Indonesia merupakan negara yang kaya akan mineral bumi. Karena itu tidak heran jika di Indonesia terdapat banyak situs pertambangan. Mulai dari tambang minyak, tambang batu bara, tambang pasir, tambang batu kuari, dan masih banyak lagi.
Jika anda pernah mengunjungi suatu situs tambang, maka ada kemungkinan anda melihat truk pengangkut barang hasil galian lalu lalang keluar masuk area penambangan. Apakah anda pernah memperhatikan truk tersebut berhenti beberapa saat di sebuah platform ?
Platform tersebut adalah yang kita kenal dengan nama jembatan timbang atau sering juga disebut dengan nama timbangan truk. Sesuai namanya, secara singkat jembatan timbang adalah alat yang digunakan untuk menimbang truk.
Meski digunakan untuk menimbang truk, sebetulnya secara umum (terutama pada berbagai sektor) yang ditimbang oleh jembatan timbang ini adalah muatan dari truk tersebut. Tentu ada perkecualian seperti misalnya pos jembatan timbang di jalan raya yang digunakan untuk menimbang berat kendaraan keseluruhan untuk mencegah kendaraan memiliki berat yang melebihi kapasitas beban jalan.
Pada dunia tambang, misalnya pada tambang pasir atau batu kuari, mustahil perusahaan tambang menghitung satu persatu pasir atau batu tersebut.
Namun kebanyakan, terutama pada sektor industri dan bisnis usaha, timbangan truk digunakan untuk menghitung berat muatan.
Mengapa muatan harus dihitung ? Hal ini dilakukan karena produk muatan tersebut mustahil dihitung satu per satu, sedangkan produk dalam jumlah besar. Karena itu transaksi keuangan pada produk sejenis ini menggunakan metode penimbangan berat total produk untuk menentukan nilai transaksi.
Cara menentukan berat bersih hasil tambang tersebut secara umum adalah sebagai berikut. Pertama-tama, truk pengangkut tanpa muatan dihitung beratnya menggunakan jembatan timbang. Kemudian produk dimuat ke dalam truk pengangkut, dimana truk berisi muatan tersebut kembali dihitung nilai beratnya.
Selisih nilai berat pertama dengan nilai berat kedua tersebut adalah nilai berat bersih produk yang diangkut. Transaksi keuangan kemudian akan dilakukan menggunakan nilai berat produk bersih tersebut.
Timbangan truk biasanya disertai dengan pos operator. Pos operator ini dilengkapi dengan berbagai peralatan seperti komputer berisi program penimbang, printer, indikator nilai berat, dan sejenisnya.
Timbangan truk ini juga memiliki berbagai macam jenis dan tipe. Permanen atau portable, pitless, semi pitless, galvanized, dan beberapa tipe timbangan lainnya. Timbangan permanen merupakan timbangan yang dipasang dengan menggunakan pondasi permanen. Sedangkan timbangan portable merupakan timbangan yang dapat dibongkar pasang dengan mudah dan dapat dipindahkan dari satu lokasi ke lokasi lainnya.
Selain industri tambang, masih banyak sekali sektor atau bidang yang menggunakan jembatan timbang ini. Misalnya area pergudangan, pabrik atau perusahaan manufaktur, transportasi dan logistik, serta masih banyak lagi sektor yang menggunakan alat yang satu ini. Hal ini membuktikan betapa pentingnya jembatan timbang dalam dunia industri tambang dan industri lainnya.
Â
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.