Bagaimana sih pengertian CMS (Content Management System)? Itu yang terlintas di pikiran saya ketika mendengar istilah ini pertama kali beberapa tahun lalu. Kala itu saya masih awam dengan CMS. Karena itu, sekarang saya akan membahas CMS. Bagaiamana CMS itu? Dan apa fungsi dan kegunaannya?Â
Pengertian CMSÂ
CMS pada dasarnya adalah sebuah aplikasi berbasis web yang ditujukan untuk memudahkan pengguna dalam melakukan penambahan atau pengubahan isi atau konten dari suatu situs web.
Dengan CMS, seorang pengguna bisa lebih mudah dalam mengelola konten situs tanpa harus dibebani dengan pengetahuan teknis yang umum dimiliki seorang programmer. Yang penting pengguna bisa mengakses situsnya dengan mudah mengingat umumnya CMS digunakan untuk aplikasi webÂ
Baca: Perbedaan Aplikasi Desktop, Aplikasi Web, dan Aplikasi Mobile
Karena itu, CMS banyak digunakan oleh orang awam dalam membuat suatu situs web. Apalagi di zaman teknologi informasi zaman sekarang, penggunaan CMS semakin mudah dan banyak. Tengok saja fakta bahwa saat ini banyak orang yang memiliki website dengan CMS.Â
Perkembangan dan kepopuleran CMS tidak terlepas juga dari pengaruh teknologi dan kebutuhan generasi digital yang memungkinkan semua orang terhubung dengan internet.
Berkat CMS ini pula lah, yang akhirnya membuat jenis-jenis usaha kecil dan menengah bisa dengan mudah memiliki website sendiri. Apalagi, ketika saat ini hampir semua orang mencari informasi, baik untuk pengetahuan maupun untuk kebutuhan, semuanya di internet.Â
Bayangkan jika tidak ada CMS, para pelaku bisnis di kelas usaha kecil dan mengenah atau orang yang ingin membuat website personal akan sedikit kesulitan memiliki website yang pengelolaannya mudah, cepat, dan tentu saja biayanya murah.
Jika tidak ada CMS, tentu mereka-mereka ini akan kesulitan karena biaya pembuatan website yang dibuat langsung dari nol menggunakan PHP atau program sejenisnya memakan biaya yang amat besar.Â

Elemen Penting CMSÂ
Dalam bahasa Indonesia, CMS disebut sebagai sistem manajemen konten yang merupakan terjemahan langsung dari content management system.
Dan seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, keberadaan CMS ini bisa memudahkan pengguna dalam mengelola sebuah situs. Jadi, pengguna awam tidak akan disulitkan dengan bahasa pemograman seperti HTML, CSS, Javascript, dan PHP.Â
Yang perlu diketahui oleh pengguna awam barangkali soal elemen dalam CMS. Merujuk pada Wikipedia, ada dua elemen penting dalam CMS, seperti dijelaskan pada gambar diatas, yakni
- Content Management Application, CMA
Kemudahan penggunaan CMS bagi mereka yang mereka yang tidak mengerti teknis adalah karena adanya elemen ini. Melalui CMA, seseorang bisa dengan mudah mengelola, mengedit, mengubahsesuaikan, bahkan menghapus suatu bagian dari website tersebut.Â
- Content Delivery Application, CDA
Elemen CDA berfungsi untuk mengumpulkan informasi hasil dari pengubahan atau pengeditan  yang dilakukan oleh pengelola situs atau pemilik situs web agar web bisa tampil lebih baru sesuai modifikasi pada CMA.Â
Lanjut halaman berikutnya untuk mengetahui keunggulan CMS
Keunggulan CMSÂ
Jelas CMS memiliki banyak manfaat yang besar. Kehadiran CMS ini mampu menjadi solusi mudah untuk pembuatan dan pengelolaan website. Lalu, apa keunggulan CMS ini jika dibandingkan dengan tidak memakai CMS?  Silakan simak  pada gambar berikut ini dan baca rinciannya setelah gambar.Â

1. Â Pengelolaan Konten yang MudahÂ
Meskipun tiap-tiap CMS memiliki fitur yang berbeda-beda, tetapi pada umumnya, kebanyakan CMS sudah dilengkapi fitur yang bersahabat sehingga pengelolaanya sangat mudah. Tiap-tiap CMS umumnya memiliki fitur-fitur seperti manajemen format, pembuatan indeks, kemudahan pengiriman konten untuk tampil di website dan lain sebagainya.Â
Â
2. Â Ekstension dan PluginÂ
Pengembangan CMS saat ini sudah memakai konsep konsep freamework. Konsep ini memungkinkan pengembang melakukan modifikasi atau penambahan fitur secara modular semisal menambahkan ekstension dan plugin yang berguna untuk meningkat performa website. Apalagi jika CMS tersebut memiliki pengguna dan dukungan komunitas yang kuat, ketersedian ekstension dan plugin semakin memudahkan pengguna untuk menambahkan fitur-fitur tertentu di situsnya.
Â
3. SEO FriendlyÂ
Kehadiran situs mesin pencari, membuat semua pemilik atau pengelola situs harus memakai SEO agar situsnya bisa dioptimasi sehingga bisa memberikan manfaat dan keuntungan bagi pengunjung.Â
Nah, penggunaan CMS ini akan memudahkan pengguna yang ingin fokus terhadap SEO atau dalam kata lain SEO Friendly. Apalagi CMS seperti Wordpress sudah memiliki banyak plugin untuk mendukung SEO.  Sebenarnya, situs yang dibangun sendiri pun bisa  tetap maksimal untuk SEO. Hanya saja hal ini harus bergantung pada pengembang situs tersebut.
4. Fleksibel dan EfisienÂ
Memilih menggunakan CMS akan menghemat waktu dan lebih anggaran dibandingkan pengembangan website sendiri. Yang perlu dilakukan hanyalah menginstal CMS pada domain dan hosting yang sudah disediakan sebelunya. Tidak perlu memakan waktu berbulan-bulan dalam pembuatannya sehingga lebih efisien secara waktu dan dana. Â CMS juga umum merupakan sumber terbuka (open source) yang tentunya lebih fleksibel untuk mendapatkan dan pengembangannya.Â
5. Hak Ases PenggunaÂ
Penggunaan CMS memungkinkan pengelola situs untuk membuat beberapa akses pengguna (membuat beberapa akun) Â dengan level atau posisi tertentu. Hal ini dilakukan untuk membatasi hak akses login. Misal, si A memiliki akun login untuk hak penuh situs tersebut. Si B bisa login tetapi hanya sebagai editor atau hanya bisa mengubah hal-hal yang berkaitan dengan konten.
Â
6. Konten dan Desain yang TerpisahÂ
Sesudah memasang CMS pada hosting, biasanya pengelola akan memiliki template atau rupa desain tampilan situs. Nah, template desain ini secara teknis merupakan file yang disimpan secara statis. Sementara konten sebuah situs tersimpan pada sebuah dinamis dan bersifat dinamis. Artinya, konten lebih mudah untuk dimunculkan kembali atau dikelola.Â
Lanjut halaman berikutnya untuk mengetahui macam-macam CMSÂ
Macam-macam CMSÂ
Pada umumnya, CMS banyak digunakan oleh personal dalam membuat blog pribadi, toko online, forum sederhana ataupun situs profile. Tapi tidak sedikit pula, instansi atau pebisnis kelas menengah yang memakai CMS Wordpress.Â
Lantas, ada berapa macam sih CMS itus?Â
Ada banyak sekali CMS yang berkembang. Tapi pada kesempatan ini, saya akan membahs enam jenis CMS yang cukup populer namanya. Keenam jenis CMS tersebut bisa dilihat pada gambar berikut. Rincian tiap CMS bisa dibaca setelah gambar.Â

1. Wordpress
CMS Â yang paling terkenal dan banyak digunakan oleh orang. Bahkan CMS Wordpress pun digunakan oleh majalah sekelas TIME.
CMS Wordpress ini merupakan awalnya merupakan CMS jenis blog. Tapi, pada perkembangannya CMS Wordpress juga digunakan untuk pembuatan situs-situs jenis lain. Berkembangnya CMS ini tidak terlepas dari peranan Wordpress sendiri yang kuat dalam hal komunitas. Selain itu, Wordpress juga terkenal karena memiliki banyak fitur dan plugin yang mendukung suatu situs.Â
Â
2. Drupal
CMS yang mudah diatur dan disesuaikan dan cukup kuat berkat modul tambahannya yang menarik. CMS Drupal ini termasuk juga CMS yang cukup mudah dalam pembuatan sebuah situs, seperti blog, forum, media sosial, situs e-commerce, dan lainnya.Â
CMS Drupal memiliki banyak fitur unggulan. Salah satu fitur andalannya adalah dukungan terhadap database seperti MySQL, PostgreSQL, SQLite, MsSQL dan MariaDB. Fitur lainnya yakni bisa dipasang dengan berbagai webserver seperti Apache, Nginx, IIS dan Lighttpd
Sama seperti Wordpress, Drupal juga didukung dengan komunitas dan forum online yang cukup kuat.
3. Moodle
CMS Moodle ini jarang dikenal oleh pengguna umum. Wajar karena Moodle bisa dibilang sebagai CMS yang umumnya dipakai di ranah pendidikan.Â
Biasanya, penggunaan CMS Moodle ini ditujukan untuk pembuatan aplikasi e-learning. Fitur-fitur seperti test online, forum, dan lainnya yang berhubungan dengan pembelajaran tersedia di CMS yang boleh dibilang sedikit rumit jika dibandingkan CMS lain.Â
4. Joomla
Kalau mau menyebut, CMS pesaing Wordpress, maka Joomla adalah jawabannya. Pasalnya, CMS Joomla ini termasuk CMS yang cukup banyak digunakan. Mungkin, mungkin yah, lebih banyak digunakan dibanding Drupal.Â
CMS Joomla umum digunakan untuk situs semacam website profile, toko online, ataupun instansi pendidikan. Rata-rata yang memilih CMS Joomla ini lantaran Joomla merupakan CMS yang powerfull dengan sistem manajemen yang sedikit lebih rumit dibanding Wordpress.Â
Â
5. V-BuletinÂ
Jika ingin membuat situs forum, maka CMS V-Buletin merupakan CMS yang tepat. Beberapa forum di Indonesia banyak yang menggunakan CMS ini. Rata-rata sih forum yang memiliki jumla anggota yang besar.Â
Untuk diketahui, V-Buletin ini adalah jenis CMS berbayar. Jadi, bagi yang mau membuat situs forum memakai CMS yang pembuatannya memakai bahasa PHP dan menggunakan database MySQL harus menyiapkan dana tetentu dengan membayar secara bulanan atau tahunan.Â
Â
6. OpenchartÂ
Banyak para profesional, bahkan developer yang memakai CMS Openchart ini dalam membangun toko online atau situs e-commerce. Yah, benar, CMS Openchart memang dikhususkan untuk penggunaan situs toko online.Â
Semua fitur yang berkaitan dengan toko online banyak tersedia di CMS yang satu ini. Sayangnya, banyak yang menganggap kalau CMS Openchart kurang SEO Friendly meskipun secara manajemen konten cukup mudah.Â
Selain keenam CMS tersebut, ada juga beberpaa CMS lain yang terkenal seperti Prestashop yang ditujukan untuk toko online, CMS Django, bahkan CMS Aura yang dikembangkan oleh orang Indonesia. Â Tentu saja masih banyak CMS lain yang tak sempat saya uraikan disini.
Yang paling penting, saya sudah menguraikan yang utama, yakni terkait pengertian CMS. Adapun penjelasan manfaat atau keunggulan CMS untuk melengkapi pemaparan terkait CMS. Semoga membantu.Â
SumberÂ
virmansyah.info/2012/11/pengertian-cms-dan-macam-macamnya.html
kentos.org/pengertian-content-management-system-cms/
jogjawebseo.com/pengertian-fungsi-tujuan-dan-manfaat-cms/
en.wikipedia.org/wiki/Content_management_system
Â
Â
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.