lainnya.

Kata Mutiara RMP Sosrokartono

Pada nisan RMP Sosrokartono, dituliskan beberapa kata mutiara. Pada nisan sebelah kiri terdapat kata-kata terpilih dari Kartono : Sugih tanpa banda, digdaya tanpa aji (Kaya tanpa harta, perkasa tanpa ilmu).

Sedang pada nisan sebelah kanan tercantum kalimat : Trimah mawi pasrah (rela menyerah terhadap keadaan yang telah terjadi), suwung pamrih tebih ajrih (jika tak berniat jahat, tidak perlu takut), langgeng tan ana susah tan ana bungah (tetap tenang, tidak kenal duka maupun suka), anteng manteng sugeng jeneng (diam sungguh-sungguh, maka akan selamat sentosa).

Red : Berbagai Sumber

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads