article

6 Hal yang Bisa Dipelajari dari Kesuksesan Portugal di Euro 2016

6  Hal yang Bisa Dipelajari dari Kesuksesan Portugal di Euro 2016

sumber gambar via twitter UnivisionSports
 

Perhelatan Euro 2016 telah berlalu. Ajang yang digelar di negeri romantis Perancis itu pun menyisakan banyak cerita menarik, mulai dari tim kejutan semacam Islandia dan Wales, pelatih yang mengundurkan diri, dan juga pemain muda yang bersinar yang jadi incaran klub. 

Tapi satu cerita yang paling menarik adalah tentang kisah perjalanan tim nasional Portugal. Yah, saya berbicara tentang tim nasional dengan sang leader CR7 yang mampu mengalahkan tuan rumah sekaligus salah satu unggulan di Euro 2016, Perancis. 

ads

Betapa tidak, final antara Portugal versus Perancis bukanlah final yang diduga. Banyak orang yang lebih menduga kalau Perancis akan masuk final tetapi akan bertemu dengan tim kuat semacam Jerman, Spanyol, Belgia, atau Italia. Tapi, faktanya bagan turnamen 16 besar Euro 2016 mempertemukan tim unggulan lebih cepat sehingga terjadi pertandingan yang dianggap ‘final kepagian”. 

Tapi, itu berarti Portugal vs Perancis bukanlah sebuah final idaman. Keduanya tim unggulan di grupnya masing-masing. Hanya saja, perjalanan kedunya di penyisihan grup membuat orang tidak menduga kalau keduanya akan bertemu memperebutkan tropi kebanggan Eropa yang diperebutkan empat tahun sekali itu. 

Portugal vs Perancis pun tersaji pada Minggu, 10 Juli 2016, waktu setempat atau Senin dini hari, 11 Juli 2016, waktu Indonesia.  Sebelum pertandingan, banyak yang memprediksi kalau Perancis akan juara dan lebih diunggulkan. Tapi, fakta di lapangan hijau, Portugal menang lewat gol dari pemain no. 9 yakni Eder dengan tendangan kerasnya yang dilesakan dari jarak 30 yard yang tak mampu ditepis kiper Lloris.

Satu gol cukup untuk membuat anak asuh Fernando Santos tersebut merebut gelar bergengsi di Eropa tersebut. Semua pendukung Portugal bersuka cita, termasuk sang kapten, Cristiano Ronaldo yang pada pertandingan hanya mampu bermain 24 menit saja (digantikan karena cedera). 

Portugal kini juaranya. Kemenangan Portugal itu bukan tanpa proses dan usaha meski banyak orang menganggap Portugal hanya beruntung saja. 

Mari coba simak hal–hal penting berikut ini yang bisa jadi pelajaran penting untuk kita semua dalam mencapai sesuatu. 

 

1. “Itik Buruk Rupa” yang Tak Diinginkan Juara 

Kebahagian Portugal menjadi suatu kisah menarik dari gelaran Euro 2016. Sebuah kisah tentang “itik buruk rupa” yang tak diinginkan juara. Beda cerita dengan Wales ataupun Islandia, dua timnas yang memberikan kejutan sehingga sangat diharapkan untuk bisa menang. Mirip seperti keinginan fans, saat tim underdog macam Leicerster City menjuarai Liga Inggris 2015-2016.

Portugal sendiri adalah unggulan di grup F. Tapi, pertandingan yang dilaluinya di grup tidaklah mulus.Tiga pertandingan grup dilalui Portugal tanpa kekalahan sebenarnya tetapi juga tanpa kemenangan. Dalam waktu 90 menit, dalam tiga pertandingan,  Portugal ditahan Islandia 1-1, skor kacamata melawan Austria, dan berbagi gol 3-3 melawan Hongaria.

Hasil tersebut membuat Portugal berada di posisi tiga. Berutung, gelaran Euro 2016 kali ini memungkinkan posisi tiga terbaik lolos ke babak berikutnya. Portugal pun lolos. Tapi lolosnya Portugal dicibir sebagai keberutuntungan dan dianggap “itik buruk rupa” yang tak layak masuk babak berikutnya.

Anggapan “itik buruk rupa” itu justru membuat Portugal mampu bermain disiplin dan tanpa tekanan di babak berikutnya.

Selanjutnya......

 

2. Kedisiplinan dan Konsistensi Permainan 

Anggapan itik buruk rupa pada Portugal bukan semata-mata karena tidak mampu menghasilkan kemenangan. Pola permainan Portugal yang tidak begitu bermain cantik adalah alasannya. Sang pelatih, Fernando Santos  memang tidak menerapkan permainan cantik tetapi permainan disiplin dan konsistensi dari anak asuhnya. 

Lagipula, di turnamen sekelas Euro, permainan cantik jadi nihil kalau kalah dan tidak lolos ke babak berikutnya. Karena itu, Portugal lebih banyak memainkan permainann bertahan tetapi tetap konsisten dan disiplin. 

 

3.  Kerjasama Tim Ketika Lawan Hanya Fokus Ke Pemain Bintang 

Portugal tidak akan lepas dari sosok Cristiano Ronaldo. Dia adalah megabintang yang tidak bisa dilepaskan dari timnas Portugal. Bahkan cenderung centris. Tak aneh jika ada yang menyebut kalau Portugal disebut sebagai Cristinao Ronaldo FC. Tak berlebihan juga jika para lawan Portugal, fokus untuk melakukan penjagaan kepada pemain bernomor punggung 7 ini. 

Contohnya ketika di final dini hari tadi saat Portugal berhadapan dengan Perancis. Ronaldo tampak dijaga ketat, Pada menit ke-25, Ronaldo bahkan tidak bisa melanjutkan permainan lantaran cedera kaki akibat berbenturan dengan Dimitri Payet. 

Beberapa menit sebelumnya, DImitri Payet memang tampak fokus menjaga Ronaldo. Hingga Dimitri menyebabkan Ronaldo jatuh. Ronaldo sempat melanjutkan permainan. Tetapi pada menit 24, Ronaldo tampak menangis dan minta pergantian pemain. Ronaldo menangis bukan karena sakit cederanya tetapi karena ia tidak bisa melanjutkan pertandingan penting. 

Namun, tangisan Ronaldo berbuah manis kemenangan Euro 2016. 

Hal yang sama juga terjadi di pertandingan-pertandingan sebelumnya. Ronaldo tampak kurang leluasa bergerak karena penjagaan ketat. 

Sadar akan kondisi ini, justru membuat Fernando Santos mampu mengoptimalkan pemain lain. Tak heran, jika kemenangan krusial justru dicetak oleh pemain lain semacam Quaresima, Renato Sanchez, dan Eder. Kemenangan tersebut adalah bukti kalau Portugal bukan semata-mata CR7 atau tergantung pada CR7, tetapi juga punya kerjasama tim yang justru tidak dilihat oleh lawan karena terlalu fokus kepada sang megabintang. 

 

4. Keberuntungan yang Memancing Semangat Bermain

Ketika Wales berhadapan dengan Portugal, banyak yang berharap Wales mampu mencapai final. Tapi kenyataannya Wales kalah 2-0 di waktu normal (90 menit) lewat sundulan Ronaldo dan tembakan Nani. Kemenangan ini jadi pembuktikan kalau Portugal tidak semata-mata lolos karena kebeuruntungan semata. 

6  Hal yang Bisa Dipelajari dari Kesuksesan Portugal di Euro 2016

Perjalanan Portugal di fase knock-out

 

Lolos sebagai peringkat 3 di grup F mungkin memang karena faktor keberuntungan. Tetapi sesudahnya, yakni menang melawan Kroasia yang superior, menang adu penalti lawan Polandia, menang atas Wales, dan menang tipis atas Perancis menjadi bukti bahwa Portugal membuktikan semangat bermain untuk menuju juara. 

Semangat tampak hadir ketika mereka mampu lolos ke 16 besar meski bermain tidak terlalu bagus. Semangat yang tentunya harus dimiliki juga oleh tim lainnya.  

Simak pula video perjalanan Portugal ke Final Euro 2016 berikut ini 



Selanjutnya......

 

5. Kepeminpinan CR7 dan Wakilnya, Nani 

Tidak bisa dipungkiri kalau CR7 adalah pemain yang diandalkan Portugal. Tetapi bukan satu-satunya. Hanya saja kebintangan CR7 dan pengalaman bermain di Euro sebelumnya menjadi tolak ukur teman seperjuangannya di Portugal. 

Pengalaman bermain di pentas internasional itulah yang menjadi bekal bagi CR7 dalam memimpin dan memompa semangat teman-temannya untuk bisa juara. Ego bintang CR7 bahkan tidak nampak di lapangan. Ini menunjukan kalau CR7 lebih mementingkan tim dibandingkan dirinya sendiri. Meskipun memang kadang CR7 lebih haus gol dan jarang mengumpan.

Yang menarik ketika di final melawan Perancis, CR7 tampak memberi arahan kepada teman-temannya dari bangku cadangan. Ban kapten yang dipegangnya diserahkan kepada rekannya, Nani. Dan Nani mampu memimpin tim meski secara keseluruhan tetap bergantung pada CR7. 

Ini menunjukan kalau timnas Portugal yang kompak bukan sekadar dipimpin oleh seorang megabintang tetapi juga seorang pemimpin yang mampu mengarahkan dan memotivasi teman-temannya meski dari bangku cadangan. 
 

 

6. Belajar dari  Yunani di Euro 2004

Portugal yang jadi juara Euro 2016 tampak mempelajari salah satu elemen penting, yakni pengalaman kegagalan sebelumnya. Dua edisi sebelumnya, Portugal tidak lolos ke final. Tapi, pada Euro 2004, Portugal yang jadi tuan rumah lolos ke final. 

Sayang, meskipun kala itu Portugal diperkuat oleh pemain generasi emas mereka, Portugal kalah oleh Yunani. Yang menarik, Yunani saat itu seperti Portugal, itik buruk rupa yang tidak dianggap dan diunggulkan untuk jadi juara. 

Portugal memang tampaknya belajar dari Yunani. Terlebih sang pelatih, Fernando Santos, kala itu melatih klub yang didalamnya berisi pemain yang memperkuat timnas Yunani yang saat itu diasuh Otto Rehagel. 

Belajar dari pengalaman dari masa lalu itu barangkali yang membuat Portugal kini bisa berjaya di Euro 2016.

Tentu masih banyak faktor-faktor lain yang membuat Portugal lolos dan bisa jadi pelajaran bagi tim nasional lain, termasuk untuk timnas kita Indonesia. Hanya saja, keenam faktor diatas hemat saya cukup berpengaruh bagi kesuksesan Portugal di Euro 2016 ini. 

Sebagai penutup, saya sertakan video perayaan kemenangan Portugal di Euro 2016 berikut ini 



Sumber gambar via twitter @UEFAEURO 

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads