Di Indonesia, untuk masuk universitas tentu harus memenuhi sejumlah persyaratan. Selain lolos tes, yang paling utama memenuhi syarat dari sisi jenjang pendidikan. Seorang yang mau masuk universitas, tentunya wajib lulus sekolah menengah umum atau SMU. Dan, itu mesti dibuktikan dengan ijasah. Jika tak lulus SMU, tak bisa dia masuk perguruan tinggi.ÃÂÂ
Di negara lain pun sepertinya harus begitu. Ada jenjang pendidikan yang mesti dilalui seorang calon mahasiwa. Tapi ternyata di Indonesia, ada seseorang yang langsung diterima di universitas tanpa melalui jenjang pendidikan yang semestinya. Yang menerima universitas ternama pula.ÃÂÂ
Siapa dia? Dia adalah Kyai Mustof Bisri atau yang akrab disapa Gus Mus. Ya, Kyai Gus Mus merupakan lulusan Universitas Al Azhar, Kairo Mesir, salah satu universitas tua dan juga ternama di dunia. Ternyata tak banyak orang tahu, Gus Mus itu tak punya ijasah SMU atau sekolah yang sederajat. Bukan saja tak punya ijasah SMU atau yang sederajat, kyai yang juga seorang penyair itu juga tak tamat sekolah menengah pertama.ÃÂÂ
Gus Mus, memang pernah sekolah di Madrasah Ibtidaiyah atau MI, sekolah agama setingkat sekolah dasar. Pertama dia sempat mengenyam pendidikan Ibtidaiyah àdi Kediri. Tapi, Gus Mus hanya sampai kelas 4.ÃÂÂ
Setelah itu, dia pindah ke Yogyakarta dan kembali melanjutkan sekolah di Ibtidaiyah dengan memulainya kembali dari kelas 3. Sampai kemudian ia masuk Madrasah Tsanawiyah atau MTs , sekolah agama setingkat SMP. Di MTs, Kyai Gus Mus hanya bersekolah sampai kelas 1. Karena merasa bosan, kemudian àdia keluar, tak melanjutkan pendidikannya.ÃÂÂ
Suatu waktu, datanglah surat berisikan tawaran bea siswa ke Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir yang dikirimkan Departemen Agama. àSeperti diceritakan Gus Mus saat di wawancara sebuah media, ia kemudian mengisi formulir bea siswa yang ditulis dalam bahasa Arab. Ia pun mengisinya, tanpa berpikir bakal di terima.ÃÂÂ
Selang beberapa waktu, ia dapat pemberitahuan dari Departemen Agama, bahwa dirinya salah satu yang terpilih mendapat bea siswa ke Universitas Al Azhar. Tentu saja dia kaget, sebab ia bukanlah lulusan Madrasah Aliyah, sekolah agama àyang sederajat dengan SMU. àBahkan sekolahnya di Tsanawiyah saja tak tamat. Tapi karena Departemen Agama tak menanyakan ijasah sekolah dia sebelumnya, Kyai Gus Mus pun memutuskan menerima bea siswa tersebut.ÃÂÂ
Ia pun berangkat ke Mesir untuk belajar di Al Azhar, Kairo. Di universitas itulah ia bertemu Gus Dur atau Kyai Abdurrahman Wahid yang juga hendak kuliah di universitas yang sama. Bahkan Kyai Gus Mus sempat satu fakultas dengan Gus Dur. Namun Gus Dur tak bertahan lama di Al Azhar. Mantan Presiden RI keempat itu merasa tak betah kuliah di Al Azhar. Gus Dur akhirnya keluar dan melamar ke fakultas sastra sebuah universitas di Irak.ÃÂÂ
#Dicuplik dari wawancara Gus Mus di acara Kick Andy, Metro TV
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.