article

menikmati Monas, Ikon Wisata Jakarta

menikmati Monas, Ikon Wisata Jakarta

Obyek wisata di Jakarta-Daerah Spesial Ibukota Jakarta (DKI Jakarta) yakni ibu kota negara Indonesia yang ada di bagian barat laut Pulau Jawa. Dahulu pernah dikenal dengan bermacam nama seperti nama Sunda Kelapa, Jayakarta, Batavia/Batauia. 

JAKARTA 

Jakarta memiliki luas lebih kurang 661, 52 km² dengan orang-orang beberapa 10. 187. 595 jiwa (2011) dan lokasi metropolitan Jakarta (Jabotabek) yaitu metropolitan terbesar di Asia Tenggara atau urutan ke-2 di dunia.  

Jakarta yaitu tempat berdirinya kantor-kantor pusat BUMN, perusahaan swasta, dan perusahaan asing. Kota ini bisa jadi tempat kedudukan beberapa lembaga pemerintahan dan kantor sekretariat ASEAN. 

Jakarta dilayani oleh dua bandar hawa, yaitu Bandara Soekarno–Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma, satu pelabuhan laut di Tanjung Priok dan banyak teriminal besar. Jadi demikian mudah buat anda yang ingin berkunjung ke kota Metropolitan ini karena semua tipe kendaraan ada untuk menuju kota ini baik itu hawa, darat, dan laut. 

Penginapan di jakarta juga demikian berbagai, anda dapat tentukan sesuai sama service yang anda ingin karena disini ada mulai dari hotel berbintang hingga kelas melati. 

Berkunjung ke beberapa obyek wisata di DKI Jakarta juga demikian mudah karena disini ada jaringan jalan raya dan jalan tol yang melayani seluruh kota. Namun anda harus berwaspada karena ada 46 lokasi dengan 100 titik simpang rawan macet di Jakarta. 

Untuk melayani mobilitas orang-orang Jakarta, ada bus PPD, Mayasari Bhakti, Metro Mini, Kopaja, dan Bianglala. Selain itu ada pula ojek, bajaj, Mikrolet KWK dan bemo untuk angkutan jarak pendek. 

Monas

Tugu monumen nasional atau yang lebih dikenal dengan MONAS yaitu satu object wisata sejarah Indonesia Monas yaitu satu lambang untuk kembali mengenang layanan pahlawan sampai Indonesia bisa seperti saat ini.  

Tugu ini sendiri udah bertukar nama kurang lebih lima kali serta monas jadi nama yang paling cocok untuk mengatakan tugu ini, dengan layanan sisa presiden soekarno Tugu monas sekarang jadi kebanggaan bangsa indonesia. 

Di puncak monas ada lambang serupa lidah api yang berkobar kobar melambangkan semangat rakyat indonesia yang bakal tidak pernah padam. 

Lidah api itu terbuat dari emas asli dan beberapa yaitu sumbangan dari orang kaya Aceh dari Indonesia. Konon dipuncak monas bila pengunjung saksikan searah garis lurus dari istana presiden lidah api itu dapat terlihat sebagai sosok wanita tak tahu itu serupa putri ataupun seorang dewi. 

Tugu monas dibuka setiap harinya dari pagi sampai sore hari namun pada sehari sekali senin di minggu paling akhir tiap bulannya tugu monas akan ditutup untuk umum. Monas mempunyai taman dan dua buah kolam. Kolam itu sebenarnya di desain sebagai sistem pendingin hawa sekalian untuk bikin cantik tampilan dari tugu monas itu. Beberapa lapangan terbuka yang mempunyai khasiat untuk tempat berolahraga terutama pada hari hari libur. 

Dengan ticket yang murah meriah pengunjung dapat masuk untuk bertandang ke tugu monas, saksikan museum sejarah nasional, ruangan kemerdekaan dan naik lift ke pelataran puncak monas yang hanya dapat menaruh kurang lebih sekitaran lima puluh orang saja. Disana pengunjung dapat menyewa teropong untuk saksikan banyak gedung gedung tinggi, istana presiden dan pengunjung dapat saksikan bangunan bertingkat dari seluruh arah. 

Setelah keluar dari pelataran puncak monas pengunjung dapat menuju halaman luar monas disana pengunjung dapat saksikan relief relief sejarah indonesia, relief itu keluar dan berwarna putih, pengunjung dapat mengitarinya melalui sudut timur laut lalu jalan searah jarum jam. 

Masing-masing warga indonesia udah harusnya mendatangi dan memahami tugu monas untuk menumbuhkan dan tingkatkan sikap patriotisme masing masing warga, sekian perihal wisatawan internasional karena tugu monas juga mencerminkan maupun adalah satu di antara lambang kebanggaan bangsa indonesia.

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads