Pada umumnya cabe dapat ditanam pada dataran rendah sampai ketinggian 2000 meter dpl. Cabe dapat beradaptasi dengan baik pada temperatur 24-27°C dengan kelembaban yang tidak terlalu tinggi.
ÂÂ
Tanaman cabe dapat ditanam pada tanah sawah maupun tegalan yang gembur, subur, tidak terlalu liat dan cukup air. Permukaan tanah yang paling ideal adalah datar dengan sudut kemiringan lahan 0-10 Co serta membutuhkan sinar matahari penuh dan tidak ternaungi. pH tanah yang optimal antara 5,5-7.
ÂÂ
Tanaman cabe menghendaki pengairan yang cukup. Tetapi apabila jumlah air berlebihan dapat menyebabkan kelembaban yang tinggi dan merangsang tumbuhnya penyakit jamur dan bakteri. Jika kekurangan air tanaman cabe dapat kurus, kerdil, layu dan mati. Pengairan dapat menggunakan irigasi, air tanah dan air hujan.
ÂÂ
Bertanam cabe sering dihadapkan dengan berbagai masalah (resiko), diantaranya, teknis budidaya, kekurangan unsur, serangan hama dan penyakit, dll.
ÂÂ
. FASE PRATANAM
1. Pengolahan Lahan
Pengolahan tanah bertujuan untuk memperbaiki struktur dan porositas tanah sehingga peredaran air dan udara menjadi optimal. Pengolahan tanah dilakukan secara sempurna yaitu pembajakan dua kali dan penyisiran satu kali. Setelah pengolahan tanah (7-14) hari, dibuat bedengan dengan tujuan memudahkan pembuangan air hujan yang berlebihan, mempermudah pemeliharaan, mempermudah meresapnya air hujan atau air pengairan, serta menghindari tanah terinjak-injak sehingga menjadi padat.
Tebarkan pupuk kandang dosis 0,5 -1 ton untuk per 1000 m2.
Diluku kemudian digaru (dan biarkan + 1 minggu).
Diberi Dolomit sebanyak 0,25 ton per 1000 m2.
Buat bedengan lebar 110-120 cm dan parit selebar 80 cm.
2. Benih
Kebutuhan per 1000 m2 1 - 1,25 sachet Natural CK -10 atau CK-11 dan Natural CS-20, CB-30.
Biji direndam dengan POC NASA dosis 0,5 - 1 tutup / liter air hangat kemudian diperam semalam.
B. FASE PERSEMAIAN ( 0-30 HARI)
1. Persiapan Persemaian
Arah persemaian menghadap ke timur dengan naungan atap plastik atau rumbia.
Media tumbuh dari campuran tanah dan pupuk kandang atau kompos yang telah disaring, dengan perbandingan 3 : 1.
Pupuk kandang sebelum dipakai dicampur dengan Natural GLIO 100 gr dalam 25-50 kg pupuk kandang dan didiamkan selama + 1 minggu.
Media dimasukkan polibag bibit ukuran 4 x 6 cm atau contong daun pisang.
2. Penyemaian
Biji cabai diletakkan satu per satu tiap polibag, lalu ditutup selapis tanah + pupuk kandang matang yang telah disaring.
Penyiraman dilakukan setiap hari pada pagi atau sore hari untuk menjaga kelembaban.
3. Pengamatan Hama dan Penyakit
budidaya cabe pestisida organik pestonabudidaya cabe pestisida organik pestona
ÂÂ
HAMA CABE
Kutu Daun Persik (Aphid sp.),
Perhatikan permukaan daun bagian bawah atau lipatan pucuk daun, biasanya kutu daun persik bersembunyi di bawah daun.
Pijit dengan jari koloni kutu yg ditemukan, semprot dengan BVR atau PESTONA.
ÂÂ
Hama Thrip parvispinus,
Gejala serangan daun berkerut dan bercak klorosis karena cairan daun diisap, lapisan bawah daun berwarna keperak-perakan atau seperti tembaga.
Biasanya koloni berkeliaran di bawah daun.
Pengamatan pada pagi atau sore hari karena hama akan keluar pada waktu teduh.
Serangan parah semprot dengan BVR atau PESTONA untuk mengurangi penyebaran.
ÂÂ
Hama Tungau (Polyphagotarsonemus latus).
Gejala serangan daun berwarna kuning kecoklatan menggulung terpuntir ke bagian bawah sepanjang tulang daun.
Pucuk menebal dan berguguran sehingga tinggal batang dan cabang.
Perhatikan daun muda, bila menggulung dan mengeras itu tandanya terserang tungau.
Cara mengatasi seperti pada Aphis dan Thrip
ÂÂ
PENYAKIT TANAMAN CABE
Rebah semai (dumping off),
Gejalanya tanaman terkulai karena batang busuk , disebabkan oleh cendawan Phytium sp. & Rhizoctonia sp.
Cara pengendalian: tanaman yg terserang dibuang bersama dengan tanah, mengatur kelembaban dengan mengurangi naungan dan penyiraman,
Jika serangan tinggi siram Natural GLIO 1 sendok makan (± 10 gr) per 10 liter air.
ÂÂ
Embun bulu,
Ditandai adanya bercak klorosis dengan permukaan berbulu pada daun atau kotil yg disebabkan cendawan Peronospora parasitica.
Cara mengatasi seperti penyakit rebah semai.
ÂÂ
Kelompok Virus,
Gejalanya pertumbuhan bibit terhambat dan warna daun mosaik atau pucat.
Gejala timbul lebih jelas setelah tanaman berumur lebih dari 2 minggu.
Cara mengatasi; bibit terserang dicabut dan dibakar, semprot vektor virus dengan BVR atau PESTONA
C. FASE TANAM CABE
pestisida organik pestonapestisida organik pestonapestisida organik pestona
1. Pemilihan Bibit Cabe
Pilih bibit seragam, sehat, kuat dan tumbuh mulus.
Bibit memiliki 5-6 helai daun (umur 21 - 30 hari).
2. Cara Tanam cabe
Waktu tanam pagi atau sore hari , bila panas terik ditunda.
Plastik polibag dilepas.
Setelah penanaman selesai, tanaman langsung disiram /disemprot POC NASA 3-4 tutup/ tangki.
D. FASE PENGELOLAAN TANAMAN (7-70 HST)
Penyiraman dapat dilakukan dengan pengocoran tiap tanaman atau penggenangan (dilep) jika dirasa kering.
Pemupukan lewat pengocoran dilakukan seminggu sekali tiap lubang..
ÂÂ
PANEN CABE
Panen pertama sekitar umur 60-75 hari
Panen kedua dan seterusnya 2-3 hari dengan jumlah panen bisa mencapai 30-40 kali atau lebih tergantung ketinggian tempat dan cara budidayanya
ÂÂ
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.