Proyek konstruksi adalah suatu kegiatan pembangunan baik untuk hunian maupun konstruksi untuk bangunan komersil. Suatu proyek konstruksi dimulai dari tahap perencanan dan perancangan lalu dilanjutkan dengan proses/ tahap pembangunan hingga output atau hasil dari proyek konstruksi dapat digunakan sebagaimana mestinya. Dalam mengerjakan suatu proyek konstruksi, perlu disiapkan segala sesuatunya dengan baik agar proses pengerjaannya berjalan dengan lancar. Adapun beberapa langkah persiapan proyek yang wajib diperhatikan antara lain studi kelayakan (feasibility study), briefing, pembuatan desain/ perancangan, pengadaan/ pelelangan, dan pelaksanaan.
Studi Kelayakan
Tujuan dari studi kelayakan biasanya yaitu untuk meyakinkan pihak pemilik proyek seputar kelayakan proyek yang hendak dikerjakan. Kelayakan suatu proyek konstruksi dapat dilihat dari aspek perancangan dan perencanaan, aspek finansial (sumber pendanaan dan biaya), dan aspek lingkungan. Adapun kegiatan-kegiatan yang dikerjakan pada tahap ini, antara lain: penyusunan desain proyek dan estimasi biaya yang diperlukan, penggambaran nilai manfaat konstruksi yang hendak dibangun, baik manfaat langsung maupun manfaat tidak langsung (seperti fungsi untuk sektor sosial), penyusunan analisa kelayakan proyek (baik untuk sektor ekonomi dan sektor finansial), dan analisa dampak bagi lingkungan sekitar.
Briefing
Tahap yang satu ini tak lain adalah tahap pemberian penjelasan secara detail tentang fungsi atau manfaat proyek serta estimasi biaya yang diijinkan sehingga pihak konsultan perencana dapat mentafsirkan keinginan pihak pemilik proyek secara tepat.
Pembuatan Desain/ Perancangan
Tahap pembuatan desain terdiri dari 2 kegiatan, yaitu pembuatan pra-desain/Â preliminary design dan pengembangan desain/ development design. Tujuan utama dari kedua kegiatan ini adalah untuk menggambarkan secara detail tentang tata letak, metode konstruksi, desain konstruksi, dan perkiraan biaya. Selain itu, melalui dua kegiatan ini, pihak konsultan dapat mengetahui persiapan informasi pelaksanaan proyek, termasuk spesifikasi gambar/ desain dan sebagai syarat kelengkapan dokumen tender.
Tahap pengadaan atau pelelangan
Tahap pengadaan atau pelelangan bertujuan untuk menarik minat kontraktor dan sub-kontraktor untuk mengeksekusi pelaksanaan proyek. Tahap ini biasanya hanya diadakan untuk proyek-proyek yang memakan biaya cukup besar dengan tujuan untuk mengurangi atau menghemat biaya. Ada 2 hal penting yang wajib diperhatikan pada tahap ini, yaitu prakualifikasi dan dokumen kontrak. Pada prakualifikasi, para kontraktor dan sub-kontraktor mengajukan proposal. Jika terpilih dan disetujui, maka akan berlanjut ke tahap penandatanganan dokumen kontak.
Tahap Pelaksanaan
Tahap pelaksanaan bertujuan untuk merealisasikan rancangan atau desain yang sebelumnya telah dibuat secara matang dan tepat. Pelaksanaan proyek pastinya harus sesuai dengan batas waktu dan biaya yang telah ditentukan, serta kualitas output yang sesuai dengan yang diinginkan.Â
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.