Bagi orang-orang, profesi menulis mungkin dianggap sebagai profesi yang sangat mudah dan enak untuk dilakukan.
Mereka yang menjadi seorang penulis dianggap sebagai orang yang kreatif dan dapat bekerja kapanpun dan bagaimanapun selama mereka dapat mengungkapkan ide yang ada di kepala mereka menjadi sebuah koleksi kata yang tertuang di dalam sebuah halaman dimana koleksi kata tersebut menjadi layak dan menarik untuk dibaca.
Namun hal tersebut menurut saya adalah sebuah miskonsepsi terhadap penulis. Karena penulis yang sebenarnya itu tidak seperti apa yang telah ditulis di atas, melainkan seperti yang akan saya tulis di bawah ini.
Â
1. Menulis adalah Sebuah Aktivitas yang Sangat Lekat dengan Sosialisasi
Banyak yang percaya bahwa menjadi seorang penulis itu memiliki banyak koneksi dan seringkali diundang ke berbagai event yang menarik.
Walaupun benar seperti halnya apa yang ada pada profesi wartawan, tidak semua profesi penulis seperti apa yang dikatakan sebelumnya. Menurut saya, menulis itu adalah pekerjaan yang didominasi oleh aktivitas di dalam kesendirian.
Kenapa harus dilakukan sendiri?
Karena merangkai kata menjadi sebuah kalimat, kemudian merangkat kalimat menjadi sebuah paragraf dan akhirnya merangkai paragraf menjadi sebuah konten yang baik adalah pekerjaan yang sulit. Butuh konsentrasi yang tinggi dalam melakukan hal tersebut.
Tidak hanya berfokus pada merangkai kata saja, umumnya menulis juga membutuhkan referensi serta penelitian tentang topik yang sedang ditulis. Sehingga mau tidak mau, konsentrasi yang awalnya hanya digunakan untuk menulis saja, juga harus digunakan dalam mencari referensi serta melakukan penelitian.
Jadi walaupun sebagian penulis memang sosialis, kebanyakan dari mereka adalah introvert.
Jadi jika Anda melihat seorang penulis yang terlihat sangat sosialis, ketahuilah bahwa mereka itu kemungkinan besar adalah para introvert yang memang sedang bersikap extrovert akibat dari tuntutan pekerjaan.
Â
2. Penulis Yang Baik dan Berpengalaman Tidak Butuh Editor
Banyak orang percaya bahwa seorang penulis yang sudah menulis selama bertahun-tahun sudah tidak butuh yang namanya editor karena mereka sendiri sudah mengetahui peran seperti editor itu seperti apa dan sudah mampu melakukan peran tersebut.
Hal tersebut sangatlah tidak benar. Setiap hasil kerja keras seorang penulis haruslah selalu di review ulang oleh seorang editor. Hal ini dikarenakan selalu ada kesalahan-kesalahan yang kadang tidak terdeteksi oleh si penulis sendiri.
Kalau diibaratkan penulis sebagai supir dan editor adalah penumpang, maka supir tidak dapat melihat apa yang terjadi dibelakang kursinya karena ia harus fokus melihat ke depan, kiri dan kanan. Sedangkan penumpang dapat melihat apa yang terjadi di belakang kursi supir tersebut.
Â
3. Untuk Menjadi Seorang Penulis, Anda Haruslah Seorang Ahli
Umumnya, banyak yang berpendapat bahwa mereka yang ahli di suatu bidang dapat mengungkapkan apa yang mereka kuasai pada bidang tersebut ke dalam tulisan dengan mudah.
Mungkin memiliki wawasan yang luas adalah salah satu syarat untuk menulis. Karena tanpa adanya wawasan, mau menulis apapun pasti bingung sendiri.
Tapi mereka yang berwawasan luas tidak semuanya dapat menjadi penulis.
Hal ini dikarenakan memiliki wawasan yang luas dengan menulis sebuah tulisan yang dapat membuat para pembacanya senang adalah dua hal yang berbeda.
Mungkin ada seseorang yang memang ahli di bidang otomotif, tapi ketika ia mengungkapkannya pada sebuah tulisan, hanya penulisnya saja yang mengerti tentang apa yang ditulis.
Hal ini dikarenakan keahlian menulis itu terletak pada penyampaiannya bukan pada seberapa mengerti kita tentang suatu topik yang ditulis.
4. Penulis adalah Orang-Orang yang Kreatif
Bagi kebanyakan orang, menjadi seorang penulis dianggap sebagai profesi orang-orang kreatif karena setiap hari tidak pernah kehabisan ide.
Jika Anda pernah mendengar sebuah fenomena bernama Writer’s Block, yaitu sebuah fenomena dimana seorang penulis tidak mampu untuk menulis apa-apa karena suatu alasan tertentu. Hal tersebut bukanlah hanya sebuah mitos atau sebuah bagian dari fiksi dari novel Stephen King saja.
Di kehidupan nyata, hal ini biasanya terjadi kepada para penulis yang terlalu sering menulis setiap harinya. Untuk mengatasi fenomena tersebut, biasanya seorang penulis hanya membutuhkan istirahat sementara untuk kembali dapat memusatkan pikirannya ke “jalan yang benar.â€
Tentu tidak setiap hari seperti itu, karena ada waktu dimana seorang penulis dapat menulis dengan mudah karena banjirnya ide yang ada di benak pikirannya.
Â
5. Dengan Menulis, Penulis Melakukan apa yang Mereka Suka
Walaupun bagi sebagian penulis menulis adalah sebuah passion, mereka yang hobi menulis tidak selalu mendapatkan kemudahan dalam menulis.
Apalagi bagi mereka yang menulis di bawah direksi langsung oleh editornya seperti para penulis artikel di koran ataupun majalah, mereka biasanya harus mengikuti gaya atau aturan penulisan yang ditetapkan oleh rumah editorialnya.
Â
Itulah gambaran realistis dari kehidupan penulis sebenarnya. Semoga mereka yang asalnya berpendapat menulis itu mudah dan menghasilkan banyak uang, dapat mengubah persepsi tersebut sesuai dengan apa yang telah saya jelaskan di atas. [FM]
Â
Â
Â
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.