AMD dan Intel adalah dua perusahaan mikroprosesor yang sudah menjadi saingan bebuyutan sejak lama. Meskipun AMD pada awalnya memproduksi prosesor-prosesor hasil salinan desain dari Intel, belakangan AMD sudah mampu mendesain dan memproduksi prosesor kreasinya sendiri. Sementara itu, Intel sampai sekarang masih menjadi prosesor benchmark untuk prosesor-prosesor dari perusahaan lain.
Dan seperti halnya persaingan kedua prosesor tersebut, beberapa vendor komputer pun bersaing membangun laptop dan PC desktop dengan salah satu dari prosesor-prosesor Intel dan AMD.
Akan tetapi Lenovo, justru membuat satu desain laptop dengan dua varian prosesor yang berbeda. Inilah IdeaPad Z50-75 dan IdeaPad Z50-70. Keduanya menggunakan bodi dan sasis yang sama, namun berbeda basis prosesor. Satu menggunakan Intel sedangkan satu lagi AMD. Apa lagi perbedaan lainnya?
Â
Desain dan Penampilan

Berhubung laptop Lenovo Ideapad Z50-75 ini adalah varian model dari IdeaPad Z50-70 yang hanya berbeda spesifikasi komponen jeroan, maka tidak ada perbedaan mencolok di antara keduanya. Jika didampingkan, keduanya adalah si kembar siam, bagai pinang di belah dua.
Kedua laptop ini berdimensi 38,2 cm x 26,5 cm dengan ketebalan 2,75 mm. Ukuran tersebut memperlihatkan bahwa laptop ini memang cukup lebar dan besar. Dimensi ini demi mengakomodasi layar ukuran 15,6 inci yang luas. Sementara itu, bobotnya yang sampai 2,3 kg dan ketebalan yang hampir 3 cm memang agak merepotkan bagi sebagian orang, terutama mereka yang terbiasa membawa-bawa netbook mini atau laptop dengan bobot yang lebih ringan.

Penampilannya sendiri terbilang mewah. Meskipun cover bagian layar dibuat dengan material plastik yang memalsukan tekstur logam di bagian luar, cover bodi bagian palm-rest dan sekitar keyboard dibuat dengan material logam sungguhan. Namun secara umum, build quality laptop ini sudah cukup baik.
Â
Spek Prosesor
Dari eksternal beralih ke internal. Spek jeroan laptop IdeaPad Z50 sejatinya dirancang untuk keperluan komputasi serbaguna untuk kegiatan sehari-hari. Namun Lenovo memberikan dua pilihan basis prosesor untuk IdeaPad Z50 dengan karakter berbeda.

IdeaPad Z50-70 menggunakan prosesor Intel Core i7-4510U berkecepatan 2 GHz dan mampu dipacu hingga 3,1 GHz dengan fitur Turbo Boost. Prosesor berarsitektur Haswell ini memiliki 2 core dan fitur Hyper Threading sehingga mampu menjalankan 4 proses secara simultan.
Sementara itu, Ideapad Z50-75 menggunakan prosesor AMD Kaveri A10-7300 atau A8-7100. AMD A10-7300 memiliki 4 core dengan kecepatan 1,9 GHz sampai 3,2 GHz dan TDP 19 W, sementara AMD A8-7100 adalah prosesor 4 core berkecepatan 1,8 sampai 3,0 GHz.
Â
Memori dan Penyimpanan Data
Prosesor yang digunakan oleh IdeaPad Z50-70 maupun Z50-75 adalah prosesor dengan performa yang tidak memalukan. Keduanya adalah prosesor bertenaga untuk ukuran laptop mainstream, meskipun memang memiliki keunggulan dan kelebihan masing-masing.

Namun begitu, Lenovo memang merancang kedua IdeaPad kembar ini bukan untuk laptop gaming sehingga hanya disediakan memori yang pas-pasan untuknya. Memori 4 GB DDR3 berkecepatan 1600 MHz konfigurasi single-channel sebenarnya sudah cukup untuk kegiatan multitasking sehari-hari. Namun jika ingin dipakai untuk bermain game dengan lebih nyaman, memori sebesar 8 GB sepertinya baru cukup. Dan untungnya, Lenovo menyediakan 2 slot memori sehingga pengguna berpeluang meng-upgrade sendiri di kemudian hari.
Untuk penyimpanan data sendiri, Lenovo masih memilih media penyimpanan konvensional berupa HDD 5400 RPM berkapasitas 1 TB. Menurut info, beberapa varian Lenovo Z50-70 dan Z50-75 yang dijual di luar negeri ada yang menggunakan media penyimpanan hybrid HDD dan SSD.
Â
Grafis dan Display

Meskipun bukan ditujukan sebagai laptop khusus gaming, Lenovo tetap memberikan kartu grafis khusus untuk Berbeda prosesor maka berbeda pula graphics processor. IdeaPad Z50-70 yang menggunakan prosesor Intel Core i7 dipasangkan dengan Nvidia GeForce 840M.
Discrete GPU dari Nvidia GeForce ini memiliki chip grafis GM108 berarsitektur Maxwell yang dimanufaktur dalam skala 28 nm dan bekerja dengan core speed 1029 MHz. Namun sayang, memory bus bandwidth yang hanya 64 bit membuat performanya justru terbatas.
Sementara itu, untuk IdeaPad Z50-75, Lenovo cukup memanfaatkan integrated GPU yang dimiliki oleh prosesor AMD A10 tersebut, yaitu Radeon R6 (Kaveri) berkecepatan 533 MHz dan boosting sampai 654 MHz. Lebih rendah daripada varian GeForce memang, namun memiliki jumlah shader processor yang sama, 384 unit.
Ports dan Konektivitas
Untuk keperluan konektivitas dengan jaringan dan konektivitas perangkat eksternal, kedua laptop ini diberi perlengkapan yang sama. Untuk jaringan wireless, laptop ini mengandalkan adapter Atheros Communications AR9565 802.11 b/g/n.

Untuk jaringan kabel, tersedia port RJ45 dengan Realtek RTL 8168/8111 Gigabit LAN controller. Sementara untuk konektivitas perangkat mobile, laptop ini bisa mengandalkan adapter Bluetooth 4.0.
Sementara untuk konektivitas perangkat eksternal, kedua laptop ini dibekali kelengkapan yang sama. Yaitu 1 port USB 3.0 dan 2 port USB 2.0. Tersedia pula audio combo jack 3,5 mm, port HDMI untuk output display eksternal, dan 1 port SD Card Reader slot.
Â
Keyboard dan Fitur
Meskipun komponen jeroan IdeaPad Z50-70 dan Z50-75 tergolong high-end untuk laptop sekelasnya, sayangnya laptop ini memiliki kelemahan soal bodi dan perangkat-perangkat eksternalnya. Sepertinya inilah konsekuensi yang didapat ketika Lenovo membuat sebuah laptop dengan spek lumayan tinggi namun dengan bodi yang pas-pasan.

Keyboard dan touchpad laptop ini adalah salah satu kelemahan. Untuk laptop yang dijual dengan rentang harga di atas Rp 8 juta, keyboard dan touchpad kedua laptop ini terasa mengecewakan karena keduanya jelas hasil cangkokan dari laptop yang lebih murah.
Meskipun keyboard laptop ini memiliki numeric keypad, tetap saja sensasi menekan tombolnya terasa murahan, karena rasanya sama seperti menekan tombol keyboard Lenovo Rp 3 jutaan. Pun demikian dengan tombol touchpadnya yang serupa dengan tombol yang digunakan pada Lenovo S20-30.
Â
Simpulan dan Harga
Bicara soal harga, kedua laptop ini meskipun memiliki penampilan luar yang sama persis, dijual dengan harga yang berbeda lumayan jauh. Sebagian besar perbedaan harga ini akibat faktor perbedaan spesifikasi hardware yang ditanamkan ke dalam jeroannya.
Lenovo Z50-70 yang menggunakan prosesor Intel Core i7-4510U dijual dengan harga Rp 10 jutaan sedangkan Lenovo Z50-75 yang menggunakan prosesor AMD Kaveri A10-7300 dijual dengan harga Rp 7 jutaan.
Mengapa Lenovo Z50-75 yang berprosesor AMD lebih murah? Salah satu jawaban simpelnya adalah karena prosesor AMD sudah menggabungkan prosesor dengan GPU yang andal sehingga tidak memerlukan GPU tambahan seperti halnya Lenovo Z50-70 yang menggunakan Intel Core i7 dan GPU Nvidia GeForce.
Bagi mereka yang mencari performa optimal, kebanyakan mungkin akan memilih Lenovo Z50-70 dengan prosesor Intel. Namun konsumen yang sadar akan nilai ekonomis yang lebih baik, Lenovo Z50-75 dengan prosesor AMD adalah opsi terbaik.
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.