article

UMK Karawang 2017

UMK Karawang 2017

UMK Karawang - Upah minimum Kabupaten (UMK) Karawang dipastikan bakal mencecah ke angka Rp 3,6 juta per bulan. Hal itu diketahui selepas Dewan Pengupahan dari pihak kerajaan tempatan meluluskan kenaikan UMK Karawang 2017 sebesar 8,25 persen dari UMK karawang sebelumnya.

Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Karawang, Ahmad Suroto, di pejabatnya, Rabu 31 Oktober 2016. "UMK sebesar Rp 3.6 juta merupakan nilai UMK tertinggi di Indonesia," ujar Suroto.

Menurutnya, UMK Karawang tahun 2016 berada pada angka Rp 3,3 juta per bulan. Pada pembahasan UMK Karawang 2017 berdasarkan golongan , Pemerintah Kabupaten Karawang meluluskan Arahan Kerajaan Pusat yang menyarankan kenaikan UMK berada pada julat angka 8,25 peratus.

Menurut Suroto, dengan kenaikan UMK 8,25 peratus, UMK Karawang 2017 Sektor Otomotif masih berada pada kedudukan teratas berbanding UMK daerah lain di Indonesia. "Kami kira sebelum ini, untuk UMK tahun 2017 nanti, belum ada daerah lain yang boleh melampaui UMK Karawang," katanya.

Namun demikian, Suroto bimbang tingginya UMK Karawang bakal berpengaruh terhadap iklim pelaburan di daerah lumbung padi tersebut.

"Satu sisi memang UMK kami tertinggi di Indonesia, namun di sisi lain, hal itu akan memberi kesan negatif terhadap syarikat yang kesulitan memenauhi UMK tersebut," kata Suroto.

Menurutnya, syarikat yang merasa berat menggaji pekerjanya sesuai UMK Karawang 2017 berdasarkan golongan boleh mengundurkan diri ke daerah lain yang nilai UMK-nya jauh lebih rendah. Jika hal itu terjadi, akan terdapat beribu-ribu pengangguran baru di Kabupaten Karawang.

"Biasanyanya, industri yang bergerak di sektor tekstil, sandang, dan kulit (TSK) yang bakal terjejas dengan kenaikan UMK," katanya.

Selain sektor TSK, sektor perdagangan dan perkhidmatan juga akan terkena kesan dari kenaikan UMK ini. "Akibat kenaikan UMK tahun lalu saja, syarikat mereka masih belum pulih keadaan kewangannya. Kenaikan UMK yang baru ini tentunya bakal menyusahkan mereka," katanya.

Bagi mengelakkan hal tersebut, Pemkab Karawang akan mengadakan pertemuan bipartit untuk mencari penyelesaian terbaik agar syarikat tidak mengundurkan diri dari Karawang. Salah satunya dengan membantu syarikat yang meminta penangguhan UMK baru sampai mereka dinyatakan mampu.

"Jika tidak dibantu, mereka boleh mengundurkan diri dari Karawang," ujarnya.

Pembahasan UMK di Karawang sudah berjalan meski belum ada putusan final. Namun Suroto memastikan kenaikan UMK 2017 sesuai dengan keputusan Kerajaan Pusat, yaitu 8,25 peratus dari UMK
sebelumnya. Menurut Suroto, saat kenaikan UMK dibahas tripartit, sebahagian kesatuan pekerja sudah menyatakan setuju dengan nilai tersebut. Namun sebahagian kesatuan menilai kenaikan UMK 8,25 peratus masih belum sesuai.

"Berdasarkan pengalaman perwakilan pekerja selalu minta kenaikan UMK di atas keputusan kerajaan. Sementara wakil pengusaha (Apindo) selali meminta di bawah peruntukan kerajaan. Makanya, kami putuskan mengikuti keputusan pemerintah sahaja," katanya. ***

 

Sumber

ads

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author

Only story so far

This is suyadi suryo soetardjo's only published story on Plimbi. Their next one will show up here.

Loading…
ads
ads
ads